My Baby'S

My Baby'S
Part 19



Setelah Viona selesai membersihkan diri nya, Viona langsung berjalan menuruni tangga menuju taman belakang, di mana semua keluarga nya berada.


"Selamat sore semua nya. " kata Viona pada semua orang yang berada di sana.


"Sore ka. " jawab semua orang bersamaan.


Viona pun langsung duduk di sebelah Gavin, dan langsung bergelayut manja pada sang kekasih.


"Ka Vio, kenapa selalu ingin berdekatan terus dengan abang Gavin? " tanya Alice pada Viona.


"Anak kecil, kenapa kepo sekali. " kata Viona pada Alice.


"Ka Vio,Alice bukan anak kecil. " kata Alice mengerucutkan bibir nya.


"Di sini kan memang ade yang paling kecil. " kata Viona tidak mau kalah.


" Mommy, ka Vio ngeledek terus. " kata Alice pada sang mommy, tak lupa dia juga memeluk sang mommy.


"Ka, jangan gangguin ade nya terus. " tegur Ana pada Viona.


"Dasar tukang ngadu. " kata Viona pada Alice.


" Mommy. " kata Alice pada Ana.


"Ka, jangan di gangguin Alice nya ya. " kata Gavin dengan lembut, tak lupa dia juga mengusap pucuk kepala Viona.


Melihat itu Marvell dan Ana pun tersenyum, dia bersyukur sang putri berjodoh dengan Gavin, karena mereka tau bagaimana Gavin.


"Iya abang. " kata Viona pada Gavin.


Viona pun langsung berdiri dari duduk nya, dan berjalan menghampiri sang adik. Viona langsung memeluk Alice, dan menciumi wajah sang adik.


"Maafin ka Vio ya. " kata Viona pada sang adik.


"Iya ka, tapi kaka berhenti mencium ade. " kata Alice pada Viona.


"Baik lah, adik ku tersayang. " kata Viona pada Alice.


Viona pun melepaskan pelukan nya dari sang adik, dia langsung berjalan kembali menuju sang kekasih dan duduk kembali di tempat dia duduk tadi.


Melihat tingkah Viona, Gavin pun tersenyum, dia juga mengusap pucuk kepala Viona dengan sayang.


"Sebaik nya sekarang kita masuk. " kata Ana pada semua nya.


"Sebentar lagi hari mau gelap. " sambung nya lagi.


Akhir nya mereka semua masuk ke dalam rumah, tak berselang lama azan maghrib pun berkumandang, mereka semua langsung bersiap untuk melaksanakan sholat maghrib, dengan di imami Marvell.


Setelah selesai, mereka semua langsung berjalan menuju ruang makan, untuk makan malam bersama.


Sementara di tempat lain, Clarissa sedang duduk termenung melihat ke luar jendela kamar nya, dia langsung mengambil handphone nya dan langsung menelpon seseorang.


"Hallo, aku ingin kau melakukan pekerjaan mu besok. " kata Clarissa pada seseorang.


Setelah mengatakan itu, Clarissa langsung menutup sambungan telepon nya.


"Kamu harus menjadi milik ku Gavin. " Kata Clarissa, dia juga sedang menatap foto Gavin yang berada di ponsel nya.


Kembali lagi ke keluarga Marvell, mereka sedang berbincang bincang tentang tema apa yang di ingin kan Viona dan Gavin di pesta pernikahan nya nanti.


"Ka Vio, nuansa apa yang kaka ingin kan saat pernikahan nanti? " tanya Ana pada putri pertama nya itu.


"Kaka ingin pernikahan nya di adakan di pantai mom. " kata Viona pada sang mommy.


"Tapi ka, apa tidak apa apa, kita kan hanya akan mengundang keluarga saja? " tanya Ana pada putri pertama nya itu.


"Tida apa apa mom. " kata Marvell pada sang istri.


"Nanti kita juga akan adakan pesta resepsi nya juga di pantai kalau kaka mau. " kata Marvell pada sang istri lagi.


"Baik lah dad. " kata Ana pada sang suami.


