
Setelah bertemu pak randy ,,anita pun segera pulang ke rumahnya, dirumah sebelah terlihat motor metik milik wildan,
Anita pun ingin segera menemui wildan.
tok tok
"Assalamualaikum" ucap anita
gak perlu menunggu lama wildan pun segera membuka pintu
"waalaikum salam,"saut wildan menatap wajah gadis yang sudah membuat nya tidak bisa tidur semalaman.
"boleh aku masuk,?"Tanya anita tersenyum
"iya, ada apa anita, " jawab wildan sedikit gugup
anita bisa bisanya kamu tersenyum, sementara Aku semalaman gak bisa tidur memikirkan pernikahan kita yang akan ditunda. batin wildan
anita masuk dan duduk di sofa singel, dan wildan duduk disofa panjang, sebelumnya Anita menyeduh dua gelas kopi white..untuk mereka nikmati
"kamu minum kopi juga ?" tanya wildan
"iya biar nemanim abang"ucap anita
anita tumben sih, gak biasanya .
"apa kamu sudah bertemu dengan ayah?"tanya wildan
"sudah, maka nya aku mau menemui abang"
"apa saja yang ayah katakan?"
"semua tentang abang"
"maksudnya semua apa?"
"tentang alasan abang menolak untuk melanjutkan S2 di malaysia,
dan memilih tinggal disini.
pak randy juga bilang kalau abang pernah patah hati"ucap anita
wildan mengerutkan dahinya, masih bingung, apa maksudnya
"emang ayah bilang karena apa?"
"koq malah nanya seharusnya abang jujur, jika abang jujur aku siap menikah bulan depan"ucap anita tersenyum
wildan tersentak kaget, senang tapi masih bingung menebak apa yang ayahnya bicarakan dengan anita, apa mungkin wildan menanyakan ke ayahnya .
"aku harus jujur gimana?" wildan masih bingung dia merasa tidak pernah berbohong
"apa benar abang sudah lama mencintai ku, dan
apa aku lah alasannya kenapa abang ada disini,agar abang lebih mudah memantau dan meraih ku, ayah randi juga bilang setelah Aku tunangan Abang pernah menangis sampai mata abang sembab, Abang pasti patah hati, iya kan? "bertanya sok imut
bagaimana bisa ayah membaca pikiran ku selama ini.gumam wildan
"iya" jawab wildan singka
"aku minta maaf"
"karena apa?"
"karena abang pernah patah hati dan bersedih" ucap anita
wildan berdiri dan mendekati anita, tiba tiba wildan mencium kepada anita yang tertutup kerudung, spontan anita kaget dan melototin wildan.
wildan tidak memperdulikan tatapan protes anita, wildan membenarkan duduk nya diujung sofa panjang yang berjarak sejengkal dengan sofa singel yang anita duduki,
"untuk apa merasa bersalah,
aku bersyukur bisa merasakan jatuh cinta ....
cinta yang datang pantang untuk dihadang,
patah hati itu bagian dari jatuh cinta,,jika pun tidak berjodoh,tetap bersyukur pernah tau apa itu jatuh cinta dan terluka," ucap wildan
mendengar kata kata wildan membuat hati anita terenyuh.
"kenapa abang mencium kepala ku?"
"karena Aku, ingin memberi tau mu aku benar benar mencintai mu..... " wildan tersenyum dan meraih gelas kopi nya dan meneguk airnya perlahan.
muka anita memerah tersipu malu,
"awas aja kalau abang masih berani mencium kepala ku, aku akan menunda pernikahan kita tahun depan" ancaman anita
"uhukk" wildan terbatuk mendengar ucapan anita, anita pun menertawakan nya.
"tadi itu tanpa sengaja, aku janji gak akan melakukan nya sebelum kita sah menika"ucap wildan
wildan juga tidak menyangka jika dia berani melakukan nya, rasa memiliki nya seperti datang tiba tiba setelah anita mengatakan akan menikah bulan depan.
"ya sudah lah,kamu segera istirahat, gak baik lama lama disini, aku juga lelaki normal, takutnya khilaf"ucap wildan tertawa membayangkan kenapa dia tadi tiba tiba mencium pucuk kepala anita
"iya aku pulang dulu" ucap anita dan dia meraih gelas dan meneguk kopinya pelan
"perlu diantar"tawar wildan berpura dengan senyum manisnya,
anita yang melihat nya,mendengus.
"gak perlu ,rumah saya dekat koq" anita menjawab formal membuat wildan tertawa
"good night anita" ucap wildan saat anita mulai melangkah meninggalkan nya
anita menoleh dan tersenyum
bersambung