
💕💕
"Anita aku minta Maaf,...aku menyesal,...selama ini aku mencintaimu, Aku hanya...gak bisa berpikir jernih, disaat aku baru saja kehilangan orang tuaku, aku melihat kak mike hampir mati hanya karena lelaki yang dia cintai memilih wanita lain dan mengabaikan nya" ucap erwan sendu
erwan akan meraih jemari anita seketika itu juga wildan mendahuluinya,..
"eh jaga batasanmu dia istriku" protes wildan menatap tajam.
"apaa?" pekik erwan kaget
bagaimana bisa anita menikah dengan sepupunya itu,setelah tunangan nya meninggal, pikir erwan
wildan pun segera membawa Anita pergi dari tempat itu,...wildan tidak menyangka sebelum nya anita pernah berpacaran dengan erwan ketika masih Sekolah, anita mengatakan kalau dia berpacaran karena terpaksa, pada saat pertandingan sepakbola antar sekolah erwan tidak mau ikut bertanding, sebelum anita menerima cintanya, padahal erwan kaptennya yang selalu membawa kemanangan karena tendangan nya yang selalu lolos menjebol gawang lawan..hubungan mereka berakhir kerana erwan kuliah di luar negeri.
"sayang udah sih, marah nya, itu cuma masalalu" pujuk anita karena dari tadi wildan hanya diam, bahkan dia melipat tangan nya di perutnya.
"siapa yang marah" jawab wildan tanpa menoleh
anita menghela napasnya, baru kali ini suami itu marah, jemari yang selalu menggenggam kini tidak lagi bertautan.
anita diam dan tertunduk sedih anita menyesal kenapa dia dulu dia berpacaran.
"pak kita sudah sampai"ucap sopir nya.
wildan pun keluar dari mobil nya ,dia melihat tatapan sendu istri nya,wildan meraih tangan anita mengajak nya masuk kedalam rumah.
"sukurlah marahnya cuma sebentar" batin anita kembali tersenyum
"istirahat lah di kamar, aku mau keruang kerjaku" ucap Wildan
anita memeluk suami dari belakang "tapi udahan marah nya kan?"tanya anita sambil mengalungkan tangan nya di diperut wildan.
"Aku udah bilang aku gak marah, cuma kecewa aja, tapi ya sudah lah, kita cuma manusia biasa pasti pernah melakukan kesalahan"ucap wildan sambil membalikkan badannya berhadapan dengan anita
"lagian aku gak tau kenapa aku gak bisa sedikit lebih lama marah padamu"ucap wildan
"Karena itu cuma masa lalu" jawab anita
"bukan karena itu" ucap Wildan
"terus apa?" Tanya anita
"Kalau aku terus marah, Aku yang rugi" jawab wildan
"rugi" gumam Anita
anita langsung membelalakkan matanya, dan spontan mencubit perut wildan...
"awww...sakit sayang" ucap Wildan namum anita malah ingin mencubit nya lagi, wildan pun berlari untuk menghindari anita,dan terjadi lah kejar kejaran,...
"Dasar mes*m, "gerutu Anita terus mengejar Wildan
"Biarin aja....tapi kamu suka kan?" ledek Wildan lagi membuat Anita makin sebal
"Hahaha" wildan tertawa melihat Anita yang tampak kesal ,Wildan berlari masuk kekamar mereka, tau anita akan mengejar nya sampai dapat,dia pun pasrah pada cubitan cibutan tangan mungil istri nya itu
"Udah puas nyibut nya?" Tanya Wildan meringis kesakitan
Anita tersenyum jail, puas rasanya melihat suami kesakitan karena cubitannya.
Wildan yang melihat istrinya tersenyum Jail, langsung menarik istrinya gemas kepelukan nya.
___________
gedung Wap (wildan agenci properti)
"wuaww..."pekik wildan melihat ruangan yudi yang berantakan.
"hahaha....sorry" ucap yudi tertawa
"ada apa kenapa berantakan begini?" Tanya wildan heran
"iyup,...barusan ririn kesini mengamuk" ucap yudi nyengir
"haaa,kenapa ngamuk?" Tanya wildan
"Aku pake profil poto anita,..dulu aku mengatakan pada ririn kalau anita mantan kekasihku" ucap yudi tertawa
wildan menggeleng, bisa bisanya yudi mengakui adiknya sebagai mantan kekasih nya..
"yudi kasian ririn, apa salah nya kamu membuka hatimu dan menerima perjodohan kalian"ucap wildan
"Nanti kalau sudah waktu nya, lagian ririn bukan tipe ku"ucap yudi
"terus kamu akan mencari keliling dunia, wanita seperti anita?" tanya wildan meledek
"hei,...jangan bangga sementang kamu kini yang jadi suami nya, kamu tau anita terlahir jadi adikku, aku lah yang lebih bangga sudah bersama nya semenjak dia lahir hingga dewasa"ucap yudi merasa menang.
"hahaha,...iya iya..terserah,"ucap wildan ,percuma membujuk yudi untuk menerima ririn, yudi seperti tidak terlalu memikirkan soal pendamping hidup, usia nya sudah mapan, kesuksesan yudi tidak jauh berbeda dengan Wildan, hanya saja yudi tidak percaya diri untuk mendirikan perusahaan nya sendiri, dia lebih memilih untuk menjadi patner setia wildan ,dalam bekerja.