My Baby'S

My Baby'S
Episode 23



Marvell langsung memakai baju nya, setelah selesai Marvell langsung keluar dari kamar dan berjalan menuju ke bawah.


Sementara di bawah, Ana sudah selesai memberikan ASI pada twins. Dan saat Marvell sudah berada di lantai bawah, dia tersenyum melihat twins yang sudah bisa tengkurap.



"Wah hebat, jagoan daddy sudah bisa tengkurap." kata Marvell di belakang Ana.


"Ya ampun dad, ngagetin ih. " kata Ana yang tidak tau kalau sang suami sudah berada di belakang nya.


" Maaf mommy. " kata Marvell yang langsung duduk, kemudian memeluk dan mencium pipi sang istri.


"Daddy, malu ih banyak yang liatin. " kata Ana pada sang suami.


"Ga apa-apa mom. " kata Marvell pada sang istri yang semakin mengerat kan pelukan nya.


Saat sedang memeluk sang istri tiba-tiba saja baby Viona menangis, melihat daddy nya memeluk sang mommy.


"Ha.... ha.... ha..... " tawa Ana pecah, melihat ke posesifan sang putri.


"Wah dad, seperti nya ada yang cemburu. " kata Ana pada sang suami.


"Seperti nya begitu mom. " kata Marvell yang melepaskan pelukan nya pada sang istri dan menghampiri sang putri dan langsung menggendong nya.


"Kenapa princess? " tanya Marvell pada sang putri.


"Dad... dad.... dad... " celoteh baby Viona.


" Ade bilang apa sayang? " kata Marvell.


"Dad..... dad.... dad..... " celoteh baby Viona lagi, yang membuat Marvell meneteskan air mata nya.


"Wah, ade sudah bisa bicara ya. " kata Ana yang senang, kalau sang putri sudah mengucapkan kata pertama nya.


"Sekarang bilang mommy. " kata Ana pada sang putri.


"Dad... dad.... da... " kata baby Viona.


"Wah ini anak dady banget nih. " kata Ana pada sang putri.


"Ha..... ha.... ha..... ga apa-apa mom, nanti juga ade bakalan bisa panggil mommy. " kata Marvell mengusap kepala sang istri.


"Mom..... mom.... mom.... " celoteh baby Vano tiba-tiba.


"Wah abang juga sudah belajar bicara ya sayang." kata Ana pada sang putra.


"Seperti nya abang akan lebih dekat dengan mu mom. " kata Marvell pada sang istri.


"Seperti nya memang benar, cinta pertama anak perempuan adalah ayah nya, begitu pun sebalik nya cinta pertama anak laki-laki adalah ibu nya. " kata Ana pada sang suami.


"Kamu benar mom. " kata Marvell, yang memeluk pinggang Ana.


Melihat sang daddy memeluk mommy nya tiba-tiba saja baby Viona menangis.


" Wah princess daddy ini ternyata cemburuan. " kata Marvell pada sang putri.


Saat sedih asik bermain dengan twins, bi Sumi tiba-tiba saja memanggil mereka.


"Maaf tuan muda dan nona muda, sarapan nya sudah siap dari tadi." kata bi Sumi pada kedua majikan nya.


"Oh iya bi, terima kasih. " kata Ana pada bi Sumi.


"Ayo dad kita sarapan dulu, bukan nya daddy ada pertemuan dengan client hari ini. " kata Ana mengingat kan sang suami.


" Iya mom. " kata Marvell.


Ana dan Marvell pun langsung berjalan menuju ruang makan, sedangkan twins di tinggal bersama sang pengasuh.


Setelah selesai sarapan, Marvell pun langsung berpamitan pada istri dan juga twins untuk berangkat ke kantor, tak lupa Marvell juga mencium kening istri dan pipi ke dua anak nya.


"Iya dad, hati-hati di jalan. " kata Ana pada sang suami yang langsung mencium tangan suami nya.


