
Akhir nya mereka mendapat kan mie ayam yang di inginkan Ana tepat pukul tiga subuh, mereka pun langsung melajukan mobil nya ke rumah sakit.
Marvell dan yang lain nya tiba di rumah sakit tepat pukul empat lebih, saat mereka sudah sampai di ruangan Ana. Ternyata Ana sedang tidur dengan lelap, Marvell pun berjalan menghampiri nya dan Marvell juga membangun kan sang istri.
"Mom.... mom.... mommy bangun, ini mie ayam nya sudah ada." kata Marvell pada sang istri.
"Emmmm.... apa dad, aku masih ngantuk. " kata Ana pada sang suami.
" Mom bangun dulu, ini mie ayam nya aku sudah dapat. " kata Marvell pada sang istri.
" Ga mau, dad aja yang makan. " kata Ana tanpa rasa bersalah sedikit pun, bahkan Ana malah melanjutkan lagi tidur nya.
Mendengar perkataan Ana, membuat kedua sahabat Marvell tertawa.
"Ha.... ha.... ha..... ha... " tawa kedua sahabat Marvell pecah.
" Diam.... " teriak Ana pada kedua sahabat nya.
" Kalian sangat berisik. " kata Ana lagi, yang langsung membalikkan posisi tidur nya.
Mendengar teriakan dari istri sang sahabat, Andre dan Bayu pun langsung menutup mulut mereka. Sementara Marvell, dia langsung berjalan menuju sofa di mana kedua sahabat nya berada.
"Apa istri mu sedang hamil? " tanya Andre pada Marvell.
" Iya. " jawab Marvell singkat.
"Seperti nya mulai sekarang kau harus siap-siap Vell. " kata Andre yang di angguki Bayu.
" Maksud mu? " tanya Marvell pada kedua sahabat nya.
"Apa kau tidak ingat, waktu istri mu hamil anak pertama kalian? " tanya Andre pada Marvell.
Marvell pun mengingat kejadian saat dia mengalami kehamilan simpatik, Marvell langsung menggeleng kan kepala nya.
"Apa gue akan seperti dulu lagi? " tanya Marvell pada kedua sahabat nya.
"Gue ga tau. " jawab kedua nya bersamaan.
Tanpa terasa mereka pun malah terlelap di sofa, mungkin karena mereka tidak tidur dari tengah malam sampai subuh tadi.
Waktu sudah menunjukkan pukul enam pagi, tapi Marvell dan kedua sahabat nya masih belum bangun. Sedangkan Ana, saat ini sudah duduk di ranjang perawatan nya.
Tak berselang lama twins Ara, dan Gavin masuk ke dalam ruangan rawat Ana. Mereka langsung menghampiri Ana di ranjang nya, dan mereka juga secara bergantian mencium tangan Ana.
" Mommy, kenapa daddy belum bangun? " tanya Viona pada sang mommy.
" Kenapa ada om Andre dan om Bayu juga mom?" lanjut nya lagi.
"Mommy juga ga tau, lebih baik ade bangun kan saja daddy nya. " jawab Ana pada sang putri.
"Kata daddy, hari ini kita akan jalan-jalan. " kata Ana lagi pada sang putri.
"Asik, baik lah mom, ade akan bangun kan daddy." kata Viona dengan semangat, dan langsung berjalan menghampiri Marvell.
"Daddy.... daddy.... daddy..... ayo bangun, bukan nya kita mau jalan-jalan hari ini, kata mommy. " kata Viona dengan terus menggoyangkan lengan Marvell.
Walaupun sudah di bangun kan sang putri, Marvell masih saja belum bangun. Viona yang kesal pada sang daddy pun, langsung berteriak.
"Daddy bangun..... " kata Viona berteriak.
Mendengar teriakan sang putri, Marvell dan kedua sahabat nya pun langsung terbangun. Mereka merasakan pusing di kepala nya, Marvell dan yang lain nya pun langsung memijit pangkal hidung nya.
"Ya ampun ade, kenapa teriak? " tanya Marvell pada sang putri.
