Love In Silence

Love In Silence
ziarah



keesokan harinya anita pun pergi ziarah kemakam sofyan,


saat baru mau memasuki area makan, bu nurul baru selesai ziarah, dia pun tidak menyangka bisa bertemu anita, bu nurul langsung berhambur memeluk anita ,deraian air mata pun membanjiri pipi keduanya,


"maafin ibu ya anita, ibu gak tau harus berkata apa saat bertemu denganmu, bayangan anak ku serasa ada di sampingmu, itu sebabnya ibu gak mau menemuimu, sakitnya seakan kembali lagi" ucap bu nurul sedih


"maafin anita bu, jika saja kami langsung pulang setelah dari campus mungkin itu gak ke jadian" ucap anita menyesal


"itu sama sekali bukan salah mu, gak perlu minta maaf anita" bujuk bu nurul


setelah cukup lama mengeluarkan kesedihan, keduanya pun kembali menuju makan sofyan,


anita berusaha untuk tidak menangis, dia coba tegar dan ikhlas, meskipun itu sulit tapi harus bisa.


anita mengusap batu nisan itu,


*tuhan mempertemukan kita namun tidak menyatukan kita, bahkan kita telah terikat tali pertunangan, aku menyayangi mu, aku menerima mu tanpa ragu, itu adalah bukti aku benar mencintai mu,.


kini jika kamu telah dahulu berada di sisinya, aku harus ikhlas, DIA lebih menyayangi mu, semoga kamu tenang disisiNYA, maafkan aku* ucap anita lirih sambil memeluk batu nisan seakan sedang memeluk tunangan nya.,


"anita kamu baik baik aja kan" tegur yudi


anita masih saja tidak ingin meninggalkan makam itu segera,


"ayo anita kita pulang"ajak bu nurul


berat rasanya meninggal tempat itu, yudi sudah menuntunnya ke kursi roda namun tiba tiba tangis anita tidak bisa ditahan lagi.


anita menangis terisak,air mata mulai membanjiri pipinya..


"ya sudah bu nurul pulang duluan aja, biar anita sedikit lama ada disini" ucap yudi pada bu nurul


"ya sudah ibu pulang dulu ya, anita harus sabar ,harus kuat semangat untuk bisa segera pulih" ucap bu nurul saat berpamitan


anita hanya menganggukkan kepalanya,


bu nurul pun segera meninggalkan mereka.


cukup lama menatap nya, dan akhirnya yudi mengajak nya pulang.


hari hari berikutnya anita sudah tidak terlalu murung ,dia sudah mulai mau bicara dan bertanya.


pagi hari wildan sudah siap untuk berangkat kerja, dia akan menaiki motor kesayangannya, sepintas melihat anita yang sedang duduk di taman berjemur matahari pagi,


akhirnya wildan mendekati hendak menyapa,


"hmm, anita gimana ada kemajuan dengan obat herbal yang semalam di lumuri di kakimu" tanya wildan


"alhamdulillah agak enakan saat kaki kanan aku injakan tidak begitu sakit lagi, tapi yang kiri masih sakit" ucap anita


"kalau ada perubahan biar aku pesan lagi obat herbalnya, kalau ada waktu ku tetap di terapi pijat" ucap wildan


"iya bang terimakasih banyak sudah membantu ku" ucap anita


" iya anita, ya sudah aku mau berangkat kerja dulu yah jaga dirimu baik baik kabari jika ada apa apa" wildan pamit


"iya hati hati ya bang" ucap anita


hari itu anita sendiri di rumah ,ibu pebry sibuk dengan konveksi milik nya begitu juga dengan pak arief sibuk di kantornya.


telepon berdering..


📞"assalamualaikum ,apa kabar rin?" saut anita


📞" waalaikum salam, kabar ku baik kamu ada di rumah kan,aku mau ngantarin tugas kuliahmu" ucap rini


📞"iya kamu ke rumah aja aku ada dirumah kok," ucap anita


dan selang setengah jam rini tiba di rumah anita, mereka pun saling berpelukan, bercerita banyak hal karena anita sudah lama tidak ke kampus, anita sudah sangat rindu ingin kuliah lagi, abang nya yudi menyarankan agar anita mengikuti mata kuliahnya lewat online,karena anita belum pulih dan masih menggunakan kursi rodanya..


bersambung