Jawaban sang mommy dan daddy nya menjadi senang mendengar jawaban kedua orang tua nya.


"Terima kasih mom, dad. " kata Viona, tak lupa dia juga langsung memeluk kedua orang tua nya.


"Mommy, daddy, Alice juga mau ikut di peluk. " kata Alice.


Alice pun langsung berlari, dan langsung masuk ke dalam pelukan kedua orang tua nya dan juga sang kaka perempuan.


Setelah melepaskan pelukan nya, mereka pun melanjut kan pembahasan nya. Tak terasa malam pun kian larut, mereka pun langsung masuk ke dalam kamar nya masing masing.


Pagi pun tiba, saat ini mereka sedang menikmati sarapan pagi nya. Kebetulan hari ini sekolah twins sedang libur.


"Abang Gavin, nanti siang Vio akan antar kan makan siang buat abang. " kata Viona pada Gavin.


"Iya ka, terima kasih. " jawab Gavin pada Viona.


"Kenapa kak Vio hanya mengantarkan makan siang untuk abang Gavin saja? " tanya Marvell pada sang putri.


"Kan daddy akan di antar kan makan siang sama mommy. " kata Viona pada sang daddy.


"Sedangkan abang Vano akan di antar kan makan siang sama ka Ara. " kata Viona lagi.


Dan perkataan Viona membuat Vano dan Ara langsung tersedak, mereka berdua pun langsung mengambil air minum nya masing masing.


"Abang Vano dan ka Ara kenapa? " tanya Viona pada kedua nya, dan hanya di balas dengan gelengngan kepala.


Dan mereka pun melanjutkan sarapan nya, setelah selesai para pria pun langsung berpamitan untuk berangkat ke kantor, tak lupa dengan Alice yang akan di antar kan Marvell menuju ke sekolah nya.


Setelah berpamitan, mereka pun berangkat dengan mobil masing masing.


Tak terasa hari sudah menunjukkan jam sebelas siang.


"Mom, ayo kita buat untuk makan siang nanti. " kata Viona pada sang mommy.


"Baik lah ka, jangan lupa ajak juga Ara. " kata Ana pada sang putri.


"Siap mommy. " kata Viona pada sang mommy.


Viona pun langsung berjalan menuju ke kamar di mana Ara berada.


"Tok,,,,, tok,,,,, tok,,,,, " pintu kamar Ara di ketuk.


"Clek,,,, " suara pintu di buka dari dalam.


"Ada apa? " tanya Ara pada Viona.


" Mommy mengajak kita untuk membuat makan siang. " kata Viona pada Ara.


"Baik lah, ayo kita ke sana, kasian mommy kalau harus menunggu. " kata Ara pada Viona.


Mereka berdua pun langsung berjalan menuju dapur, di mana sang mommy berada.


"Mommy." kata Ara pada Ana.


"Ayo, kita buat makan siang sekarang. " kata Ana pada kedua nya.


Dan mereka bertiga pun langsung menyiapkan untuk makan siang, yang akan mereka bawa ke kantor.


Satu jam sudah mereka membuat makan siang, dan mereka juga sudah memasukkan nya ke dalam tempat yang akan mereka bawa nanti.


"Sekarang lebih baik kita mandi dulu, sebelum kita berangkat. " kata Ana.


"Iya mom. " jawab kedua nya.


Mereka pun langsung berjalan menuju ke dalam kamar nya masing masing, tak membutuhkan waktu lama, mereka pun sudah selesai dan sudah berada di bawah.


"Ka Vio, kita berangkat bersama saja. " kata Ana pada putri nya.


"Ga usah mom, biar Vio bawa mobil sendiri. " kata Viona pada sang mommy.


"Lagi pula kita kan beda arah mom. " kata nya lagi.


"Ya sudah, kaka hati hati nyetir nya. " kata Ana pada sang putri.


Dan mereka bertiga pun langsung berangkat menuju ke kantor tujuan mereka masing masing.


Saat Viona sebentar lagi sampai ke perusahaan Gavin tiba tiba saja.


"Brakkkkkk,,,,,, "


*****T.B.C*****