My Baby'S

My Baby'S
BAB 41



Tak terasa hari sudah semakin sore, Vano pun langsung mengajak Ara untuk pulang.


"Yang kita pulang sekarang yu. " ajak Vano pada tunangan nya.


"Iya, ayo bang. " kata Ara pada Vano.


Vano dan Ara pun berjalan keluar dari ruangan Vano, tak lupa dengan tangan Ara yang di gemgam erat oleh Vano. Selama mereka berdua berjalan menuju lobby perusahaan, banyak para pegawai yang menyapa nya, namun hanya di jawab dengan anggukan kepala oleh Vano.


"Abang, kalau ada yang nyapa tuh di jawab. " kata Ara pada Vano, saat mereka berdua sudah berada di dalam mobil nya.


"Kan tadi abang jawab yang. " kata Vano pada Ara.


"Mana ada abang jawab. " kata Ara pada Vano.


"Abang jawab nya, pakai anggukan kepala yang. " kata Vano pada Ara.


"Ya udah terserah abang. " jawab ara Ara pasrah.


"Oh iya, abang di di sini berapa lama? " tanya Ara pada Vano.


"Abang di sini cuma satu minggu yang. " kata Vano pada Ara, tak lupa dia juga mengusap kepala Ara dengan sebelah tangan nya, sementara tangan satu nya masih menyetir.


"Kenapa abang di sini cuma sebentar? " tanya Ara pada Vano, dengan wajah kecewa nya.


"Abang cuma ngambil cuti selama seminggu yang. " kata Vano pada Ara.


Di dalam mobil pun menjadi hening, dengan pikiran mereka masing masing.Tak berselang lama mereka berdua pun sudah turun dari mobil nya, Vano dan Ara pun langsung berjalan masuk ke dalam rumah.


"Asalamualaikum." kata Vano dan Ara secara bersamaan.


"Walaikumsalam." kata mommy Ana yang sedang berada di dapur.


" Mommy lagi apa? " tanya Vano pada mommy Ana, tak lupa dia mencium tangan mommy Ana dan Ara pun melakukan hal yang sama dengan Vano.


"Mommy lagi masak bang. " jawab mommy Ana pada sang putra.


"Abang, wajah abang kenapa? " tanya mommy Ana saat melihat ada lebam di wajah sang putra.


"Tida apa apa mom. " kata Vano pada sang mommy, dengan tersenyum tampan pada sang mommy.


"Abang,,,,,,, " kata mommy Ana pada sang putra.


"Abang tadi mukul orang yang mengganggu calon mantu bunda, dan dia balas pukul abang. " kata Vano pada mommy Ana.


"Ara sayang, kamu tidak apa apa kan? " tanya mommy Ana pada Ara.


"Ara ga baik baik saja mom. " kata Ara pada mommy Ana.


"Bukan yang seperti mommy pikirkan. " kata Vano pada mommy Ana.


"Lalu apa maksud nya? " tanya mommy Ana pada sang putra.


"Maksud abang, dia mukul orang yang tadi bilang cinta sama ka Ara mom. " bukan Vano atau pun Ara yang menjawab, tapi Viona lah yang menjawab.


"Apa benar bang? " tanya mommy Ana pada putra nya.


"Iya mom. " jawab Vano pada sang mommy.


"Kenapa harus menggunakan kekerasan bang? " tanya mommy Ana pada sang putra.


" Maaf mommy, tadi abang cemburu karena laki laki itu memegang tangan Ara. " kata Vano pada sang mommy.


"Ya sudah, tapi lain kali jangan seperti itu lagi ya bang. " kata mommy Ana pada sang putra, tak lupa dia juga mengusap sayang kepala sang putra dengan sayang.


"Iya mom. " jawab Vano pada sang mommy.


"Ka Viona, kesini bersama siapa? " tanya mommy Ana pada sang putri.


"Sendirian mom. " kata Viona pada sang mommy.


"Oh kalau begitu sebaik nya kalain beristirahat dulu, mommy akan melanjutkan membuat makanan untuk makan malam. " kata mommy Ana pada semua nya.


