
Ana, Marvell dan twins pun turun ke bawah dan langsung ke ruang makan untuk sarapan.Setelah mereka selesai sarapan, Viona langsung mengajak daddy nya berangkat karena dia ingin menjemput Ara.
"Daddy ayo cepat, ade mau kita jemput Ara dulu. " kata Viona pada sang daddy.
"Baik lah princess. " kata Marvell pada sang daddy.
" Abang sudah selesai? " tanya Marvell pada sang putra.
"Sudah dad. " jawab Vano pada sang daddy.
"Mommy, sudah siap? " tanya Marvell pada sang istri.
"Iya dad, ayo kita berangkat. " kata Ana pada sang suami.
"Ya sudah ayo. " kata Marvell pada semuanya.
Akhirnya mereka pun masuk ke dalam mobil, seperti biasa Viona akan selalu minta di depan. Saat masih di jalan Viona melihat Ara sedang berjalan menuju sekolah.
"Daddy berhenti, itu Ara di depan. " kata Viona pada sang daddy.
"Iya princess. " kata Marvell yang langsung menghentikan mobil nya.
"Ara.... " teriak Viona.
Ara yang merasa nama nya di panggil pun langsung membalikkan badan nya ke belakang, Ara tersenyum saat tau siapa yang memanggil nya.
"Viona." panggil Ara pada teman baru nya itu.
"Ara, ayo kita berangkat bareng. " kata Viona pada Ara teman nya.
"Tapi... " kata Ara.
Belum sempat Ara menyelesaikan perkataan nya, Viona sudah menarik tangan Ara masuk ke dalam mobil nya.
"Abang pindah ke depan, abang duduk bersama daddy. " kata Viona pada sang abang.
"Kau ini sangat menyebalkan Viona. " kata Vano kesal.
Walaupun kesal, tetap saja Vano melakukan apa yang di inginkan sang adik. Vano turun dari kursi belakang dan pindah ke kursi depan, Ana dan Marvell yang melihat nya hanya tersenyum.
Di dalam mobil Viona tak henti nya berceloteh dengan Ara, sampai tak terasa mereka sudah sampai di sekolah.
Mereka semua langsung turun dari mobil, tak lupa Vano, Viona dan Ara pun mencium tangan Ana dan juga Marvell.
"Asalamualaikum." kata ketiga nya kompak.
" Walaikumsalam. " jawab Ana dan Marvell.
Akhirnya twins dan Ara pun berjalan masuk ke dalam sekolahhan mereka.
"Daddy, bagaimana kalau kita ke rumah nenek nya Ara sekarang? " tanya Ana pada sang suami.
"Iya mom, lagian dady hari ini ga sibuk. " jawab Marvell pada sang istri.
Marvell dan Ana pun melajukan mobil nya menuju rumah nenek nya Ara.
"Dad, mobil nya parkir di sini saja, soalnya kita harus masuk gang kecil. " kata Ana pada sang suami.
"Baik lah mom. " kata Marvell pada sang istri.
Setelah Marvell menghentikan mobil nya,mereka pun langsung turun dan berjalan masuk ke gang kecil menuju rumah nenek nya Ara yang bernama nek Ratih.
Saat mereka sudah sampai di rumah nek Ratih, mereka terkejut melihat ada beberapa orang yang berada di rumah nenek Ratih.
Ana dan Marvell juga melihat kalau nek Ratih menangis, dan nek Ratih juga menangkup kan kedua tangan nya.
"Daddy.... " kata Ana, pada sang suami.
"Ada apa dengan nek Ratih mom. " kata Marvell pada sang istri.
"Ga tau dad, ayo kita kesana sekarang, kasian nek Ratih dad. " kata Ana pada sang suami.
Ana dan Marvell pun langsung menghampiri nek Ratih.
"Nek... " kata Ana yang langsung membatu nek Ratih.
"Nak Ana. " kata nek Ratih pada Ana dengan lirih.
" Tidak nak,nenek baik-baik saja. " kata nenek Ratih.
