My Baby'S

My Baby'S
BAB 39.



Tak terasa sudah satu tahun berlalu, saat ini Ara sedang mengerjakan tugas kuliah nya.Tanpa dia sadari, sedari tadi ada yang sedang memperhati kan nya dari luar.



Saat Ara merasa ada yang memperhatikan nya, dia pun terkejut saat melihat tunangan nya sudah berada di depan pintu kamar nya.


"Abang,,,, " kata Ara dengan pelan.


Melihat Ara yang kaget, Vano pun langsung berjalan mendekati tunangan nya, setelah sampai di hadapan Ara, Vano pun langsung memeluk tunangan nya.


"Abang sangat merindukan mu yang. " kata Vano, yang masih memeluk sang tunangan.


Karena masih terkejut, Ara pun tidak menjawab perkataan Vano, dia masih diam mematung tanpa menjawab atau pun membalas pelukan Vano.


"Yang, apa kamu tidak merindukan ku? " tanya Vano pada Ara.


Karena belum mendapatkan jawaban dari Ara, Vano pun langsung mencium pipi Ara, dan itu berhasil membuat dia tersadar.


"Abang,,,,, " teriak Ara saat dia sudah tersadar dari keterkejutan nya.


"Ini beneran abang kan, aku lagi ga ber halusinasi kan? " tanya nya pada Vano.


"Tentu saja ini abang yang. " kata Vano pada Ara, tak lupa dia juga menangkup pipi Ara.


"Abang kapan pulang? " tanya Ara pada Vano, dan tak terasa air mata nya menetes.


Melihat Ara menangis, Vano pun langsung memeluk Ara kembali.


"Abang baru saja sampai yang. " jawab Vano pada sangat tunangan.


"Kenapa abang ga bilang kalau mau pulang? " tanya Ara lagi dalam pelukan Vano.


"Sengaja, abang mau buat kejutan buat kamu. " jawab Vano pada Ara.


"Ih, abang nyebelin. " kata Ara pada Vano.


"Maaf yang, kalau abang buat kamu terkejut. " kata Vano pada Ara.


"Iya ga apa apa bang, lagian Ara seneng kalau abang pulang. " jawab Ara pada Vano.


"Abang di sini berapa lama? " tanya Ara pada Vano.


"Mungkin satu minggu yang. " jawab Vano pada Ara.


"Abang lagi libur kuliah nya ya? " tanya Ara pada Vano.


"Engga yang, abang ambil cuti. " kata Vano pada Ara.


"Memang nya ada apa bang? " tanya Ara pada Vano.


"Abang ada urusan di perusahaan yang. " kata Vano pada Ara.


"Oh, berarti abang sibuk? " tanya Ara pada Vano.


"Ya begitulah. " jawab Vano pada Ara.


"Ya sudah, lebih baik sekarang abang istirahat dulu. " kata Ara pada Vano.


"Kamu juga istirahat ya yang. " kata Vano pada Ara.


"Iya bang. " jawab Ara pada Vano.


"Selamat malam sayang. " kata Vano pada Ara.


"Malam bang. " kata Ara pada Vano.


Vano pun langsung keluar dari kamar Ara, setelah Vano keluar dari kamar nya, Ara pun langsung menutup dan mengunci pintu kamar nya.


Pagi pun tiba, Saat ini semua keluarga sudah berada di ruang makan.


"Selamat pagi semua nya. " kata Vano pada semua nya.


Mendengar sapaan dari Vano, semua orang menatap pada Vano.


"Abang kapan pulang? " tanya Marvell pada sang putra.


"Ya sudah, lebih baik sekarang kita sarapan dulu. " kata Marvell.


Mereka semua nya langsung sarapan, setelah mereka selesai, tiba tiba saja ada suara seseorang mengucapkan salam dari luar.


"Asalamualaikum." kata Viona dan Gavin dari luar.


"Walaikumsalam." jawab semua orang yang berada di sana.


"Abang, kapan pulang? " tanya Viona saat melihat abang nya ada di rumah.


