
sofyan dan anita pun berangkat ketoko buku, sampai ditoko anita mencari buku yang dia perlukan, dengan setia sofyan selalu menemani, setelah buku nya di dapat anita langsung membawa nya ke kasir, dan sofyan membayarnya.
"anita kita langsung pulang atau kita nyari makanan dulu" tanya sofyan
"apa pak dosen lapar" tanya anita
"hehehe, laper dikit" ucap sofyan cengengesan
"ya hayu," ajak anita
kemudian mereka pun menuju tempat makan, sofyan mengajak anita makan di restoran milik kakaknya,
sesampainya
"anita kamu makan di sini atau di dalam" tanya sofyan
"disini aja" ucap anita
"ya sudah aq panggil pelayanan dulu" ucap sofyan
kemudian sofyan memanggil pelayan, dan pelayan pun mencatat pesanan sofyan dan anita.
selang beberapa menit kakak sofyan bernama dira pun datang.
" anita, sofyan kenapa kalian disini, di dalam aja, lebih enak lebih private untuk bicara berdua," ucap dira
"gak apa apa kak sini aja" ucap anita
" ya sudah kakak masuk ke dalam dulu ya" ucap dira
"iya kak" jawab anita dan sofyan
"apa kak dira kerja disini" tanya anita
"kerja disini?" ucap sofyan mengerutkan dahinya
" koq balik nanya" ucap anita
"kamu benaran nanya?" tanya sofyan kembali
"apa ada yang salah" tanya anita
" kamu sudah berapa kali makan disini" tanya sofyan
"sebelumnya sudah 2 kali, berarti ini yang ke tiga kali" ucap anita
"kali ini kamu bikin aku gregetan lagi" ucap sofyan
" kenapa sih " tanya anita bingung
"owh, kenapa bukan ibu yang nerusin?"tanya anita
"ya ampun, ini calon istriku benar benar ya, apa kamu juga tidak tau toko kue yang berada di pertigaan jln xxx itu punya ibu?"
anita menggeleng
"huuuh, apa kamu juga tidak tau kalau campus itu milik orang tuaku?" tanya sofyan
"haa" anita membelalak kan
matanya dan menggeleng.
"memang kamu wanita yang sangat tulus, aku sangat beruntung bisa mendapatkanmu, apa saja yang kamu tau tentang ku " tanya sofyan
"aku hanya tau kamu seorang dosen" ucap anita
"jika sebelum nya kamu tau apa yang akan kamu lakukan?"tanya sofyan
" aku akan menolakmu, karena aku tidak se level dengan keluarga mu" ucap anita
" anita setelah ini, tetap lah berpikir seperti sebelumnya, kalau aku hanya seorang dosen, biar kamu tetap menjadi anita ku, dan aku tidak akan mengandalkan orang tuaku untuk pernikahan dan kehidupan kita nanti" ucap sofyan
"iya" ucap anita singkat
melihat raut wajah anita yang kini berubah, sofyan pun menggenggam jemari anita dan menciumnya.
"anita aku mencintaimu" ucap sofyan
anita membalasnya dengan senyuman.
siapa aku ini, kenapa aku bisa bisa nya bertunangan dengan seorang sofyan, mereka bukanlah dari kalangan orang biasa sepertiku, tapi kenapa mereka menerimaku begitu saja, tanpa mempertimbangkan status sosial keluargaku. gumam anita
kini makanan mereka pun sudah datang, kemudian mereka memakan nya sampai habis,
"sudah mulai gelap kita langsung pulang aja" ucap anita
"tapi tanggung sudah mau azan maghrib, kita sholat sini aja, kita sholat di ruangan kak dira biar gak ngantri," ucap sofyan
" iya ayo" ucap anita
mereka pun memasuki ruangan dira
" eh kalian mau sholat ya? tunggu kakak ambil mukena baru" ucap dira
"gak usah kak aku bawa dari rumah" ucap anita
bersambung