"Mom, lebih baik bawa dulu kedalam. " kata Marvell pada sang istri.
" Iya dad. " kata Ana pada sang suami.
"Hey kalian mau ke mana, urusan kita belum selesai. " kata laki-laki setengah baya itu.
"Memang ada urusan apa? " tanya Marvell pada laki-laki paruh baya itu.
"Dia mempunyai hutang padaku, dan ini sudah beberapa kali aku menagih nya, namun dia masih belum membayar nya sampai sekarang. " kata laki-laki paruh baya itu.
"Memang nya berapa hutang nya? " tanya Marvell pada laki-laki paruh baya.
'' Seratus juta. " kata pria paruh baya tersebut.
"Juragan, bukan nya hutang saya lima puluh juta." kata nenek Ratih.
"Hutang nya memang lima puluh juta, tapi berserta bunga nya jadi seratus juta. " kata pria paruh baya tersebut.
"Tapi juragan...." kata nenek Ratih.
"Baik lah,aku akan membayar semua nya, tapi setelah ini jangan ganggu lagi nek Ratih." kata Marvell pada pria paruh baya tersebut.
"Ha....ha.....ha......anak muda kamu jangan bercanda,apa kamu punya uang sebanyak itu. " kata pria paruh baya itu dengan tawa nya.
"Menyesal kan. " kata Marvell pada pria paruh baya itu, Marvell pun langsung mengambil handphone nya, Marvell pun langsung menghubungi Andre.
Saat sambungan telepon terhubung, tanpa basa basi Marvell langsung memberikan perintah pada Andre.
"Bawa uang seratus juta cash sekarang ke alamat xxxxx. " kata Marvell, dan dia pun langsung memutuskan sambungan telpon nya, tanpa mendengar apa yang akan di kataka Andre dari sebrang sana.
Sementara Andre saat ini sedang menggerutu, karena Marvell langsung mematikan sambungan telepon nya.
"Ya ampun, kalau bukan boss sudah ku jitak kepala nya. " gerutu Andre, dia pun langsung menjalankan apa yang di perintahkan sang boss.
"Tunggu lah sebentar, orang ku sedang kemari. " kata Marvell pada pria paruh baya itu.
"Baik lah akan aku tunggu, tapi kalau kau bohong kau akan tau akibat nya. " kata pria paruh baya itu.
"Terserah." kata Marvell pada pria paruh baya itu.
Setelah menunggu hampir satu jam, tapi orang yang di tunggu belum juga datang, pria paruh baya itu pun mulai tak sabar.
" Sudah satu jam kami menunggu, apa kamu ingin membohongiku anak muda? " tanya pria paruh baya itu.
" Bersabarlah. " kata Marvell pada pria paruh baya itu.
"Apa kau ingin mempermainkan ku anak muda. " kata pria paruh baya itu dengan sedikit meninggi kan suara nya.
"Benar-benar tidak sabaran. " kata Marvell pada diri nya sendiri.
"Baik lah aku akan anggap hutang nya lunas tapi dengan satu syarat. " kata pria paruh baya itu.
"Kalau wanita itu harus menjadi istri ke tiga ku, ha.... ha.... ha.... " kata pria paruh baya itu dengan di sertai tawa yang menggelegar.
Perkataan pria paruh baya itu membuat rahang Marvell mengeras, dia langsung menghampiri nya.
"Bughhh... bughhhhh..... bughhhhh. " Marvell langsung menghajar nya.
"Kenapa kalian diam saja. " teriak pria paruh baya itu pada anak buah nya.
" Juragan.... " kata pria yang lain nya yang bisa di sebut kacung sang juragan.
"Sekali lagi kau berkata seperti tadi, akan ku patah kan kaki dan tangan mu itu pak tua. " kata Marvell geram.
"Daddy, tenang. " kata Ana yang mengusap dada sang suami.
Tak lama kemudian Andre pun datang dengan membawa koper yang berisi uang yang di minta Marvell.
"Boss.... " kata Andre pada Marvell.
*****T.B.C*****