"Tadi malam. " jawab Vano pada sang adik.


"Ya sudah, ka Ara ayo kita berangkat. " kata Viona mengajak calon kaka ipar nya itu berangkat bersama.


"Hari ini Ara akan berangkat bareng abang. " jawab Vano pada sang adik.


"Oh ya sudah, kalau begitu aku berangkat bareng mas Gavin. " jawab Viona pada sang abang.


"Ya sudah ayo kita berangkat sekarang. " kata Vano.


Mereka pun langsung berpamitan pada kedua orang tua nya, tak lupa mereka juga mencium tangan daddy Marvell dan mommy Ana.


Saat ini Ara sedang berada di dalam mobil Vano, mereka berdua mengobrol tentang kuliah nya masing masing. Tak berselang lama akhir nya mereka pun sudah sampai di kampus, Ara langsung turun dari mobil Vano, dan saat Ara sedang berjalan tiba tiba saja tangan nya di gemgam tangan nya oleh seorang laki laki.


Vano yang melihat tangan tunangan nya di gemgam laki laki lain, langsung saja emosi dan dia langsung keluar dari mobil nya, dan langsung berjalan menuju ke arah Ara.


Sementara di tempat Ara, dia terkejut saat tangan nya di gemgam oleh kaka senior nya.


"Ka lepas. " kata Ara pada laki laki tersebut.


"Tidak Ara, sebelum kamu mendengar apa yang ingin aku kata kan. " kata laki laki itu yang bernama Wisnu.


"Ara, apa kamu mau menjadi pacar ku? " tanya Wisnu pada Ara.


Mendengar Wisnu yang meminta Ara menjadi pacar nya, sontak saja semua orang yang berada di sana langsung berteriak.


"Terima,,,,, terima,,,,,, terima,,,,, " kata semua mahasiswa dan mahasiswi yang berada di sana.


Belum sempat Ara menjawab, tiba tiba saja tangan laki laki itu di tepis oleh Vano.


"Lepaskan tangan mu. " kata Vano dengan nada dingin nya.


"Apa hak mu menyuruh ku. " kata Wisnu pada Vano.


"Karena aku tidak menyukai nya. " kata Vano pada laki laki tersebut.


"Kau suka atau pun tidak aku tidak peduli, jadi jangan ikut campur. " kata Wisnu pada Vano.


"Menyingkir dari hadapan ku dan juga calon pacar ku. " kata Wisnu pada Vano, dia juga langsung mendorong tubuh Vano dari hadapan nya.


Vano yang kurang keseimbangan tubuh nya pun terjatuh,Vano yang di perlakuan seperti itu, dia pun semakin emosi, Ara yang ingin menghampiri dan membantu Vano pun langsung di pegang tangan nya oleh Wisnu.


Melihat itu, emosi Vano pun semakin menjadi, dia langsung berdiri dan langsung memukul pipi sebelah kanan Wisnu. Gavin dan Viona yang melihat itu pun mereka langsung menghampiri Vano, Wisnu yang di pukul Vano pun tak terima, dia langsung balas memukul kembali Vano.


Saat Vano akan memukul kembali Wisnu, namun langsung di tahan oleh Gavin.


"Lepas, biar gue hajar dia." kata Vano yang masih emosi pada Wisnu.


"Bang tenang. " kata Gavin pada Vano.


"Gue ga bisa tenang, karena dia sudah berani memegang tangan tunangan gue, calon istri gue." kata Vano pada Gavin.


Mendengar kata calon istri, Wisnu pun langsung terdiam tidak memberontak minta di lepas kan.


"Abang Vano tenang, kasian Ara. " kata Gavin pada Vano.


"Abang coba lihat, Ara ketakutan dan menangis melihat abang seperti itu.


Mendengar nama Ara di sebut, Vano pun langsung melihat ke arah di mana Ara saat ini sedang menangis dalam pelukan Viona.


Vano pun langsung berhenti memberontak, dan dia langsung berjalan menghampiri Ara yang menangis dalam pelukan sang adik.


***** T. B. C *****