
Anita yang tampak kesal dengan Wildan karena sudah membuat nya Cemburu dan juga hampir saja mereka khilaf di ruang an kerja Wildan itu,
Wildan melipat tangan nya diatas perut nya sambil tersenyum melihat tingkah istrinya yang masih marah pada nya...
"Besok aku gak mau kesini lagi,....dan ini laporan keuangan yang tadi aku kerjakan" ucap Anita dengan ocehan kekesalan yang gak berkesudahan
Wildan pun memeriksa nya dan melihat ada selisih dari sebelumnya kemudian dia pun menelepon asistennya agar mengecek langsung pembelanjaan mereka untuk bulan ini..
"Maaf pak Wildan, memang harga nya berbeda dari tempat sebelumnya, tapi kualitas nya juga ini sangat bagus, saya sudah ngecek" ucap asistennya
"owh klu gitu, untuk yang kali ini kita gak akan adakan bonus dulu seperti biasa,bonus nya cukup dengan kualitas nya yang bagus aja dari biasanya" ucap Wildan memberi solusi agar mereka tidak merugi
"ya itu ide bagus pak" ucap asistennya
mereka pun selesai membahas pekerjaan dengan solusi yang di berikan Wildan pada bawahan nya.
tapi di sudut sopa ada pemandangan yang menggemaskan yang membuat hati Wildan serasa seperti seruan ombak yang kegirangan ketika bertemu pantai ,tempat peraduan yang indah dan nyaman ,mungkin jika orang lain akan terusik jika sang istri cemberut dan mengoceh, tapi lain dengan Wildan yang merasa di cintai dengan ocehan ocehan dan juga rasa cemburu istrinya itu,
masih menatap dengan senyum manisnya bak jelmaan dewa,
sedangkan Anita masih kesal bagaimana Wildan memperhatikan karyawan nya yang cantik dan masih sangat muda yang tadi masuk keruangan nya,
epilog
"kenapa kamu tidak pakai seragam?" tanya Wildan
"maaf pak seragam saya tadi basah karena kran air yang patah di pantry" ucap karyawatinya
"owh kamu boleh minta baju seragam lagi kebagian personalia" ucap Wildan
"owh iya pak makasih banyak"ucap karyawatinya tersenyum senang pada Wildan karena akan dapat seragam baru lagi
hal itu membuat Anita tidak senang suaminya berinteraksi dengan wanita muda dan juga cantik, itu tidak biasa, Wildan sama sekali selalu menjaga jarak dengan namanya perempuan kecuali Anita dan orang terdekat nya.
"Hmm,..... sejak kapan mau berinteraksi dengan kaum perempuan?" ucap Anita ketus dan menyindir
" Aku memang selalu dekat dengan semua karyawan ku" ucap Wildan santai
Wildan tersadar bahwa istri nya sedang menahan kekesalan, dan Wildan pun mendekati nya
"gak usah mendekat lah" usir Anita kesal
"Napa sayang?" tanya Wildan lembut
" udah sana aja banyak karyawan mu yang harus kamu perhatikan" ucap Anita kembali
"Nggapain aku memperhatikan karyawan ku disini ada istri ku koq" jawab Wildan lagi
"oh gitu berarti kalau gak ada istri disini,maka kamu benar memperhatikan semua karyawan mu terutama dengan yang cantik cantik" ucap Anita mulai menekan perkataan nya
"ya ampun sayang gak gitu maksudnya"Jawa b Wildan ingin menjelaskan
"trus maksud nya apa? hah....ok gini aja mulai sekarang aku gak mau ikut kekantor mu lagi, lakukan aja apa yang ingin Abang lakukan" ucap Anita dengan nada suara mulai bergetar
"sayang kamu tuh yah, gak biasa Kayak gini," ucap Wildan mulai bingung namun gemas dengan cemburu nya Anita
Anita yang gak suka dengan Wildan yang masih memasang tampang manis nya, tambah kesal dan ingin segera pergi,
"aku mau pulang aja" Anita langsung mengambil tas nya
tapi Wildan langsung menarik tangan nya sehingga Anita terbentur kedada bidang suaminya itu..
"lepasss...mmpp" ucapan Anita harus terhenti karena suaminya yang sudah sangat gemas langsung membungkam nya dengan ciuman mesra..
beberapa saat kemudian sekuat Anita menolak sekuat itu juga Wildan menuntut nya ,dan hampir saja mereka khilaf diruangan itu, klu Anita tidak sekuat tenaga mendorong Wildan yang menindih nya...
"Sayang cemburu mu itu sangat berharga bagiku" bisik Wildan di telinga Anita
Anita yang tadi kesal tiba tiba meneteskan air matanya,....
Bersambung