
Keesokan harinya mood wildan sangat lah baik, aura ketampanan nya makin membuat siapa pun terkagum,
Berkutik dengan laptop nya seharian, dokumen yang menumpuk dari pagi sudah selesai di kerjakan,
"huuh" menarik napasnya dalam
kerjaan hari ini lebih cepat selesai"gumam wildan
"apa kabar gadis ku? sedang apa dia?" wildan meraih ponsel nya di laci meja
sebenarnya dia ingin menelpon anita namun dia mengurungkan niat nya,
***
Setelah selesai mengajar mengaji ,Anita berjalan menuju rumah nya ketika akan berbelok menuju pagar..
tiittt tiiittt....klakson motor
"abang sudah pulang?" tanya anita
"hmm,Ayo kita makan diluar"ajak wildan
"apakah ada yang mau dibicarakan?"tanya anita karena heran gak biasanya wildan pulang sore
"iyups"jawab wildan singkat sebenarnya tidak ada yang serius untuk mereka bicarakan, hanya saja wildan ingin berada disisi gadisnya yang seharian dia rindukan.
"owh oke" ucap anita kemudian menaiki motor wildan
"abang suka mengendarai motor lalu untuk apa abang beli mobil"tanya anita
"mobil itu hadiah dari kak rangga, ketika aku lulus dengan nilai terbaik,.....apa kamu ingin ketika kencan bawa mobil?"tanya wildan
"apa itu kencan?" anita bertanya sok lugu
"Hahaha,...Anita jangan mulai yah, nanti saja setelah sah Kamu baru tau ustadz juga bisa Romantis" jawab wildan tertawa, geli sendiri dengan kata katanya
wildan tau Anita sedang mengujinya ,sejauh apa wildan tau tentang berpacaran ,tentu wildan tidak tau, dia hanya tau hatinya tertuju hanya pada satu gadis yaitu Anita,
mereka sampai ,anita melangkah mengikuti wildan.
mereka pun memesan makanan kesukaannya, sambil menikmati makan anita menoleh kearah bangku sudut yang berjarak tidak jauh dari mereka.
wildan memperhatikan Anita kenapa?" tanya wildan
"itu ada vinny dengan seorang lelaki" ucap anita
"gak usah dipedulikan"ucap wildan tanpa menoleh ke arah vinny,dia lebih tertarik melihat gadis cantik di depan mata nya yaitu Anita.
wildan pun mengatakan bawah persiapan pernikahan mereka. akan ditangani langsung oleh tante yayu, biaya akomodasi semua di tanggung wildan, anita cukup duduk manis mendampingi nya ketika hari pernikahan mereka nanti,
Anita protes, biaya Akomodasi itu biasanya di tanggung kedua bela pihak, tapi protes itu langsung di tangani wildan,
"Aku hanya ingin hasil dari kerja keras ku ,bisa ku nikmati di hari pernikahan kita,jadi biar aku yang akan menanggung semua biaya nya, tante yayu juga sebenarnya menolak jika di bayar full, tapi aku akan tetap bayar full"ucap wildan
sikap pemimpin nya dan sikap keras kepala nya mulai di perlihatkan. batin anita dan dia pun menyetujui ,malas jika akan terus berdebat.
wildan pun senang bukan kepalang,
mempersunting pujaan hatinya dengan biaya yang dia dapat dari hasil kerja keras nya sendiri, bahkan bantuan ayah nya pun dia tolak," cukup beri kami kado pernikahan yaitu RESTU DAN DOA yang baik" ucap wildan kepada ayah nya...
saat kembali ke rumah wildan dan anita memasuki kamar mereka masing masing, dan bersiap mandi untuk membersihkan dirinya.
__________________________________
Sebulan Kemudian
hari pernikahan pun telah tiba, semua persiapan benar benar matang dan maksimal,
wildan tidak terlihat gugup sedikit pun disaat ijab qobul di depan penghulu, dia sangat terlihat santai dan fokus.
seharian itu mereka sangat kewalahan menerima banyak nya tamu yang datang, padahal yang diundang hanya yang inti intinya saja, keluarga dekat dan rekan bisnis mereka.
selesai sholat isya Anita langsung merebahkan tubuhnya di ranjang miliknya ,hanya dalam hitungan menit anita sudah terlelap.
wildan memasuki kamar mereka setelah selesai sholat dari masjid,
dia tersenyum melihat anita yang tertidur"tidur lah,kamu pasti kelelahan" ucap wildan pelan kemudian mencium kening istrinya
Alhamdulillah kini kamu resmi jadi istri ku, kamu lah wanita ku
bersambung