My Baby'S

My Baby'S
Part 30.



Mendengar perkataan Gavin, Viona pun langsung membalikkan tubuh nya. Dia langsung memeluk erat tubuh sang suami, dan tak terasa air mata nya pun menetes.


"Maaf mas, aku hanya kasian pada ka Rissa, tapi aku malah menyakiti mu. " kata Viona yang semakin mengerat kan pelukan nya.


"Iya sayang, mas cuma takut kalau dia bebas, dia akan mencelakai mu lagi. " kata Gavin pada sang istri, tak lupa dia juga mengecup beberapa kali pucuk kepala sang istri.


"Sudah ya jangan nangis lagi, lebih baik sekarang kita ke bawah ya mom dan dad cemas liat tadi kamu masuk langsung lari ke kamar. " kata Gavin pada sang istri.


"Memang nya mommy dan daddy ada di bawah? " tanya Viona pada sang suami.


"Iya sayang. " jawab Gavin singkat.


"Baik lah ayo mas kita turun sekarang. " kata Viona pada sang suami, dia langsung melepaskan pelukan nya dari sang suami.


Saat Viona akan bangun dari rebahan nya, Gavin pun langsung menarik tangan sang istri. Viona pun terjatuh kembali di atas tubuh sang suami, dan tatapan mata mereka pun bertemu.


Gavin pun semakin mendekat kan wajah nya pada wajah sang istri dan,,,


"Cup,,,,, " satu kecupan mendarat di bibir Viona.


"Mas,,,, " kata Viona, yang langsung menyembunyikan wajah nya di dada sang suami.


"Sayang, kamu kenapa? " tanya Gavin pada sang istri.


"Malu mas,,, " kata Viona pada sang suami, dia masih menyembunyikan wajah nya di dada sang suami.


Gavin pun langsung mengangkat wajah sang istri, agar berhadapan langsung.


"Sayang, mulai sekarang kamu harus terbiasa. " kata Gavin pada sang istri, yang hanya di jawab dengan anggukkan kepala.


Setelah mengatakan itu perlahan namun pasti, Gavin semakin mendekat kan bibir nya dengan bibir Viona. Tapi saat bibir nya akan menyentuh bibir sang istri tiba tiba saja, pintu kamar nya di ketuk dari luar.


"Tok,,,,, tok,,,,, tok,,,,, " suara pintu di ketuk dari luar.


"Abang Gavin, ka Viona. " panggil sang mommy dari luar.


Mendengar panggilan dari sang mommy, Viona pun langsung mendorong sang suami.Dia langsung beranjak turun dari atas kasur, dan dia langsung berjalan menuju pintu.


Sementara Gavin, dia juga langsung berjalan mengikuti sang istri.


"Clek,,,,,,,,, " suara pintu kamar di buka dari dalam.


"Mom, dad. " kata Viona pada ke dua orang tua nya.


" Kaka baik baik saja kan? " tanya Ana pada sang putri.


" Iya mom, kaka baik baik saja. " jawab Viona pada sang mommy.


"Maaf kaka sudah mem buat mommy dan daddy khawatir. " kata Viona lagi pada kedua orang tua nya.


"Iya tidak apa apa sayang, tapi lain kali kalau ada masalah kamu harus cerita, agar kita bisa mencari jalan keluar nya bersama sama. " kata Marvell pada sang putri, tak lupa dia juga mengusap sayang kepala Viona.


"Iya daddy, sekali lagi kaka minta maaf. " kata Viona yang langsung memeluk sang daddy.


"Sebaik nya sekarang kita turun, sudah waktu nya makan siang. " kata Marvell pada semua nya.


"Apa kaka sudah shalat? " tanya Ana pada sang putri.


" Belum mom. " jawab Viona dengan tersenyum.


"Ya sudah kaka shalat dulu setelah itu kalian turun untuk makan siang. " kata Ana pada Gavin dan Viona.


"Iya mom. " jawab kedua nya bersamaan.


Marvell dan Ana pun langsung berjalan turun menuju lantai bawah, sementara Gavin dan Viona langsung masuk dan menutup pintu kamar nya.


Setelah itu mereka berdua bergantian membersihkan diri terlebih dahulu, dan mereka berdua pun langsung menjalankan kewajiban nya sebagai seorang muslim.


