
Setelah Clarisa pergi, mereka semua langsung naik menuju lantai atas di mana kamar Viona berada.
"Tok,,,,, tok,,,,,, tok,,,,, " suara pintu kamar Viona di ketuk dari luar.
"Kak, buka pintu nya. " kata Ana pada sang putri.
"Bagaimana mom? " tanya Marvell pada sang istri, setelah dia dan semua nya sudah berada di sana.
"Kaka engga mau buka pintu nya dad. " kata Ana pada sang suami, Ana juga meneteskan air mata nya yang sudah menetes.
"Mommy jangan nangis, biar daddy yang bicara dengan kaka. '' kata Marvell pada sang istri.
" Tok,,,,, tok,,,,, tok,,,,, " suara pintu kamar Viona di ketuk dari luar.
"Ka, buka pintu nya ka. " kata Marvell pada sang putri.
"Tok,,,,, tok,,,,,, tok,,,,,, " pintu kamar Viona di ketuk lagi dari luar.
" Viona mau tidur, jangan ganggu Viona. " kata Viona dari dalam, dengan suara yang masih terisak.
"Ka, buka pintu nya sayang. " kata Ana yang sudah mulai terisak, karena sang putri sedang menangis sendirian di dalam sana, namun tak ada jawaban dari dalam kamar nya Viona.
" Mom, kaka ingin sendirian, biarkan kaka menenangkan diri nya terlebih dulu. " kata Marvell pada sang istri, tak lupa Marvell juga memeluk tubuh sang istri.
" Lebih baik kalian juga istirahat. " kata Marvell lagi pada semua nya, dan hanya di angguki oleh semua nya sebagai jawaban.
"Mom, ayo kita jjuga harus istirahat. " kata Marvell lagi pada sang istri.
Marvell pun berjalan ke arah kamar nya, dengan merangkul sang istri yang masih terisak. Yang lain juga berjalan ke kamar nya masing masing, sementara Gavin masih berada di depan pintu kamar Viona, setelah beberapa saat Gavin pun meninggalkan kamar sang kekasih, dan berjalan menuju kamar nya.
Mereka masuk ke dalam kamar nya masing masing dengan perasaan tidak tenang, karena mereka khawatir dengan keadaan Viona.
Tak terasa pagi pun tiba, mereka sudah berada di ruang makan. Sementara di sana mereka melihat satu kursi yang kosong, yang biasa nya di isi Viona, kursi yang semalam di duduki oleh Clarisa.
" Ayo semua nya kita sarapan dulu, kalian harus ke sekolah kan, dan abang Gavin juga harus ke kantor. " kata Marvell pada semua nya.
Mereka semua makan dengan tidak berselera, setelah semua nya selesai, mereka pun berpamitan pada Ana.
Setelah mereka semua berangkat, Ana langsung naik ke lantai dua dengan membawakan sarapan untuk sang putri.
"Tok,,,,, tok,,,,, tok,,,,, " suara pintu kamar Viona di ketuk dari luar, oleh sang mommy.
"Ka,,,, kaka,,,, buka pintu nya, ini mommy sudah bawakan sarapan untuk kaka. " kata Ana pada putri nya itu, namun tak ada jawaban dari dalam.
Ana pun langsung mengambil kunci cadangan kamar putri nya dari laci yang ada di kamar nya, Ana pun langsung membuka kunci kamar putri nya.
Ana langsung masuk membawa sarapan untuk sang putri, Ana langsung melihat sang putri yang sedang duduk menangis.

Ana langsung menghampiri nya, Ana juga langsung menarik Viona ke dalam dekapan nya.
"Kaka kenapa menangis, cerita sama mommy, apa yang membuat kaka menangis? " tanya Ana pada putri pertama nya itu.
Viona semakin terisak di dalam pelukan sang mommy, Viona tidak mau menceritakan apa yang di dengar nya semalam kepada siapa pun.
"Ayo sekarang kaka cerita sama mommy. " kata Ana pada sang putri, yang hanya di jawab celengan kepala sang putri.
