Love In Silence

Love In Silence
biarkan waktu yang menjawab



Anita mulai mencoba untuk tidak memikirkan perasaannya lagi, jika pun ada cinta pengganti suatu saat nanti, dia akan menerima nya asal hati nya tidak tersakiti,


Meng ikhlaskan wildan bersama dengan siapa pun yang akan jadi pilihannya nanti, mungkin itu lebih baik dari pada mengharapkan nya.


Pagi hari nya seperti hari hari sebelum nya anita akan merasakan pusing, tapi dia akan meninggal kan tempat tidurnya jika rasa pusing nya mulai reda,


tapi kali ini tidak biasa nya badannya menggigil,


"anita bangun sayang" panggil bu pebry


"anita merasa tidak enak badan mah"


bu pebry pun menghampiri anita, memeriksa suhu badan anita dengan punggung tangannya,


"kamu demam lagi ,seperti nya kamu tidak boleh terlalu capek, kamu belakangan sering pergi keluar bersama vinny"ucap bu pebry


"iya mah dia selalu mengajakku, bagaimana bisa aku menolaknya," ucap anita


"nanti jika dia mengajakmu bilang aja mama tidak mengizinkan mu keluar rumah"ucap bu pebry


"iya mah"ucap anita


bu pebry pun pergi ke ruang makan mengambil kan sarapan untuk anita, dan mengantarkan nya kekamar anita.


"Anita kenapa mah, apa dia sakit" tanya yudi


"iya dia demam lagi" ucap bu pebry


"seharusnya anita belum boleh untuk kuliah, dan banyak aktivitas di luar rumah" ucap yudi


Wildan pun mulai berpikir kenapa belakangan anita sering sakit,


Wildan merasa frustasi ,, Anita berteman dengan vinny dan vinny bukan teman yang baik buat anita


"bagaimana caranya menjauhkan mereka"ucap wildan lirih


"""""""""""""


hari itu wildan dan yudi sibuk bekerja, menjelang waktu makan siang yudi pamit pada wildan,


"Wildan, aku mau ke rumah sakit dulu, mungkin balik dari sana agak terlambat" ucap yudi


"kamu ke rumah sakit ngapain ?siapa yang sakit?"tanya wildan


"anita masuk rumah sakit lagi, aku sudah melarangnya untuk tidak banyak aktivitas di luar rumah,karena takut dia drop, dan terjadi juga kan"ucap yudi kesal dia teramat sayang adik satu satunya itu.


"yaudah aku juga ikut ke rumah sakit, ada yang ingin ku tanya kan pada dokter dilan" ucap wildan


akhirnya mereka pun pergi ke rumah sakit tempat anita di rawat, yudi akan memasuki ruangan anita, tapi wildan malah tidak ikut masuk bersama yudi.


"yud, aku langsung aja yah ketemu dokter dilan" ucap wildan


******


wildan menemui dokter dilan, dokter muda yang jadi dokter kepercayaan keluarga Randy Akbar, juga sahabat Wildan dan Yudi dari semenjak mondok di pesantren dulu


"Assalamualaikum, dokter dilan aku mau bertanya tentang keadaan Anita" ucap Wildan


"Waalaikum salam, Akhirnya kamu datang juga" saut dilan tersenyum terhadap anak bos nya itu


"Gak usah senyum senyum gitu, kata kan saja" ketus Wildan


"haha, kekasih hatimu tidak apa apa koq,"ucap dilan meledak


"seperti nya kamu sudah bosan kerja disini" ancam Wildan tak terima perasaan yang di pendam nya selama ini, seenaknya aja di ungkapkan dilan


"ups galak amat, klu sicantik tau gimana yah mungkin dia akan ilfeel" ejek dilan lagi


"huuff,. belum puas mengejek nya, aku gak ada waktu, apa yang bisa ku perbuat untuk membantu kesembuhan Anita?" tanya Wildan yang udah malas berdebat dengan dilan


"Anita hanya kecapekan aja, kamu kan bisa buat racikan herbal dari bahan obat an alami, dimana status tabib Wildan yang dulu di ponpes" ucap dilan mengingatkan


"owh iya juga, kaki Anita sudah mulai membaik, sekarang kesehatan pisik nya perlu di tangani dengan cara yang sama" ucap Wildan terpikir kembali


"itulah hebatnya kamu, dulu aku pikir Anita bisa bertahun di kursi roda nya, tapi hanya 2 bulan dia bisa berjalan kembali tanpa harus perawatan keluar negeri" ucap dilan mengagumi kehebatan Wildan yang meracik obat herbal untuk kesembuhan Anita dan dulu di waktu mereka sekolah di pondok pun Wildan sudah terbiasa melakukan itu.


lama wildan diruangan dokter dilan banyak yang ditanyakan tentang keadaan anita dan apa saja efek dari kecelakaan itu, dokter dilan menjelaskan semua pada wildan,


bagi dokter dilan, mengatakan semua tentang keadaan anita kepada wildan tidak ada salahnya, wildan yang menunjuknya untuk menangani anita, wildan memang tinggal bersama keluarga anita dan dokter dilan merasa kalau wildan memang memperlakukan anita spesial,


dilan masih muda dia pasti tau kalau akan ada sesuatu yang terjalin antara anita dan wildan "biarkan waktu yang menjawab." batin dokter dilan


diruangan anita, yudi ngoceh gak ada hentinya, merasa adik perempuannya itu keras kepala, dia sering melarang anita agar tidak banyak aktivitas di luar rumah ataupun di rumah, cukup untuk ibadah saja.


anita hanya menjawab


"iya abang maafin anita,-- Anita hanya jenuh jika terus di rumah, tapi anita janji- untuk tetap jaga kesehatan anita" ucap anita manja


anita tau betapa sayangnya yudi padanya.


lama di ruangan anita, yudi akan pamit kembali kerja,


"apa wildan tau kamu kesini" tanya bu pebry


bu pebry sangat paham dengan wildan, jika wildan tau anita masuk rumah sakit


" pasti dia akan datang menemui anita"


"iya tadi kami sama sama kesini,tapi dia mau menemui dokter dilan dulu, nanti dia pasti kesini,aku balik kerja dulu, bilang pada wildan aku duluan"ucap yudi