Setelah selesai, mereka berdua langsung keluar kamar dan berjalan menuju lantai bawah di mana kedua orang tua nya sudah menunggui nya.


"Iya ga apa apa, ayo sekarang kita makan siang dulu. " kata Ana pada semua nya.


"Abang Vano, Ara dan Alice mana mom? " tanya Viona pada Ana.


" Abang Vano dan Ara akan makan siang di luar, sedangkan Alice di rumah omah dan opah, dia baru akan pulang nanti sore. " Jawa Ana pada putri nya.


"Oh gitu. " kata Viona.


"Sudah, sebaik nya kita makan siang dulu sekarang, nanti kita lanjut kan lagi ngobrol nya. " kata Marvell pada semua nya.


"Siap daddy. " kata Viona pada sang daddy.


Mereka berempat pun makan dengan tenang, karena tidak ada Alice si biang rusuh. Setelah selesai, mereka pun langsung berjalan menuju ruang keluarga dan mengobrol ringan.


"Abang, jadi bagaimana keputusan abang? " tanya Marvell pada Gavin.


"Abang akan mencabut laporan abang dad, sesuai dengan ke inginan Viona. " jawab Gavin pada sang daddy.


Mendengar jawaban dari sang suami, Viona pun langsung memeluk dan mencium pipi sang suami.


"Terima kasih mas. " kata Viona dengan senang.


"Iya sayang. " jawab Gavin pada sang istri, dia juga membalas pelukan sang istri.


Melihat itu Marvell dan Ana pun langsung tersenyum, mereka bangga pada sang putri yang mau memaafkan orang yang sudah menyakiti nya.


Mereka pun melanjut kan obrolan ringan mereka, dan tak berapa lama terdengar suara salam dari luar.


"Asalamualaikum." kata Vano dan Ara bersamaan.


"Walaikumsalam." jawab semua orang yang berada di sana.


Vano dan Ara pun langsung mencium tangan Ana, Marvell dan juga Gavin.


"Sedang apa kalian semua berkumpul di sini? " tanya Vano, yang sudah menggemaskan bokong nya di atas.


"Sedang membahas ka Rissa. " jawab Viona dengan santai.


"Memang nya dia kenapa? " tanya Vano yang menyandarkan kepala dan memerankan mata nya di sandaran kursi.


"Abang akan mencabut laporan nya, dan membebaskan dia. " jawab Marvell pada sang putra.


Mendengar jawaban dari sang daddy, Vano langsung membuka mata nya dan menegak kan tubuh nya.


"Abang, kenapa ingin membebaskan wanita itu? " tanya Vano pada Gavin.


"Abang sendiri tidak mau melakukan itu. " jawab Gavin pada Vano.


"Lalu kenapa abang lakuin itu? " tanya Vano lagi.


"Viona yang merengek meminta abang untuk membebaskan nya, dan itu di setujui mommy dan daddy, jadi abang bisa apa. " kata Gavin menjelaskan pada Vano.


"Kenapa kalian menyetujui nya? " tanya Vano pada mereka bertiga.


"Abang Vano, ga ada salah nya kita memberikan kesempatan kedua untuk nya, karena setiap orang berhak untuk mendapatkan itu. '' jawab Ana pada sang putra.


" Abang Vano, seharus nya kita bangga dengan ka Viona yang sudah mau memaafkan orang yang sudah berbuat jahat pada nya, karena tidak semua orang bisa melakukan hal yang sama, seperti yang di lakukan ka Viona. " jelas Ana pada sang putra.


"Iya mom, tapi abang masih kesal dengan apa yang sudah di lakukan wanita itu pada Viona. " jawab Vano pada sang mommy, Ara pun langsung mengelus punggung Vano dengan lembut.


"Abang harus iklas memaafkan nya, dengan begitu hati abang akan merasa lebih tenang tidak di penuhi dengan kebencian yang nanti nya akan menjadi dendam. " kata Ana pada sang putra.


"Iya mom, abang akan mencoba untuk mengikhlaskan dan melupakan nya. " jawab Vano pada sang mommy.


Mendengar jawaban Vano semua orang yang berada di sana pun tersenyum.


*****T. B. C *****