"Daddy, dari tadi ade sudah bangun kan daddy, tapi daddy tetap tidak mau bangun. " kata Viona dengan mengerucut kan bibir nya.
"Maaf sayang, soal nya daddy ngantuk, semalam daddy kurang tidur. " kata Marvell menjelaskan pada sang putri.
"Memang nya semalam daddy abis ngapain? " tanya Viona pada sang daddy.
"Semalam ade bayi minta di belikan mie ayam. " jawab Marvell pada sang putri.
"Iya sayang, sebentar lagi abang, ade dan Ara akan punya adik bayi.
Mendengar perkataan sang daddy, Viona terbentang. Tak berapa lama kemudian, Viona langsung tersaputri
"Horeeee, sebentar lagi ade akan jadi kaka. " teriak Viona.
" Ade, jangan teriak. " kata Marvell pada sang putri.
" Maaf daddy. " kata Viona pada sang daddy.
" Ya sudah Vell, kita pulang dulu kalau begitu. " kata kedua sahabat nya.
" Oh iya, thanks ya semalam kalian sudah menemaniku. " kata Marvell pada kedua sahabat nya.
Kedua sahabat nya itu hanya mengacungkan jempol mereka, kemudian mereka pun pergi meninggalkan ruang rawat Ana.
Marvell pun langsung berjalan menuju ke dalam kamar mandi untuk mencuci wajah nya, agar dia merasa lebih segar.
Setelah Marvell selesai membersihkan wajah nya, Marvell pun langsung berjalan menghampiri istri dan anak-anak nya.
" Daddy ayo kita berangkat sekarang, mommy ingin sarapan bubur ayam dulu. " kata Ana pada sang suami.
"Ya sudah, ayo kita berangkat sekarang saja. " kata Ana lagi.
" Ya sudah, ayo mom. " kata Marvell pada sang istri.
Akhirnya mereka semua berjalan keluar dari ruang rawat tersebut, mereka semua langsung berjalan menuju parkiran di mana mobil Marvell berada.
Setelah mereka sampai, mereka semua langsung masuk ke dalam mobil. Setelah semua nya siapa, Marvell langsung menjalankan mobil nya menuju salah satu mall terbesar di kota itu.
Saat masih setengah perjalanan Ana meminta Marvell untuk menghentikan mobil nya di salah satu pedang yang menjual sempol.
"Dad, aku mau itu. " kata Ana pada sang suami.
"Baik lah mom. " kata Marvell pada sang istri.
Marvell pun langsung turun dan membelikan apa yang di inginkan sang istri, Marvell langsung masuk kembali ke dalam mobil nya setelah membayar makanan nya.
"Ini mom. '' kata Marvell pada sang istri.
" Terima kasih dad. " kata Ana pada sang suami.
Tak lupa Marvell juga membeli untuk twins, Ara, dan Gavin.
"Makasih dad/om." kata semua nya bersamaan.
Akhir nya Marvell pun langsung menjalankan kembali mobil nya menuju maal.
Setelah menempuh perjalanan hampir satu jam, akhir nya mereka pun sampai. Marvell langsung memarkirkan mobil nya, mereka semua nya langsung turun dari mobil setelah mobil sudah terparkir.
"Ayo sekarang kita masuk. " kata Ana antusias.
Mereka pun masuk ke dalam mall dengan Ana yang menggandeng Ara, Marvell menggandeng Viona dan Gavin yang menggandeng Vano.
Mereka langsung masuk ke toko pakaian yang terkenal, Ana langsung berjalan memilih beberapa baju untuk anak laki-laki.
"Dad, kita mau beli baju untuk siapa? " tanya Viona pada sang daddy.
"Kita akan beli baju untuk kak Gavin dan tentu saja untuk kalian juga. " jawab Marvell pada sang putri.
Gavin yang mendengar nya pun sedikit terkejut.
"Om baju di sini mahal-mahal, biar nanti Gavin beli nya di tempat yang menjual baju yang murah. " kata Gavin pada Marvell.
"Tidak bisa, kita akan membeli nya disini. " kata Ana tidak ingin di bantah.
*****T.B.C*****