Love In Silence

Love In Silence
Cinta pertama ku



Wildan terus menatap wajah teduh istrinya, yang terpejam.


mulai hari ini wajah yang hanya bisa dia tatap beberapa detik saja sebelum nya, kini dia akan puas menatap nya hingga terlelap,


Gadis kecil yang berusia 9 tahun itu, telah membuat hati wildan terjatuh, memantau nya tumbuh dari belia, remaja hingga dewasa,


dan gadis kecil yang telah tumbuh dewasa itu benar benar ada disisinya, berada disamping nya, menjadi istrinya.


Wildan tersenyum mengingat kembali awal dia jatuh hati,


melihat tangan mungil anita menggandeng tangan yudi membuat wildan cemburu,bisa bisa nya gadis kecil itu membuat nya jatuh hati. seakan setiap kedatangan keluarga anita menjadi kan wildan lebih bersemangat melebihi kedatangan orang tuanya.


Saat akan ada perlombaan di pesantren Wildan akan sangat bersemangat, karena akan kedatangan keluarga dan pasti Anita di bawa orang tuanya karena sebagai keluarga dari yudi yang sama sama mondok di pesantren itu.


pernah Anita tidak di bawa ke pesantren saat ada acara perlombaan, itu membuat wildan tidak bersemangat,meskipun dia juara 1 ceramah dalam bahasa inggris.


Wildan berharap gadis kecil itu hadir dan melihat keberhasilan nya, dia seakan mengatakan gadis kecil itu lah yang membuat semangat nya berlipat lipat, dan saat tau anita tidak ikut, untuk naik kepanggung menerima hadiah nya pun dia enggan melangkah keatas panggung,.


bersahabat dengan yudi abang kandung anita, membuat wildan lebih mudah memantau nya..meski pun wildan tinggal di malaysia kuliah, setelah lulus dari pesantren ,tapi dia selalu memantau keadaan anita lewat postingan postingan yudi di akun sosmed nya, itulah terkadang yang menjadi kan wildan semangat belajar dan ingin cepat lulus agar kembali pulang dan bisa mendekati Anita dengan cara bekerja sama dengan yudi...


puas menatap wajah istrinya Wildan kembali menciumi di semua wajah anita,


anita sama sekali tidak merespon ,tertidur dengan lelap seharian melayani tamu undangan membuat nya kelelahan.


Wildan pun tertidur ,ketika tengah malam dia terbangun, kedua kaki anita bertengger diatas perut nya,


Wildan tertawa namun tidak bersuara...


"gadis yang lembut seperti mu ternyata bisa bar bar di saat sedang tidur" gumam wildan


Wildan membiarkan kaki anita berada diatas perut nya, Wildan mengusap pucuk kepala Anita dengan gemas.


Anita terbangun seketika dia menurunkan kakinya dengan gerakan yang cepat karena dia kaget, Wildan membuka kan matanya menoleh ke anita


"kenapa?" tanya wildan


"heehe, maaf" ucap anita seketika memeluk wildan ,Wildan kaget mendapatkan pelukan mendadak,


"minta maaf karena apa?" tanya wildan berpura tidak tau, namun dengan senyum kemenangan karena dapat pelukan,


"maaf karena semalam aku ketiduran, dan tadi kakiku ada diatas perutmu" ucap anita masih menyembunyikan wajahnya di dada wildan.


"wah hebat, baru malam pertama pernikahan, kamu sudah melakukan 2 kesalahan" ucap wildan sambil mengencangkan pelukan nya.


"kan aku sudah minta maaf" ucap anita dengan suara nya lembut


ampun wajah mu benar benar membuat ku gemas


"aku akan memberimu hukuman karena sudah melakukan kesalahan" ucap wildan


Anita mendongak kan wajah nya sedikit protes,


terus aja membuat ku gemas .batin wildan


"kenapa mau protes?"tanya wildan lagi


"mau menghukum ku, aih sejak kapan abang wildan jadi lelaki arogan" ledek anita


Wildan tertawa, mana pernah seorang wildan berlaku kasar, dia selalu memperlakukan orang lain dengan baik.


"sebagai hukuman nya, setiap bangun tidur kamu harus memeluk ku seperti ini"ucap wildan berbisik ditelinga Anita


muka anita memerah tersenyum gemas, membuat Wildan yang menatap nya pun gak sabar segera membombardir wajahnya sana sini,


setelah cukup lama anita mendorong wildan agar melepaskan aksi bibir dan tangan yang mulai akan menjelajah,..


"kenapa" tanya wildan


"sudah mau subuh segera mandi dan berangkat ke masjid" ucap anita


Wildan tersenyum dan menggeleng geleng kan kepalanya,


"jangan bilang kamu takut?" ucap wildan meledek dan mencium pipi anita,


anita membelalakkan matanya, Wildan pun tertawa dan beranjak dari tempat tidurnya dan bersiap berangkat salat subuh ke masjid.


Anita melihat wildan seperti itu mengerutkan kan dahinya,


setelah jadi suami wildan memperlihatkan sisi kenakalan nya.


ya gak apa apa asal kenakalan nya hanya pada ku, batin anita


bersambung