"Baik lah kalau kaka belum mau cerita sekarang, tapi kaka harus sarapan dulu sekarang. " kata Ana pada sang putri, Viona menggelengkan kepalanya.
"Ayo lah ka, mommy mohon. " kata Ana pada sang putri.
Mau tak mau Viona memakan sarapan nya, dengan si suapi Ana. Melihat sang putri yang mau menerima suapan darinya, Ana pun langsung tersenyum tak lupa Ana juga mengusap sayang kepala sang putri.
"Kaka, kalau kaka ada masalah, sebaik nya kakak bicakan sayang, jangan sampai masalah nya semakin besar, dan kaka juga yang akan sakit nanti nya. " kata Ana dengan mengusap sayang kepala sang putri.
Setelah selesai, Ana pun langsung berjalan keluar dari kamar sang putri. Viona duduk termenung menghadap jendela, dia menatap lurus keluar jendela.
Tak terasa sore pun tiba, Vano dan Ara sudah pulang kerimah. Tak begitu lama, Gavin dan Marvell pun juga tiba di rumah.
" Asalamualaikum. " kata Marvell dan Gavin bersamaan.
"Walaikumsalam." jawab semua orang yang berada di sana.
Ana langsung mencium tangan Marvell, di ikuti dengan Ara dan Vano, sementara Gavin langsung mencium tangan Ana.
"Bagaimana keadaan Viona mom? " tanya Marvell pada sang istri.
"Sudah lebih baik dad. " jawab Ana pada sang suami.
"Memang nya kaka kenapa mom? " tanya Alice pada sang mommy.
"Iya mom, apa Viona sedang ada masalah? " tanya Marvell pada sang istri.
"Mommy sudah bertanya, tapi dia tidak mau menjawab dad. " kata Ana pada sang suami.
Tak terasa jam makan malam pun tiba, mereka sudah berada di ruang makan, terkecuali Viona yang belum ada di sana.
"Ade, panggil ka Viona ya. " kata Marvell pada putri bungsu nya itu.
"Iya dad. " jawab Alice pada sang daddy.
Baru saja Alice berdiri dan akan berjalan, ternyata Viona sudah turun dari lantai atas.
"Selamat malam semua nya. " kata Viona, yang langsung duduk di sebelah sang daddy.
"Malam sayang. " jawab Marvell, dia langsung berdiri dang menghampiri sang putri, tak lupa dia juga mengecup pucuk kepala sang putri.
Marvell bisa melihat mata sang putri begitu sembab, hati nya sedikit sakit saat melihat nya.
Mereka pun memulai makan malam nya dengan tenang, setelah selesai mereka langsung berjalan ke ruang keluarga.
Viona selalu duduk di dekat sang daddy, saat mereka sedang menonton, tiba tiba saja handphone Gavin berbunyi.
"Drttttt,,,,,, drttttttt,,,,,,, drttttt. " suara handphone Gavin.
Gavin pun langsung mengambil dan melihat siapa yang menelpon nya.
"Siapa bang? " tanya Marvell pada Gavin.
"Clarisa dad. " jawab Gavin pada Marvell.
"Maaf semua nya, Gavin mengangkat telpon dulu." kata Gavin pada semua nya.
Saat Gavin sudah berjalan keluar untuk menerima telpon dari Clarisa, Viona pun langsung berpamitan untuk ke kamar nya.
"Mom, dad, kaka ke kamar dulu ya. " kata Viona pada mommy dan daddy nya.
Tanpa mendengar jawaban dari kedua orang tua nya, Viona pun langsung berjalan naik ke lantai dua di mana kamar nya berada.
Saat Gavin masuk kembali ke dalam rumah, dia melihat punggung Viona yang sedang berjalan menaiki tangga.
"Kaka,,,,, " panggil Gavin, namun tidak di dengar Viona, saat Gavin akan menyusul nya.
"Abang Gavin, ke ruangan daddy sekarang. " kata Marvell pada Gavin.
*****T.B.C*****