
Mendengar ada yang mencarinya, Gavin langsung berdiri dan berjalan menghampiri bi Sumi.
"Siapa bi? " tanya Gavin pada bi Sumi.
"Maaf tuan muda Gavin, bibi lupa menanyakan nama nya. " kata bi Sumi pada Gavin.
"Baik lah bi, terima kasih. " kata Gavin pada bi Sumi.
Gavin pun langsung berjalan untuk menghampiri tamu nya, setelah Gavin pergi, Viona pun bangun dan menghampiri bi Sumi.
"Bi, yang mencari abang Gavin laki-laki atau perempuan? " tanya Viona pada bi Sumi.
"Perempuan nona muda. " jawab bi Sumi.
Dan jawaban bi Sumi membuat Viona sedikit tidak suka, Viona memutuskan untuk menghampiri Gavin di luar.
Saat Viona berjalan akan menghampiri Gavin dan tamunya, Viona bisa melihat Gavin sedang mengobrol dengan wanita itu, dan terkadang Viona melihat Gavin dan wanita itu tertawa.
Saat Viona sampai di sana, wanita itu pun melihat nya, Gavin melihat ke mana arah wanita itu dan ternyata dia melihat Viona.
"Viona kemari lah. " kata Gavin pada Viona.
Viona pun menghampiri Gavin, dan saat dia sudah berada di dekat mereka Gavin pun mengenal kan Viona pada teman nya.
"Clarisa kenal kan dia Viona. " kata Gavin pada Clarisa.
"Halo, perkenalkan nama ku Clarisa, aku teman kuliah Gavin di Amerika.
" Halo, nama ku Viona, aku tunangan nya abang Gavin. " kata Viona memperkenalkan diri nya.
Clarisa terkejut saat dia mendengar kalau Viona adalah tunangan nya Gavin, Clarisa langsung melihat ke arah Gavin. Sedangkan Gavin tersenyum ke arah Viona, tak lupa dia juga mengusap pucuk kepala Viona.
"Oh benar kah, kapan kalian bertunangan? " tanya Clarisa pada Gavin.
"Kenapa kau tidak mengundang ku Gavin? " tanya nya lagi.
" Kami bertunang baru satu minggu. " kata Gavin pada Clarisa.
"Aku memang tidak mengundang teman-teman kuliah ku. " kata Gavin lagi.
Gavin dan Clarisa pun terus bercerita saat mereka kuliah di Amerika, sedangkan Viona hanya mendengarkan nya saja.
Sampai tak terasa hari kian malam, Clarisa pun berpamitan untuk pulang.
"Baik lah Vin, aku pulang dulu, ini sudah malam." kata Clarisa pada Gavin.
"Oh iya, hati-hati di jalan. " kata Gavin pada Clarisa.
" Viona aku pamit pulang, senang bisa kenal dengan mu. " kata Clarisa pada Viona.
Akhir nya Clarisa pun pergi dari kediaman Pradipta, sementara Gavin dan Viona pun langsung masuk ke dalam rumah.
Sementara yang lain nya sudah masuk ke dalam kamar masing masing, Viona pun langsung naik ke lantai dua di mana kamar nya berada.
Saat Viona sudah berada di dalam kamar dan merebahkan diri nya.
"Kenapa abang Gavin begitu sangat dekat dengan wanita itu? " tanya Viona pada diri nya sendiri.
"Lebih baik aku tidur. " katanya lagi.
Viona pun langsung memejam kan mata nya, dan tak lama Viona pun terlelap.
Tak terasa sudah satu minggu sejak kedatangan Clarisa ke kediaman Pradipta, dan saat ini mereka sedang berada di ruang makan untuk sarapan.
Gavin tidak bisa mengantar Viona, karena dia ada meeting pagi ini. Akhir nya Viona berangkat dengan Vano dan Ara, setelah sampai di sekolah mereka langsung masuk ke dalam kelas nya.
"Abang, antar Viona ke kantor abang Gavin ya. " kata Viona pada sang abang.
"Tapi, abang Gavin pasti sedang sibuk Viona. " kata Vano pada sang adik.
