Love In Silence

Love In Silence
Ngak Mau Kalah



"Kak jujur aja klu memang kak Yudi yg dulu menolong ku, dan kenapa ayah ku bisa bekerjasama dengan kak Yudi?"tanya Ririn yakin


"Mana aku tau, aku menawarkan karya ku lewat internet dan ayah mu membelinya dan mempercayai ku untuk mengerjakan nya sampai selesai, mana aku tau dia punya anak seperti mu" ucap Yudi santai


"ISShhh, jawaban yang menyebal kan " ucap Ririn kesal karena Yudi menyebutnya 'anak seperti mu', terdengar layak nya anak kecil yg nakal,


💚💙♥️


disisi lainnya


"Abang kenapa belum ada tanda tanda aku hamil yah?" lirih Anita


"Sabar aja sayang" ucap Wildan sambil terus menatap laptop nya.


", kita sudah nikah 4 bulan lebih" ucap Anita


" Sabar aja sih, nanti juga kalau udah waktunya pasti hamil, apa jangan jangan kamu udah gak sabar nya ngeliat Wildan junior, yg pastinya tampan seperti aby nya?"goda Wildan sembari mematikan laptop nya, kemudian menatap wajah cantik istrinya dengan gemas


"Nah itu dia kebayang kan perpaduan antara diriku dan dirimu..haha..." Anita geli sendiri dengan kata kata nya


"Kebayang donk pasti lucu lucu cantik dan juga tampan,bakal jadi rebutan kayak Umy nya"jawab Wildan sembari tiduran di paha Anita


"ihhh siapa yg jadi rebutan, yang ada Abang tu "ucap Anita berkilah


"ha-ha-ha" mereka tertawa karena mereka berdua sama sama pamor nya di mata pemuda pemudi seusia mereka sebelum menikah,


Anita yg selalu jadi incaran pemuda di sekitar nya karena kecantikan nya, begitu juga Wildan yg menjadi incaran banyak perempuan yang ada disekitar nya, karena ketampanan nya dan juga kekayaan nya.


"sayang besok ada kajian di pondok pesantren, kamu ikut gak?" ajak Wildan


"Aku juga ada undangan pengajian di rumah Bu lurah, anak nya empat bulanan"jawab Anita


"owh pantes aja tiba tiba melow kapan hamil" ledek Wildan


"hehe,. aku titip salam sama anak anak, oh iya Bilal bilang ingin di beliin buku hadist Aku udah siapin ,dan juga baju olah raga dafi udah sedikit kusam ,aku udah pesan sama Mbak Ambar besok pagi tinggal diambil, sekalian belanja Camilan di supermarket buat mereka bertiga." ucap Anita yg selalu mengingat anak angkat mereka di pondok pesantren


"istri ku ini memang terbaik, semoga mereka menjadi anak yang berbakti pada kita, selaku orang tua pengganti"ucap Wildan


Wildan tersenyum, melihat istrinya itu, sama sekali Anita tidak keberatan saat Wildan mengatakan klu dia punya tiga orang anak angkat.


justru Anita sangat mendukung, bahkan tidak keberatan klu usia muda mereka sudah dipanggil aby ,umi oleh tiga anak angkat nya yang bernama Lulu , Bilal dan juga Dafi. Wildan mengangkat ketiga anak itu secara resmi..


"pengantin baru kira kira lagi ngapain yah?" ucap Wildan tertawa


"isshh penasaran ya tinggal tanya" ucap Anita


Wildan langsung mengeluarkan handphone nya,


Tut...Tut ..


"ya hallo kenapa?" tanya Yudi di sebrang telpon


"Idih pengantin ketus amat, biasanya salam dulu baru jawab ini malah...apa jangan jangan MP nya di tunda karena tamu bulanan ya?" goda Wildan pada Abang iparnya


Anita langsung mencubit perut Wildan, bisa bisa nya dia menggoda Abang iparnya walaupun mereka itu bersahabat.


"kata siapa, nih malah mau lanjut ronde berikutnya, aku lupa udah ronde keberapa, kamu mau Vidio call biar bisa liat secara live" tantang Yudi


" Astaghfirullah, kayak nya kamu kerasukan,...haha" Wildan tertawa gak percaya seorang Yudi ternyata bisa segila itu walau hanya ucapan nya saja.


Anita langsung mematikan handphone Wildan,


"sayang kenapa sih?" protes Wildan


"udah deh jangan ganggu mereka"ucap Anita


"yaudah kalau gak bisa ganggu Abang nya ,aku ganggu adek nya aja" ucap Wildan sembari mulai menindih tubuh mungil istrinya.


"ikhh, Abang gak mau kalah sama pengantin baa..." ucapan Anita terhenti karena bibir nya sudah dilum*t gemas oleh suaminya...


bersambung