
Ana yang mendengar perkataan Ara pun menjadi terkejut, dia tidak bisa membayangkan bagaimana anak sekecil Ara pulang sendiri ke rumah nya.
"Mommy, kita antar Ara dulu ya, kasian kalau Ara pulang sendiri. " kata Viona pada sang mommy.
"Iya sayang, kita akan antar Ara pulang. " kata Ana.
"Ga usah tante, Ara sudah biasa pulang sendiri. " kata Ara.
"Ga apa-apa sayang, kita akan antar Ara sampai rumah. " kata Ana.
"Tapi rumah Ara jelek tante. " kata Ara.
" Ga apa-apa sayang, ayo kita berangkat sekarang." kata Ana pada semua nya.
Dan akhir nya mereka pun masuk ke dalam mobil, Ara menunjukan jalan menuju ke rumah nya, yang ternyata satu arah dengan jalan pulang twins.
"Tante berhenti di sini saja, rumah Ara sudah dekat. " kata Ara pada Ana.
Ana pun menyuruh sang supir untuk berhenti, Ana dan yang lain nya pun langsung turun untuk mengantar kan Ara sampai ke rumah nya.
Ana dan yang lain nya pun langsung berjalan ke sebuah gang kecil, dengan Ara yang berada di depan.
Tak berselang lama tibalah mereka semua di rumah kecil milik nenek Ara.
"Tok.... tok..... tok..... Asalamualaikum nek. " kata Ara.
"Walaikumsalam, nenek ada di belakang Ara. " kata nenek Ara.
"Silahkan masuk tante, maaf rumah nya jelek. " kata Ara dengan tersenyum.
"Ga apa - apa sayang. " kata Ana mengusap kepala Ara dengan sayang.
Tak lama kemudian nenek Ara pun masuk ke dalam rumah, nenek Ara sedikit terkejut melihat ada orang lain di rumah nya selain sang cucu.
"Oh ternyata ada tamu, silahkan duduk. " kata nenek Ara.
"Terima kasih nek. " kata Ara dan mereka pun langsung duduk lesehan.
"Maaf ya di rumah nenek ga ada sofa nya. " kata nenek Ara.
" Tida apa-apa nek. " kata Ana pada nenek Ara.
Ana dan nenek Ara pun mengobrol, sedang kan Viona dan Ara sedang bermain.
Tak terasa waktu sudah masuk jam makan siang, nenek Ara pun meminta Ana dan kedua anak nya untuk makan siang bersama.
"Maaf ya nak, makan nya seadanya nya. " kata nenek Ara.
" Iya ga apa-apa nek. " kata Ana pada nenek Ara.
" Nenek makanan nya enak, apa ade bisa nambah lagi? " tanya Viona pada nenek Ara.
" Iya cu, makan saja. " kata nenek Ara.
Setelah selesai makan siang mereka pun mengobrol lagi, tepat nya Ana berta nya tentang kedua orang tua Ara pada nenek nya.
"Nek, kemana orang tua Ara? " tanya Ana pada sang nenek.
"Kedua orang tua nya meninggal dalam kecelakaan saat usia Ara baru empat tahun. " jawab nenek, tak terasa air mata nya menetes.
"Maaf nek. " kata Ana yang merasa tidak enak.
"Tidak apa-apa nak. " jawab nenek Ara.
"Lalu bagaimana nenek biaya sehari-hari dan sekolah Ara nek? " tanya Ana lagi.
"Alhamdulillah untuk sekolah Ara mendapat kan beasiswa, sedangkan untuk kebutuhan sehari-hari nenek jadi buruh cuci. " jawab nenek Ara.
Saat Ana akan bertanya lagi, tiba-tiba handphone nya berbunyi. Ana pun langsung melihat siapa yang menelpon nya, saat tau sang suami yang menelpon Ana pun langsung mengangkat nya.
"Asalamualaikum dad. " kata Ana saat sambungan telepon tersambung.
"Walaikumsalam, mom kamu di mana? " tanya Marvell pada sang istri.
"Dad sudah pulang? " Ana malah balik bertanya.