Setelah itu Marvell pun langsung berjalan menuju mobil nya dan menjalan kan mobil nya meninggal kan rumah menuju perusahaan nya.


Sementara Ana langsung membawa twins masuk ke dalam rumah, setelah mobil Marvell menjauh dari rumah nya.


Tak terasa hari sudah sore, Marvell pun baru pulang dari kantor dan langsung naik ke lantai atas di mana kamar nya berada. Saat Marvell masuk ke dalam kamar nya, ternyata sang istri tidak berada di kamar, Marvell langsung masuk ke kamar mandi untuk membersihkan diri nya.


Saat Marvell membuka pintu kamar mandi bersamaan dengan Ana yang masuk ke dalam kamar.


"Kapan daddy pulang, apa sudah lama? " tanya Ana pada sang suami, tak lupa Ana juga mencium tangan suami nya.


"Belum lama mom. " kata Marvell yang langsung memeluk sang istri, dan langsung mencium bibir pink alami sang istri.


"Twins di mana mom? " tanya Marvell pada sang istri.


"Ada di kamar nya dad. " jawab Ana.


"Ya sudah mom, aku mau bertemu dengan twins dulu. " kata Marvell pada sang istri.


"Daddy pakai baju dulu, apa iya ke kamar twins hanya mau pakai handuk begitu. " kata Ana menghentikan langkah kaki Marvell.


" Oh iya mom, maaf dad lupa. " kata Marvell pada sang istri.


Marvell pun berjalan menuju walk in closet, tapi sebelum Marvell masuk ke dalam, dia berlari ke arah sang istri.


" Cup.... " satu kecupan di bibir Ana, setelah itu Marvell langsung berali dan masuk ke dalam walk in closet.


Ana hanya menggeleng kan kepala nya, dengan kelakuan sang suami akhir-akhir ini.


Saat Marvell keluar, ternyata Ana masih menunggu nya dan duduk di atas tempat tidur nya.


"Mom masih di sini? " tanya Marvell pada sang istri.


" Belum dad, kita ke kamar twins nya bareng aja. " kata Ana pada sang suami.


"Ya sudah, ayo kita ke sana sekarang, aku sudah sangat merindukan mereka. " kata Marvell, Ana pun tersenyum mendengar perkataan sang suami.


Dan akhirnya mereka berdua pun masuk ke dalam kamar twins, Marvell langsung tersenyum melihat kelakuan sang putri.



"Ade lagi ngapain di situ? " tanya Marvell, dan langsung menggendong sang putri dan mencium nya.


Tak lupa Marvell juga memberikan ciuman pada sang putra, dan akhir nya mereka pun bermain bersama, sebelum mereka semua tertidur.


Tak terasa malam kian larut, twins pun sudah tertidur. Marvell dan Ana pun langsung kembali ke kamar mereka, tak lupa Marvell pun mengunci pintu kamar nya.


Saat ini Marvell sedang tiduran di atas kasur nya, sementara Ana sedang membersihkan kan wajah nya, setelah selesai Ana pun langsung naik ke tempat tidur nya dan merebahkan diri nya.


Saat Ana akan memejam kan mata nya, tiba-tiba saja Marvell memeluk nya dari belakang. Tak lupa Marvell juga mencium ceruk leher sang istri dan sedikit m*nghis*p nya.


"Ahhhhh... " tiba-tiba saja Ana m*nd*s*h, dan itu membuat Marvell semakin ber g*ir*h.


"Ana apa boleh... " kata Marvell.


Ana yang mengerti apa yang akan di katakan Marvell pun langsung berkata.


"Daddy aku takut, bayangan waktu itu masih terus menghantuiku sampai saat ini. " kata Ana.


"Mom, aku janji akan menggantikan kenangan menyakitkan itu, menjadi kenangan yang indah sekarang. " kata Marvell.


Melihat wajah sayu Marvell Ana pun menganggukkan kepala nya, melihat itu Marvell pun langsung tersenyum.


*****T.B.C*****