"Abang, aku ga akan ganggu kerjaan abang Gavin, aku janji. " kata Viona masih membujuk sang kaka.
Mau tidak mau, Vano pun langsung mengiyakan keinginan sang adik. Akhir nya Vano pun langsung melajukan mobil nya menuju kantor Gavin.
"Abang Vano mau langsung pulang, atau mau ikut masuk ke dalam dulu? '' tanya Viona pada sang abang.
" Seperti nya abang akan pulang, kamu tidak apa apa abang tinggal? " tanya Vano pada sang adik.
"Engga apa apa bang, biar nanti aku pulang bareng abang Gavin saja. " kata Viona pada sang abang.
"Baik lah kami pulang sekarang. " kata Vano pada sang adik.
Vano pun langsung melajukan mobil nya lagi menuju ke arah jalan pulang, sementara Viona dia langsung masuk ke dalam perusahaan Gavin.
"Abang, apa ga apa apa kalau Viona di sana? " tanya Ara pada Vano.
"Kamu tau sendiri, bagaimana keras kepala nya Viona. " jawab Vano pada Ara.
Sementara di perusahaan Gavin, Viona langsung naik lift khusus pemilik perusahaan. Saat dia sudah sampai di lantai di mana ruangan Gavin berada, ternyata Gavin dan sekertaris nya bahkan sang asisten tidak ada di sana.
"Mereka semua kemana? " tanya Viona pada diri nya sendiri.
Viona langsung masuk ke dalam ruangan Gavin, dan dia langsung duduk di kursi Gavin, Viona sengaja membalikkan kursi nya menghadap ke arah luar jendela.
Tak berselang lama Gavin datang, Gavin tidak tau kalau Viona ada di ruangan nya. Gavin dan Clarisa langsung duduk di sofa yang ada di ruangan nya, saat ini Viona sedang mendengar kan pembicaraan Gavin dan Clarisa.
"Makasih ya Vin, makan siang nya. " kata Clarisa pada Gavin.
"Santai aja. " kata Gavin pada Clarisa.
"Gue ga enak Vin sama loe. " kata Clarisa pada Gavin.
" Kenapa ga enak segala sih Ris, kita sudah berteman selama dua tahun, jadi santai saja. " kata Gavin pada Clarisa.
"Ya tetap saja gue ga enak, loe udah ngasih kerjaan ke gue. " kata Clarisa pada Gavin, Clarisa juga memegang tangan Gavin.
Viona tidak pernah mendengar tawa Gavin yang salepas itu dengan diri nya, bahkan dengan keluarga nya, tapi dia begitu lepas tertawa dengan wanita yang baru Viona kenal, tanpa terasa air mata Viona pun menetes.
Saat Gavin masih mengobrol dengan Clarisa, tiba tiba saja handphone Viona berbunyi, dan itu menyadarkan Gavin bahwa ada orang lain di sana selain mereka berdua.
"Asalamualaikum mom. " kata Viona saat sambungan telepon terhubung.
"Kaka Viona lagi di kantor abang sekarang? " tanya Ana pada sang putri sulung dari sebrang sana.
"Iya mom, tapi kaka juga udah mau pulang sekarang. " kata Viona yang langsung berdiri dari tempat duduk nya, dan berjalan menuju ke luar ruangan Gavin.
"Apa kaka akan pulang bareng abang Gavin? " tanya sang mommy dari sebrang sana.
"Tidak mom, kakak akan pulang sendiri, karena seperti nya abang sedang sibuk. " jawab Viona dengan berjalan melewati Gavin dan Clarisa yang sudah berdiri.
Gavin langsung memegang tangan Viona saat dia melewati nya, namun langsung di tepis Viona. Viona pun melanjutkan jalan nya keluar ruangan Gavin dan langsung masuk ke dalam lift yang akan membawa nya menuju lobby.
"Oh ya sudah, kaka hati hati di jalan ya. " kata ana pada putri pertama nya itu.
" Iya mom, kaka tutup dulu ya mom, asalamualaikum. " kata Viona pada sang mommy.
"Iya, Walaikumsalam. " kata Ana pada putri pertama nya itu.
*****T.B.C******