Love In Silence

Love In Silence
Dua Lelaki posesif



🌹


Ketika sampai di kediaman rumah pak Riandra, tempat di mana Yudi dan Ririn tinggal..


Anita langsung memencet bel rumah nya..tak berapa lama keluar lah Ririn dengan raut wajah yang sangat senang...


"Akh akhirnya kalian datang juga" ucap Ririn yang ternyata sudah menunggu kedatangan mereka.


"hee.... assalamualaikum" ucap Anita memberi kan salam ramah nya


"Waalaikum salam,..ayok masuk" ajak Ririn menuju sofa ruang tamu nya yang sangat luas dan juga nyaman.


" Abang dimana?" tanya Anita karena tidak melihat siabang kesayangan, yang dia rindukan itu tidak juga muncul.


"ada di ruang kerjanya, ya begitulah dia , walaupun libur di kantor tetap aja dia kerja di rumah" ucap Ririn ngedumel


Wildan Hendak bertanya dimana ruang kerja Yudi, baru akan bertanya ternyata Yudi sudah muncul menuruni anak tangga dan ber gabung dengan mereka.


"hei...gitu dong, sering sering maen ke rumah Abang"ucap Yudi sembari menangkup wajah Anita dengan satu tangan nya layak nya menagkup wajah anak kecil


"lepasin tangan mu" ucap Wildan melototi Yudi


"biarin adek ku ini" ucap Yudi masa bodoh


Anita hanya memasang wajah di tekuk, lagi lagi dua lelaki posesif itu berdebat karena nya.


ketika mereka hendak duduk Anita ingin berdekatan dengan Yudi, dulu dia paling senang bergelayut manja di bahu siabang kesayangan nya itu.


seketika itu Wildan langsung mengambil posisi di tengah menjadi pembatas antara Anita dan Yudi..


Anita hanya mengerucut kan bibir nya sebal, sedang kan Wildan berpura pura mengotak Atik hp nya seakan gak ada masalah.. Yudi hanya menggeleng,


tinggal Ririn sampei sakit perut nahan rasa tawa nya.


jika Anita bukan lah adik kandung Yudi pasti Ririn akan cemburu pada suaminya itu, namun kini sebaliknya nya Ririn senang dua kakak adik itu saling menyayangi.


"Dasar bucin" ejek Yudi


"bodoh amat" jawab Wildan sembari tetap menatap layar ponselnya


"hahaha" Anita dan Ririn tertawa serentak menyaksikan dua anak kecil persi dewasa..


sebenarnya Anita sudah paham, jika ada Wildan bersama nya, Anita tidak akan bisa didekati siapapun, lelaki itu akan mengunci keberadaan nya, akan selalu ada di samping nya.


"punya adik ipar serakah" ejek Yudi lagi


"serakah untuk istri sendiri gak apa apa kan bro" jawab Wildan memanasi Yudi


Kebayang raut muka Yudi seperti ingin segera menghabisi musuhnya,.."huuuh" tarik nafas


resiko punya adik ipar bucin tapi itu adalah nilai plus yang membuat mereka bangga, si adik kesayangan selalu dapat kasih sayang yang berlimpah dari suaminya.


"hahaha" lagi lagi Anita dan Ririn tertawa


selalu saja begitu ketika dua sahabat yang kini jadi ipar,bertemu berdebat layak nya tom and Jerry Yang gak pernah akur.


"gimana apa rumah nya sudah dapat?" tanya Yudi pada Wildan dan Anita ,mulai kembali ke topik yang lebih serius.


"sudah tapi Anita kurang srekk katanya kebesaran" jawab Wildan


" iyalah, jangan terlalu besar ,capek ngerawat nya dan juga iseng jika kalian hanya berdua" ucap Yudi


"sekarang sih berdua tapi kan kami punya anak angkat yang nantinya akan tinggal dengan kami setelah mereka selesai sekolah, dan Siapa tau nanti Kami di beri kepercayaan punya anak lagi" ucap Wildan menjelaskan tentang pemikiran nya


"iya juga sih,tapi asal kamu tau aja , Anita itu penakut ,dirumah yang gak begitu besar aja dia slalu minta di temani jika kedapur" ucap Yudi sedikit pelan


"Apaan sih ngarang aja, itumah waktu masih kecil kali! " elak Anita tersenyum geli


"hahaha" Wildan tertawa


"gimana pak Tio apa sudah tertangkap?" tanya Wildan beralih topik


"sudah, hampir dia melarikan diri ke LN" jawab Yudi


"kamu pantes di juluki super Hero, menantu idaman pak Riandra" ucap Wildan memuji kehebatan Yudi yang berani mengungkap kecurangan pak Tio, Tio adalah paman Ririn adik kandung pak Riandra.


"iya mudah mudahan ayah mertuaku cepat sembuh biar bisa mengurus kantor nya kembali" ucap Yudi


"iya sekarang fokus lah disana, jika mertuamu selalu menginginkan mu jadi CEO nya ya cobalah, kamu pantes koq" ucap Wildan mendukung Abang ipar nya itu


"Aku gak mau kerja yang terikat ,CEO itu tanggung jawab nya besar" ungkap Yudi yang memang belum siap


pertemuan mereka yang mulai jarang itu, mereka habiskan untuk membahas banyak hal, termasuk bagaimana Yudi menyelamatkan perusahaan ayah mertuanya, keselamatan Ririn yang hampir dicelakai orang suruhan pak Tio,... ternyata pak tio yang dianggap baik itu sangat serakah ingin menguasai perusahaan dan harta pak Riandra...


bersambung