" Iya mom tapi kalian tidak ada, memangnya kalian di mana mom? " jawab Marvell sekaligus bertanya pada sang istri.
"Ana sama twins masih di rumah teman nya twins dad, sebentar lagi Ana pulang dad. " kata Ana pada sang suami.
"Ya sudah mom hati-hati di jalan ya mom. " kata Marvell pada sang istri.
"Asalamualaikum dad. " kata Ana pada sang suami.
"Walaikumsalam mom. " jawab Marvell pada sang istri, dan Marvell pun memutuskan sambungan telpon nya.
"Nek kami pamit pulang dulu ya, soalnya suami daddy anak-anak sudah pulang ke rumah. " kata Ana pada nenek nya Ara.
"Iya nak, sekali lagi terima kasih sudah mau mengantar cucu nenek. " kata nenek nya Ara.
"Iya nek, sama-sama. " kata Ana.
"Abang, ade kita pulang dulu, daddy sudah pulang ke rumah. " kata Ana pada twins.
" Baik lah mom, tapi nanti ade boleh kan main ke sini lagi? " tanya Viona pada sang mommy.
"Tentu saja boleh, tapi ade tanya juga sama nenek, apa boleh ade main ke sini lagi.
" Nenek, ade boleh kan main ke sini lagi? " tanya Viona pada nenek nya Ara.
"Tentu saja cukup, kalian boleh main ke mari kapan pun kalian ingin kan. " kata nenek nya Ara.
"Horeeeee.... " sorak Viona senang.
"Ya sudah ayo kita pulang, kasian daddy. " kata Ana pada kedua anak nya.
"Iya mom. " kata kedua nya.
" Nek, kami pulang dulu ya, asalamualaikum. " kata Ana tak lupa Ana juga mencium tangan nenek nya Ara.
"Iya nak, Walaikum. " jawab nenek nya Ara.
"Abang, ade ayo pamitan dulu sama nenek." kata Ana pada kedua anak nya.
"Nek abang dan ade pamit pulang dulu. " kata Vano dan Viona, tak lupa mereka juga mencium tangan nenek nya Ara.
"Iya, kalian hati-hati di jalan. " kata nenek nya Ara.
Setelah mereka selesai berpamitan, mereka pun langsung berjalan menuju di mana mobil nya berada.
Dua puluh menit berlalu, akhir nya Ana dan kedua anak nya sampai di rumah.
"Asalamualaikum... " kata mereka bertiga saat masuk rumah.
"Walaikumsalam." kata semua orang yang berada di sana.
" Mah, pah, kapan kalian datang? tanya Ana pada mertua nya.
"Barusan sayang, kalian dari mana, kenapa baru pulang? '' jawab mamah Anindira, sekaligus bertanya.
" Tadi kami habis main ke rumah nenek nya Ara granma. " bukan Ana yang menjawab, melainkan Viona.
"Ara, siapa dia sayang? " tanya mamah Anindira pada sang cucu.
"Ara itu teman nya ade grenma. " jawab Viona dengan tersenyum.
"Nak? " tanya mamah Anindira meminta penjelasan sang menantu.
" Nanti Ana jelaskan mah. " kata Ana pada mamah mertua nya.
"Abang, ade sebaiknya kalian berdua mandi dulu." kata Ana pada kedua anak nya.
"Iya mommy. " kata kedua nya.
Setelah itu Viona dan Vano pun langsung berjalan menuju kamar nya masing-masing, untuk membersihkan diri mereka.
"Nak siapa Ara? " tanya mamah Anindira pada sang menantu.
Ana pun langsung menceritakan siapa Ara, dan bagaimana kehidupan Ara dan juga nenek nya.
"Astaghfirullah nak, kita harus membantu nya, kasian mereka. " kata mamah Anindira pada sang menantu.
" Iya mah, sebenarnya Ana ingin membawa mereka untuk tinggal di sini. " kata Ana pada sang mamah mertua nya.
"Kalau begitu kamu bawa saja mereka tinggal di sini nak.
" Tidak.... " kata Marvell tiba-tiba.
*****T.B.C*****