Love In Silence

Love In Silence
musibah



selesai sholat maghrib anita dan sofyan pamit pulang ke kakaknya dira..


※di perjalanan


Sofyan mulai melajukan mobilnya,... namun ada perasaan aneh saat dia mengendarai mobilnya, Sofyan berusaha untuk tenang agar Anita tidak panik ..


"sayang mobil ku tiba tiba gak bisa ngerem, kita cari persawahan yang terdekat dari sini, tapi jangan panik ya" ucap Sofyan pada anita sembari terus menyeimbangi laju mobilnya agar tidak menabrak yang ada di depan mereka, namun hal tak diinginkan itu pun terjadi


saat mobil sofyan melaju, di pertigaan jalan,mobil sofyan kehilangan keseimbangan,tiba tiba ada motor di depannya, sofyan mencoba untuk menghindari motor,akhirnya dia panik dan membanting stir nya kesamping dan akhirnya menabrak pohon besar di pinggir jalan. hantaman yang kencang membuat mobilnya ringsek


duuuaaarrgggg....


sofyan dan anita sudah tidak sadarkan diri, mereka terjebak dalam mobil dengan berlumuran darah,, warga setempat yang melihat mereka segera memberi tau polisi...dan mereka pun di bawa ke rumah sakit terdekat.


keluarga anita dan sofyan pun sudah berdatangan..mereka sangat panik dan menangis histeris


"anitaaa..haaa." tangis bu pebry


bu Nurul dan bu pebry terus manangis meratapi anita dan sofyan yang terbaring tak berdaya..


wildan dan yudi baru sampai, mereka pun langsung merangkul bu pebry dan bu nurul..


" kita berdoa aja,semoga dokter memberikan kabar baik" ucap wildan


setelah hampir 2 jam dokter menangani, akhirnya dokter keluar dari ruangan anita.


"dokter gimana keadaan adik ku anita" tanya yudi


"kami sudah menangani nya tapi dia belum sadar" ucap dokter dilan


"apa kami boleh melihat nya " tanya yudi


"boleh tapi bergantian ya" ucap dokter dilan


akhirnya yudi dan bu pebry pun masuk melihat ke adaan anita.


melihat keadaan anita ,yang terbaring dengan banyak alat medis ,yang menempel di tubuh anita, bu pebry seketika pingsan.


yudi membopong bu pebry ke ruang kosong sebelah kamar anita,


wildan dan bu Nurul pun masuk melihat keadaan anita,


"putri ku...bangun anita..kalian akan menikah haaa...aa" tangis bu nurul gak bisa di tahan lagi


yudi pun datang setelah mengurusi bu pebry yang pingsan,


"wildan kamu jaga anita dulu ya," suruh yudi


wildan pun mengangguk,


"bagaimana keadaan putra ku sofyan dokter fahmi?" tanya bu nurul


"kami sudah menangani nya dengan baik, tapi sofyan belum sadar" ucap dokter fahmi


"apa kami sudah bisa melihat nya"


tanya yudi


"iya silahkan" ucap dokter fahmi


saat akan memasuki ruangan sofyan ,ayahnya hadi pun datang bersamaan, dengan pak arief


"yudi apa yang terjadi dengan anita dan sofyan" tanya pak arief


"anita dan sofyan kecelakaan pah" jawab yudi


pak hadi pun segera masuk dengan bu nurul. begitu juga pak arief masuk ke ruangan anita yang bersebelahan dengan sofyan.


"mana mama mu kenapa dia tidak ada" tanya pak arief


"mama pingsan aku membawa nya kekamar sebelah" ucap yudi


pak arief yang melihat keadaan anita pun menangis, yudi dan wildan pun ikut menangis..


"kenapa bisa seperti ini kita harus mencari tau penyebab nya" ucap pak arief


"kata polisi rem mobil sofyan blong" ucap yudi


"kenapa bisa gitu,bukan nya mobil sofyan itu masih baru, dia membelinya sebelum bertunangan" ucap pak arief


"apa ada yang sengaja mencelakai mereka? apa sofyan punya musuh?" tanya yudi


" kita gak boleh suuzon dulu, biar kan polisi yang menyelidiki nya" ucap wildan


"tapi kita harus ikut membantu, wildan kamu mau kan membantu ku?" tanya yudi


"aq siap membantu mu" ucap wildan


bersambung