My Baby'S

My Baby'S
Part 4.



Vano yang mendengar sang adik akan bertunangan minggu depan pun tersenyum.


"Mommy, daddy kenapa Viona duluan yang bertunangan, seharus nya kan abang dulu. " kata Vano pura-pura tidak setuju.


"Memang nya abang sudah ada calon nya? " tanya Marvell pada sang putra.


"Kalau sudah ada kenal kan sama mommy dan daddy, biar kami juga langsung melamar nya. " kata Ana pada sang putra.


"Mommy sebenar nya abang Vano kan suka sama.... " kata Viona yang langsung di tutup mulut nya dengan tangan oleh Vano.


"Abang, lepas itu tangan kamu dari mulut Viona. " kata Ana pada sang putra.


"Loe diem, jangan bilang apa pun pada mommy. " kata Vano berbisik pada sang adik, yang hanya di angguki kepala oleh Viona sebagai jawaban.


Vano pun langsung melepaskan tangan nya dari mulut Viona.


"Siapa yang di sukai abang ka? " tanya Marvell pada sang putri.


"Viona ga tau dad. " jawab nya pada sang daddy.


"Kamu ini, dikirain tau siapa pacar abang. " kata Marvell pada Viona.


"Abang Vano itu ga punya pacar dad. " jawab Viona pada sang daddy.


"Tapi kalau wanita yang di sukai nya ada. " kata Viona dengan berlari langsung menuju kamar nya.


"Viona... " teriak Vano pada sang adik.


Saat Vano akan mengejar nya langsung di cegah Gavin.


"Sudah lah bang. " kata Gavin pada Vano.


"Pacar abang Gavin yang menyebalkan. " kata Vano pada Gavin.


"Itu juga saudara kembar kamu bang. " jawab Gavin pada Vano.


"Mommy masukin saja lagi Viona ke dalam perut mommy. " kata Vano pada sang mommy.


"Abang kamu ini kalau ngomong suka ngaco. " kata Ana pada sang putra.


Ara yang mendengar kalau Vano menyukai seseorang pun langsung menundukkan wajahnya.


"Ada apa dengan ku, kenapa aku tidak suka mendengar kalau Vano menyukai seseorang? " tanya nya pada diri nya sendiri di dalam hati.


"Mom, dad, abang Gavin, abang Vano, Ara mau istirahat dulu ya, Ara sudah mengantuk. " kata Ara pada semua nya.


"Oh iya sayang. " jawab Ana pada Ara.


"Sebaik nya kalian juga istirahat ini sudah malam, besok kalian harus sekolah. " kata Ana pada semua nya.


" Iya mom, dad. " jawab Gavin dan Vano bersamaan.


Ana dan Marvell pun langsung berjalan menuju kamar mereka, sementara Vano, dia menatap punggung Ara dengan sendu.


" Kalau abang Vano suka bilang saja, nanti keburu di ambil orang loh bang. " kata Gavin pada Vano, tak lupa Gavin juga menepuk pundak Vano.


Gavin pun langsung berjalan menuju lantai atas di mana kamar nya berada, Vano terus melihat pintu kamar Ara yang berada di lantai satu, tepat nya kamar almarumah nenek nya Ara.


Nenek Ara sudah meninggal satu tahun yang lalu, sejak saat itu Ara pindah ke kamar yang dulu di tempati sang nenek, karena menurut nya kamar itu membuat dia merasa bahwa sang nenek selalu berada di dekat nya.


Vano pun langsung berjalan menuju kamar nya di lantai dua, Vano langsung merebahkan diri nya di atas tempat tidur nya.


"Apa gue harus bilang sama Ara, kalau sebenar nya gue suka sama dia. " kata Vano pada diri nya sendiri.


"Tapi bagaimana kalau dia nolak gue, dan dia hanya menganggap gue sebagai abang nya saja." kata Vano lagi.


