
Tak terasa usia kandungan Ana sudah memasuki usia sembilan bulan, dan menurut perkiraan dokter Ana akan melahirkan tiga hari lagi.
"Mom istirahat dulu, ini sudah malam. " kata Marvell pada sang istri.
"Iya dad. " jawab Ana, dia langsung merebahkan badan nya di atas tempat tidur.
Marvell pun langsung mengusap punggung Ana, dan itu berhasil membuat Ana memejam kan mata nya.
Setelah Ana terlelap, Marvell pun ikut terlelap. Saat tengah malam, Ana tiba-tiba saja terbangun. Ana langsung bangun dari tempat tidur nya, dan itu sukses membuat Marvell ikut terbangun.
"Mom, mau ke mana? " tanya Marvell pada sang istri.
"Aku mau ke kamar mandi dad. " jawab Ana pada sang suami.
"Apa harus di antar mom. " kata Marvell pada sang istri.
"Tidak perlu dad. " jawab Ana pada sang suami.
Ana pun langsung turun dan berjalan menuju kamar mandi, sedangkan Marvell, dia menunggu sang istri di depan pintu kamar mandi.
Tak berselang lama Ana pun keluar dari kamar mandi, dia tersenyum melihat sang suami yang sedang berdiri di depan pintu kamar mandi.
Marvell langsung menuntun sang istri kembali ke tempat tidur nya.
"Terima kasih dad. " kata Ana pada sang suami, setelah dia merebahkan tubuh di dad bidang sang suami.
"Kenapa harus berterima kasih mom, bukan kah saat ini kau sedang mengandung anak ku, jadi aku juga harus bertanggung jawab bukan. " kata Marvell pada sang istri.
"Ini masih malam, lebih baik mom tidur lagi. " kata Marvell pada sang istri, tak lupa dia juga mengusap punggung sang istri agar Ana cepat tertidur lagi.
Setelah Ana tertidur, Marvell pun mengecup pucuk kepala sang istri, dia pun ikut terlelap bersama sang istri.
Tak terasa pagi pun tiba Marvell mulai mengerjapkan mata nya, dia tersenyum karena sang istri masih tertidur pulas dalam dekapan nya.
"Tok... tok.... tok... " suara pintu di ketuk dari luar.
Itu sukses membuat Ana mengerjapkan mata nya, dan langsung tersenyum saat melihat sang suami yang sudah terbangun.
"Siap yang mengetuk pintu dad? " tanya Ana pada sang suami.
"Ga tau mom, sebentar ya aku buka dulu pintu nya. " kata Marvell pada sang istri.
"Iya dad. " kata Ana pada sang suami.
Marvell pun langsung turun dari tempat tidur nya, sedangkan Ana langsung duduk dan bersandar di tempat tidur nya.
"Clek..... " suara pintu di buka dari dalam.
"Ada apa ka? " tanya Marvell pada sang putri.
Mereka semua memanggil Viona dengan sebutan kaka.
"Kaka hanya mau lihat apa mommy dan daddy sudah bangun atau belum. " jawab Viona pada sang daddy.
"Kenapa ka? " tanya Ana pada sang putri.
Viona langsung berlari masuk ke dalam kamar, dan langsung menghampiri sang mommy.
"Kaka hanya ingin menyapa dede di perut mommy. " jawab Viona pada sang mommy.
"Apa boleh mommy? " tanya Viona pada sang mommy.
"Tentu saja boleh, pasti dede akan senang. " jawab Ana pada sang putri.
Viona pun tersenyum, dan langsung mendekati perut sang mommy dan mengelus nya.
"Dede, sudah bangun belum? " tanya Viona pada sang adik yang masih berada di dalam perut sang mommy, tak lupa dia juga mengelus perut sang mommy.
Tiba-tiba saja ada pergerakan dari dalam perut mommy nya, dan Viona merasakan nya.
"Mommy dede bayi nya gerak. " kata Viona antusias seperti biasa nya.
