
Viona terkejut saat ada seseorang orang yang menarik tangan nya, saat dia melihat siapa yang
menarik tangan nya.
"Abang,,,,, " kata Viona pada Gavin.
Gavin membawa Viona melangkah menuju mobil nya, dan langsung menyuruh Viona untuk masuk ke dalam mobil nya.
Setelah Viona masuk, Gavin pun berjalan memutari mobil nya dan langsung duduk di kursi balik kemudi. Gavin langsung melajukan mobil nya, Viona hanya diam memandang Gavin dengan tatapan aneh.
Tak berselang lama Gavin pun menghentikan mobil nya di salah satu taman, Gavin langsung turun dari mobil nya. Gavin juga langsung membukakan pintu untuk Viona, Gavin juga menggenggam tangan Viona.
Viona pun langsung turun, mereka berdua berjalan menuju kursi yang ada di taman itu.
"Maaf." kata Gavin memecah keheningan di antara mereka.
"Kenapa abang minta maaf? " tanya Viona pada Gavin.
"Maaf, karena abang sudah buat kamu nangis. " kata Gavin pada Viona.
"Seharus nya Viona yang minta maaf sama abang, karena Viona sudah merusak masa depan abang. " kata Viona pada Gavin.
"Maksud kamu apa? " tanya Gavin pada Viona.
"Abang mau bertunangan dengan Viona pasti untuk balas budi, karena orang tua Viona sudah merawat abang kan. " kata Viona pada Gavin.
"Tapi abang jangan khawatir, Viona akan bilang sama mommy dan daddy untuk membatalkan pertunangan kita.
Mendengar Viona berkata seperti itu, Gavin hanya diam saja. Setelah Viona selesai bicara, Gavin langsung memegang tangan nya, dan langsung membawa Viona kembali berjalan menuju mobil nya.
Gavin langsung membuka pintu mobil nya, dan menyuruh Viona masuk. Setelah Viona masuk, Gavin pun berjalan memutari mobil dan masuk menuju kursi pengemudi.
Gavin langsung melajukan mobil nya menuju rumah, mereka berdua hanya diam, tak ada yang berbicara.
Saat mereka sudah sampai, Gavin pun membuka kan pintu mobil untuk Viona.
"Assalamu'alaikum." kata Gavin dan Viona saat mereka sudah memasuki rumah.
"Walaikumsalam." jawab orang yang ada di sana.
"Kalian berdua dari mana saja, kenapa baru pulang? " tanya Ana pada Gavin dan Viona.
"Semua nya, ada yang ingin Gavin sampai kan pada kalian semua nya. " kata Gavin pada semua orang yang berada di sana.
Semua orang yang berada di sana hanya bisa diam menatap Gavin yang terlihat sangat serius.
"Apa yang ingin abang Gavin sampai kan pada kami semua? " tanya Marvell pada Gavin
"Abang,ingin menikah dengan Viona secepat nya, kalau bisa hari ini juga. " kata Gavin dengan serius.
Mendengar perkataan Gavin, semua orang yang berada di sana terkejut, begitu juga dengan Viona, dia langsung menatap Gavin.
"Abang, apa yang baru saja abang katakan tadi. " kata Marvell pada Gavin.
"Iya dad, abang mau menikahi Viona sekarang juga. " kata Gavin dengan serius.
"Abang, Viona masih sekolah. " kata Marvell pada Gavin.
"Abang tau dad, kita akan mengadakan pernikahan hanya di hadiri keluarga saja dad. " kata Gavin pada Marvell.
"Setelah Viona lulus sekolah, baru kita adakan pesta nya dad. " kata Gavin pada Marvell.
"Jadi maksud abang, kalian akan menikah dulu, setelah Viona lulus baru merayakan pesta nya. " kata Marvell pada Gavin.
"Iya dad. " kata Gavin pada Marvell.
"Kita akan bicarakan ini dengan grenma dan grenfa dulu, setelah itu baru kita putuskan. " kata Marvell pada Gavin.