"Arghhh,,,, gue pusing, lebih baik gue tidur. " kata nya lagi, Vano pun langsung memejam kan mata nya.


Sementara di kamar lain, tepat nya di kamar Ara, dia sedang duduk melamun berdiri di depan jendela, dia menatap kosong ke luar jendela.


"Apa yang sebenarnya terjadi padaku, kenapa hatiku saat saat tau abang Vano punya seseorang yang di sukai nya. " kata Ara pada diri nya sendiri.


Ara pun berjalan menuju tempat tidur nya, dia ingin langsung tidur, dia tidak ingin memikirkan hal ini lagi, dia ingin fokus pada sekolah nya saja.


Ara langsung memejamkan mata nya, tak berselang lama, dia pun langsung terlelap.


Pagi pun tiba, saat ini mereka semua sudah berada di ruang makan untuk sarapan. Setelah selesai, mereka bertiga pun berpamitan untuk berangkat ke sekolah.


"Mom, dad abang akan antar Viona dulu ke sekolah. " kata Gavin pada Marvell dan Ana.


"Iya, abang Gavin hati-hati di jalan. " kata Ana pada Gavin.


"Mom, dad kami juga mau berangkat dulu. " kata Vano pada kedua orang tua nya.


Tak lupa Vano juga mencium tangan kedua orang tua nya secara bergantian.


"Ara ayo, nanti kita bisa terlambat. " kata Vano pada Ara.


"Ah iya bang. " kata Ara.


"Mom, dad, Ara berangkat dulu. " kata Ara pada Ana dan Marvell, tak lupa dia juga mencium tangan Ana dan Marvell secara bergantian.


"Asalamualaikum." kata Ara pada kedua nya.


"Walaikumsalam." jawab mereka berdua bersamaan.


"Kalian hati-hati. " kata Ana pada kedua nya, dan hanya di jawab dengan anggukan kepala.


"Loh ka Viona kenapa belum berangkat, abang Gavin nya mana? " tanya Ana pada Viona.


"Abang lagi ambil motor dulu mom. " kata Viona pada sang mommy.


Tak berselang lama, Gavin pun berhenti di depan mereka, Gavin turun sebentar untuk berpamitan.


"Mom, dad abang berangkat dulu. " kata Gavin pada kedua nya, tak lupa mencium tangan kedua nya, begitu juga dengan Viona, dia juga mencium tangan kedua orang tua nya secara bergantian.


"Asalamualaikum." kata kedua nya secara bersamaan.


"Walaikumsalam." jawab kedua nya.


"Kalian hati-hati di jalan." kata Ana pada kedua nya.


Gavin dan Viona pun berangkat menggunakan motor.


"Sayang, seperti nya abang Vano menyukai Ara. " kata Gavin pada sang kekasih.


"Bagaimana abang tau, apa abang Vano yang bilang? " tanya Viona pada sang kekasih.


"Abang bisa melihat dari tatapan Vano pada Ara. " kata Gavin pada sang kekasih.


"Vio harap abang Vano dan Ara bisa seperti kita bang. " kata Viona pada sang kekasih, dia juga semakin mengeratkan pelukan nya pada pinggang sang kekasih.


"Kita do'a kan saja yang terbaik untuk mereka sayang. " kata Gavin pada sang kekasih.


"Iya bang. " jawab Viona pada sang kekasih.


Sementara di dalam mobil, Ara seperti biasa nya hanya diam dan melihat ke luar kaca mobil, sesekali Vano melirik ke arah Ara, dan terkadang dia juga tersenyum melihat Ara.


Tak berselang lama, mereka pun sampai di sekolah, seperti biasa Ara akan turun di gerbang sekolah, sementara Vano akan menuju parkiran sekolah.


Saat Ara sedang berjalan menuju ke kelas nya, Viona memanggil nya, dan Ara pun menghentikan langkah nya untuk menunggu Viona.



Ini dia visual nya Arabella.


*****T.B.C*****