"Iya kaka, ade seneng di sapa pagi-pagi sama kaka cantik.'' jawab Ana pada sang putri.
" Dede bayi cepat keluar ya, biar nanti kita bisa main bareng. " kata Viona pada sang adik.
Melihat itu Marvell dan Ana tersenyum, karena anak-anak nya merasa senang akan mendapatkan adik.
"Ya sudah, sekarang kaka mandi dulu ok. " kata Marvell pada sang putri.
"Dede, kaka mandi dulu ya, muahhh. " kata Viona pada sang adik, tak lupa dia juga mencium perut sang mommy.
"Daddy mommy, kaka mandi dulu. " kata Viona pada daddy dan mommy nya.
"Iya kaka. " jawab Marvell dan Ana bersamaan.
Viona pun langsung turun dari tempat tidur sang mommy, dan langsung berjalan keluar menuju kamar nya.
"Dad, aku juga mau mandi dulu ya. " kata Ana pada sang suami.
"Baik lah mom, aku akan membantu mu. " kata Marvell pada sang istri.
Marvell juga langsung membantu sang istri untuk ke kamar mandi, akhir nya mereka berdua mandi bersama.
Tak membutuhkan waktu lama, mereka berdua pun sudah selesai mandi. Ana dan Marvell pun langsung memakai pakaian nya.
"Mom, ayo kita keluar sekarang, anak-anak pasti sudah menunggu kita. " kata Marvell pada sang istri.
"Baik lah dad, ayo kita keluar sekarang. " kata Ana pada sang suami.
Akhir nya mereka berdua pun keluar dari kamar dan langsung menuju ruang makan, di sana sudah ada anak-anak dan nenek nya Ara.
"Selamat pagi semua nya. " kata Ana dan Marvell bersamaan.
"Pagi." jawab semua nya.
Vano pun langsung beranjak dari duduk nya, dan langsung menggeser kursi untuk sang mommy duduki.
"Terima kasih abang. " kata Ana yang tersenyum melihat apa yang di lakukan sang putra.
Marvell yang melihat apa yang di lakukan putra nya pun tersenyum dan bangga pada sang putra.
"Ayo kita mulai sarapan nya sekarang. " kata Marvell pada semua nya.
"Sekarang giliran abang Gavin yang pimpin do'a nya. " kata Marvell lagi.
"Baik daddy. " jawab Gavin.
Dan Gavin pun langsung memimpin do'a nya sebelum mereka sarapan, setelah selesai mereka semua langsung memakan sarapan nya.
Setelah mereka selesai sarapan, mereka semua langsung berjalan ke halaman belakang untuk bersantai di sana.
Saat Marvell sedang asik melihat anak-anak yang sedang asik bermain, tiba-tiba saja Marvell di kaget kan saat Ana meremas tangan nya dengan kuat.
"Kenapa mom? " tanya Marvell pada sang istri.
"Perut aku sakit dad. " kata Ana pada sang suami.
"Ada apa nak? " tanya nenek Asih.
"Ini nek perut Ana sakit kata nya. " jawab Marvell pada nenek Asih.
"Ya Alloh, seperti nya istri mu akan segera melahirkan nak. " kata nenek Asih pada Marvell.
"Apa nek? " tanya Marvell tidak percaya.
"Sebaik nya kita membawa nya ke rumah sakit sekarang nak. " kata nenek Asih pada Marvell.
"Ah iya nek. " jawab Marvell.
"Anak-anak." panggil Marvell pada anak-anak.
Mendengar panggilan sang daddy, mereka semua langsung menghampiri nya.
"Ada apa dad? " tanya Gavin pada Marvell.
"Daddy dan mommy akan ke rumah sakit sekarang. " jawab Marvell pada Gavin.
"Memang nya kenapa dad? " sekarang giliran Vano yang bertanya.
"Seperti nya dede bayi sudah ingin bertemu dengan abang dan kaka nya. " jawab Marvell pada sang putra.
Mendengar itu semua nya senang, dan membiarkan sang daddy membawa mommy nya.
*****T.B.C*****