Mendengar itu Gavin menghembuskan nafas nya kasar, dia harus bersabar menunggu keputusan Marvell dan yang lain nya.
"Baik lah dad. " kata Gavin dengan tidak bersemangat.
"Baik mom. " jawab kedua nya.
Mereka ber dua pun langsung berjalan menuju lantai dua di mana kamar nya berada. Setelah mereka ber dua sudah tidak terlihat, semua yang ada di sana langsung kembali duduk.
"Sekarang bagaimana dad? " tanya Ana pada Marvell.
"Daddy akan bicara kan ini terlebih dulu, dengan para orang tua mom. " jawab Marvell pada sang istri.
"Iya dad sebaik nya kita bicarakan semua nya terlebih dulu, dengan para orang tua. " kata Ana pada Marvell.
"Abang, kalau grenma, grenfa, oma, dan opa setuju ka Viona menikah lebih dulu, apa abang tidak apa apa? " tanya Ana pada Vano, putra sulung nya itu.
"Tidak apa apa mom, asalkan Viona bahagia, abang akan ikut bahagia. " jawab Vano pada sang mommy.
Mendengar perkataan Vano, Ana dan Marvell pun tersenyum, Ana langsung mengusap pucuk kepala Vano dengan sayang.
"Mommy yakin suatu saat nanti akan tiba waktu nya untuk abang. " kata Ana pada Vano.
Mendengar perkataan sang mommy, Vano pun tersenyum, Vano juga sekilas menatap Ara. Melihat sang putra yang melihat Ara, Marvell dan Viona pun tersenyum.
Vano langsung tersadar, dan menatap kepada mommy dan daddy nya, Vano pun tersenyum karena dia ketauan menatap Ara, walaupun hanya sebentar.
Ana langsung berjalan mendekati Ara, Ana juga mengusap kepala Ana.
"Apa mommy bisa bicarakan sesuatu dengan kamu sayang. " kata Ana pada Ara.
"Tentu saja boleh mom. " kata Ara pada Ana.
"Ayo sebaik nya kita bicara di kamar kamu saja sayang. " kata Ana pada Ara.
Ana dan Ara pun langsung berdiri, dan mereka berdua langsung berjalan menuju di mana kamar Ara berada.
"Dad, mommy mau bicara apa pada Ara? " tanya Vano pada sang daddy.
"Daddy ga tau, kenapa abang tidak tanya mommy saja. " kata Marvell pada sang putri.
"Daddy tidak asik ah. " kata Vano yang langsung berdiri dan berjalan.
"Abang mau kemana? " tanya Marvell pada sang putra.
" Abang mau istirahat dulu dad, abang cape. " kata Vano dan meneruskan langkah nya menuju ke kamar nya yang berada di lantai dua.
Setelah sampai di kamar nya, Vano langsung merebahkan diri nya, Vano menatap langit langit kamar nya.
"Apa yang ingin mommy bicarakan dengan Ara? " tanya Vano pada diri nya sendiri.
Sementara di kamar Ara, Ana sedang membicarakan sesuatu.
"Ara apa mommy boleh bertanya sesuatu? " tanya Ana pada Ara.
"Tentu saja boleh mom. " jawab Ara pada Ana.
"Apa Ara sekarang Ara sudah punya pacar? " tanya Ana pada Ara.
Ara yang mendengar pertanyaan itu dari Ana pun langsung menatap Ana, setelah itu Ara menggeleng kan kepala nya sebagai jawaban.
Melihat Ara yang menggelengkan kepala nya, Ana pun langsung tersenyum. Ana langsung menggenggam tangan Ara, dan mengusap nya.
"Mommy ingin bertanya, tapi Ara harus janji, Ara akan menjawab jujur. " kata Ana pada Ara.
"Ara mau kan? " kata Ana lagi padi Ara.
"Iya mommy, Ara akan menjawab jujur pertanyaan mommy. " kata Ara pada Ana, mendengar itu Ana pun tersenyum.
"Apa Ara menyukai Vano? " tanya Ana pada Ara.
*****T.B.C*****