My Baby'S

My Baby'S
part 29.



Sudah tiga puluh menit mereka berbicara berdua, akhir nya Viona pun keluar dari ruangan itu dengan tersenyum manis pada sang suami.


"Sayang kamu tidak apa apa kan? " tanya Gavin pada sang istri.


"Aku baik baik saja mas. " jawab Viona pada sang suami.


"Sukur lah sayang. " kata Gavin yang langsung memeluk Viona.


Tak berselang lama Clarissa pun keluar dari ruangan itu, saat Clarissa akan kembali di bawa ke sel tahannan nya dia langsung berbalik.


"Maaf,,,, " kata Clarissa pada Viona, dia pun menetes kan air mata nya.


"Iya ka, aku sudah maafin kaka. " kata Viona dengan tersenyum dan mengusap air mata Clarissa.


"Vin, maafin gue. " kata Clarissa, Gavin hanya diam saja tanpa menjawab permintaan maaf Clarissa.


"Mas,,,, " kata Viona pada sang suami, tak lupa dia juga menganggukan kepala nya.


"Huh,,,,, baik lah, gue maafin. " kata Gavin dengan terpaksa.


"Terima kasih. " kata Clarissa pada Gavin.


Clarissa pun langsung di bawa petugas, sementara Viona menatap punggung Clarissa dengan sendu.


"Ayo sayang, kita pulang sekarang. " kata Gavin pada sang istri.


"Iya mas. " kata Viona pada sang suami.


Mereka berdua pun langsung berjalan dan masuk ke dalam mobil, Gavin pun langsung menjalankan mobil nya. Di dalam mobil Viona hanya diam, dia menatap jalanan lewat jendela.


"Ada apa sayang? " tanya Gavin pada sang istri, dia juga mengusap pucuk kepala sang istri dengan sayang.


Viona langsung melirik sang suami, dan tersenyum yang menambah kecantikan nya.


"Mas, aku boleh minta sesuatu? " tanya Viona pada sang suami.


"Apa sayang? " tanya Gavin balik.


"Tapi mas mau kan mengabulkan nya? " tanya Viona pada sang suami.


"Tergantung, apa yang kamu minta sayang. " kata Gavin pada sang istri.


"Jadi apa keinginan istri mas yang cantik ini. " kata Gavin pada sang istri.


"Aku ingin mas mencabut laporan dari polisi dan membebaskan ka Rissa. " kata Viona pada sang suami.


Mendengar permintaan sang istri Gavin langsung menghentikan mobil nya, Gavin langsung melihat ke arah sang istri.


"Sayang mas keberatan dengan keinginan kamu ini. '' kata Gavin pada sang istri.


" Tapi mas kasian ka Rissa, lagi pula dia berbuat seperti itu karena dia sangat mencintaimu. " kata Viona pada sang suami.


" Iya mas tau itu, mas takut kalau dia bebas dia akan mencelaka kan kamu lagi. '' kata Gavin pada sang istri.


" Mas ga mau itu terjadi lagi sayang. " kata Gavin pada sang istri.


"Tapi mas,,,,, " kata Viona pada sang suami.


"Sudah, kita lanjutkan lagi ini di rumah bersama yang lain nya juga. " kata Gavin pada sang istri.


Gavin pun langsung menjalankan kembali mobil nya menuju rumah, sementara Viona menatap ke luar jendela.


Tak ada pembicaraan lagi yang mereka lakukan, di dalam mobil itu ke dua nya terdiam, sampai pada akhir nya mereka berdua pun sudah sampai di rumah.


Viona turun dari mobil, dia langsung berjalan menuju kamar nya. Marvell dan Ana yang kebetulan sedang berada di ruang tamu heran dengan sikap sang putri, tak berselang lama Gavin pun masuk ke dalam rumah.


"Asalamualaikum, mom, dad. " kata Gavin pada Ana dan juga Marvell.


Gavin pun langsung mencium tangan Ana dan Marvell secara bergantian, setelah itu Gavin pun langsung duduk.