"Iya mom. " jawab ketiga nya bersamaan.


Mereka bertiga pun langsung berjalan menuju kamar nya masing masing, saat Vano baru selesai memakai baju nya, tiba tiba saja pintu kamar nya di ketuk dari luar.


"Clek,,,,,, " suara pintu kamar Vano di buka dari dalam.


"Ada apa? " tanya Vano pada saudar lembar nya.


"Ikut dengan Vio. " kata Viona pada sang kembaran, tak lupa dia menarik tangan Vano dan membawa nya ke halaman luar.


"Untuk apa kamu membawa abang kemari? " tanya Vano pada sang kembaran.


"Aku ingin abang mengambil kan mangga muda itu. " kata Viona, tak lupa dia juga menunjuk pada mangga yang masih muda.


"Vio, pohon itu tinggi, abang tidak bisa memanjat." kata Vano pada adik kembar nya itu.


"Ayo lah bang. " kata Viona, merengek pada Vano.


"Sedang apa kalian di sini? " tanya mommy Ana pada kedua anak nya.


"Mom, Viona menyuruh abang untuk memetik mangga muda. " keluh Vano pada sang mommy.


"Ka Viona di kulkas banyak mangga matang. " kata mommy Ana pada sang putri.


"Mommy, Vio mau yang masih muda bukan yang sudah matang. " kata Viona pada mommy Ana.


"Ka Vio, apa kamu sedang hamil nak? " tanya mommy Ana pada sang putri.


"Hamil,,,,, " teriak ketiga nya bersamaan.


"Iya, kamu seperti nya sedang ngidam ka. " jawab mommy Ana pada sang putri.


"Ka Vio ga tau mom. " jawab Viona pada mommy Ana.


"Tapi, memang aku sudah telat mom. " kata Viona pada mommy.


"Mudah mudahan, ka Viona memang benaran hamil. " kata mommy Ana pada Viona.


"Aminnnn,,,,, " kata mereka semua bersamaan.


"Asalamualaikum,,,,,, " suara Gavin yang terdeng mereka.


"Walaikumsalam,,,,, " jawab mereka semua bersamaan.


"Mommy, jangan bilang ke mas Gavin dulu ya, biar kaka cek dulu pakai tespek mom. " kata Viona pada mommy Ana.


"Iya sayang. " jawab mommy Ana pada sang putri.


"Kalian sedang apa di sini? " tanya Gavin pada semua nya.


Tak lupa Gavin langsung mencium tangan mommy Ana, sedangkan Viona, Vano dan Ara mencium tangan Gavin secara bergantian.


"Oh iya, abang Vano ayo cepat manjat. " kata Viona pada sang abang.


"Abang Vano, turuti saja keinginan ka Vio. " kata mommy Ana yang yakin kalau putri nya saat ini sedang hamil.


"Sayang, memang nya kamu mau apa? " tanya Gavin pada sang istri.


"Aku mau abang Vano memetim mangga muda itu mas. " kata Viona pada sang suami, tak lupa dia juga menunjuk buah mangga muda nya.


"Ya ampun sayang itu pasti asem, kamu makan buah mangga yang ada di kulkas saja ya. " kata Gavin pada sang istri.


"Ga mau mas, aku mau mangga yang itu. " kata Viona pada sang suami.


"Ya udah, abang manjat nih. '' kata Vano, akhir nya mengalah dan melakukan apa yang di inginkan adik nya itu.


" Terima kasih abang. " kata Viona dengan senyum sumringah nya.


Akhir nya Vano pun langsung memanjat pohon mangga tersebut, setelah dia berada di atas pohon tersebut, dia pun langsung memetik beberapa buah mangga muda.


"Apa itu sudah cukup? " tanya Vano dari atas sana.


"Iya bang, sekarang abang bisa turun. " kata Viona pada kembaran nya.


Vano pun langsung turun dari pohon mangga tersebut, dan ternyata,,,,,,,,,,,,


***** T. B. C *****