" Ka Viona kenapa bang? " tanya Ana pada Gavin.


Gavin pun langsung menceritakan apa yang di inginkan sang istri, mendengar itu Ana dan Marvell pun hanya bisa menghembus kan nafas nya dengan kasar.


Tapi dalam hati mereka bangga pada sang putri, yang mau memaafkan orang yang sudah mencelakai nya.


"Lalu apa keputusan abang sekarang? " tanya Marvell pada sang menantu.


"Abang juga bingung dad. '' kata Gavin pada Marvell.


" Menurut daddy apa yang harus abang lakukan? " Gavin malah balik bertanya pada sang daddy.


"Sebenar nya daddy tidak setuju dengan keinginan ka Viona. " kata Marvell pada Gavin.


" Tapi daddy bangga dengan kebesaran hati Viona, daddy menyetujui apa yang menjadi keinginan ka Viona. " kata Marvell lagi pada sang menantu.


"Jadi menurut daddy, abang harus membebaskan Clarissa? " tanya Gavin pada Marvell, yang hanya di balas dengan anggukan kepala.


"Tapi abang takut kalau dia akan mencelakai Viona lagi dad, kalau sampai terjadi sesuatu dengan Viona abang ga bisa bayangin bagaimana hidup abang. " kata Gavin dengan lirih.


Marvell dan Ana pun mengerti bagaimana perasaan Gavin saat ini, mereka masih ingat bagaimana terpuruk nya Gavin saat Viona mengalami kecelakaan.


"Daddy tau, sebaik nya kamu bicara kan ini dengan Viona dan usaha kan kamu bersikap tenang. " kata Marvell pada Gavin.


"Iya dad. " jawab Gavin pada Marvell.


"Baiklah dad, mom, abang ke atas dulu, abang akan bicarakan lagi masalah ini dengan Viona. " kata Gavin pada Marvell dan Ana.


"Iya bang. " kata Marvell dan Ana bersamaan.


Gavin pun langsung berjalan menuju lantai dua di mana kamar nya berada, Ana dan Marvell menatap punggung Gavin yang semakin menjauh dari pandangan mereka.


"Dadd bangga pada Viona, dia bisa berbesar hati memaafkan orang yang telah berbuat jahat pada nya. " kata Marvell pada sang istri.


" Iya dad, mommy juga sangat bangga pada nya." kata Ana pada sang suami.


"Viona menuruti sifat mommy. " kata Marvell pada sang istri.


" Maksud daddy? " tanya Ana pada sang suami.


"Sifat mommy yang selalu memaafkan orang yang sudah menyakiti mommy. " kata Marvell pada sang istri.


"Dan sifat pemaaf itu sekarang menurun pada putri kita mom. " kata Marvell lagi pada sang istri.


Mendengar perkataan dari sang suami membuat senyum Ana terbit, dan menambah kecantikan nya.


"Semoga anak anak kita menjadi anak yang soleh dan solehah mom. " kata Marvell pada sang istri.


"Amin dad. " kata Ana pada sang suami.


Sementara di dalam kamar, saat ini Viona sedang berbaring di atas tempat tidur nya dengan posisi miring. Gavin pun langsung berjalan mendekat ke arah tempat tidur nya, setelah sampai Gavin pun langsung naik dan merebahkan tubuh nya, dan dia juga ikut memiringkan tubuh nya.


Gavin langsung memeluk sang istri dari belakang, tak lupa dia juga mencium kepala sang istri dengan sayang beberapa kali.


"Sayang maaf. " kata Gavin memulai pembicaraan, tak ada sahutan dari sang istri.


"Mas hanya takut, kalau Clarissa akan mencelakai kamu lagi. " kata Gavin pada sang istri.


"Kalau sampai terjadi sesuatu yang buruk pada mu, mas ga akan bisa memaafkan diri mas sendiri. " kata Gavin lagi pada sang istri.


"Mas ga akan sanggup melihat kamu terpuruk seperti waktu itu sayang. " kata Gavin pada sang istri.


***** T. B. C *****