
Wildan sibuk dengan laptop nya, tapi pikiran nya teringat akan sikap anita,
masih menatap layar ponselnya, disitu terpampang wajah wanita cantik yang memakai kerudung pink, memegang seikat bunga,
Poto itu diambil sendiri oleh Wildan ketika pertama kali bertemu Anita di hari wisuda Yudi,
Wildan ingin menunjukkan suatu saat nanti kalau dia sudah sejak lama menaruh hati nya pada wanita itu.. Poto itu pernah di hapus oleh nya ketika Anita bertunangan dengan Sofyan, namun dia menyimpan nya kembali dari akun sosmed nya yang dia buat privasi.
"aku benar benar gak bisa fokus bekerja,tatapan dingin mu, dan sikap mu itu membuat ku bingung harus berbuat apa"batin wildan
Dia pun segera menutup laptop nya, tak peduli kerjaannya yang harus dia selesaikan, wajah marah Anita sangat membebani pikiran Wildan
ANITA sedang menyiram dan merapikan tanaman hias yang ada di taman belakang rumah, wildan berdiri diam memperhatikan nya,
tak lama kemudian dia berjalan mendekati anita,
anita tersadar akan kehadiran wildan, tapi bibirnya sulit untuk menyapa atau bertanya,
anita hanya diam melanjutkan aktivitas nya.
"anita, boleh aku bicara padamu,?" tanya wildan dengan gaya bicaranya yang lembut.
"bicara aja,kenapa harus izin segala" nada suara yang sedikit ketus
Wildan sempat gak percaya, Gadis lembut dan anggun itu kini, seakan tidak suka dengan kehadiran nya disitu,
"aku melihat sikap mu sedikit berubah, apa kamu marah padaku?" tanya wildan
"marah-...kenapa juga aku marah? koq abang udah pulang, biasanya langsung kuliah sore?" anita bertanya mengalihkan obrolan
"Aku pulang karena kepikiran kamu"ucap Wildan terus terang
"kepirin aku? seharusnya nya Abang pikirin masa depan Abang dengan Vinny" ucap Anita datar
"masa depan dengan Vinny??? ..kamu kenapa, apa vinny mengatakan sesuatu, jujur aku gak suka kamu berteman dengan vinny,dia bisa mempengaruhi pikiran mu" ucap wildan khawatir
"emang kenapa, vinny baik koq, lagian kan abang sudah sangat baik padaku, aku juga harus baik pada vinny, apalagi nanti dia akan jadi istri abangkan? apa salahnya jika kami berteman"ucap anita sedikit menatap tajam kearah Wildan
"what???...jadi istri,"
wildan menggeleng kepalanya,
"anita apa pun yang di katakan vinny jangan mudah percaya, apalagi jika dia mengatakan aku akan menikah dengannya, itu bohong,aku hanya akan menikah dengan gadis yang aku cintai," ucap wildan
"kenapa menolak nya, vinny cantik, pintar ,juga seorang dokter? aku yakin akan banyak lelaki jatuh hati padanya"ucap anita memuji vinny
"Sayang nya Aku menyukai wanita yang berhati lembut dan rendah hati dan itu tidak ada dalam diri vinny,.." ucap Wildan
"owh" ucap Anita singkat
anita menundukkan pandangan nya,menghela napas
"siapa wanita yang menjadi wanita pilihan Abang ya" batin anita bertanya
"anita bisa kah abang pinta agar kamu tidak akrab dengan vinny, aku hanya ingin kamu tetap jadi anita yang baik, baru saja kamu berteman dengan nya tapi sikapmu sudah berubah" ucap wildan yang berusaha agar Anita menjauhi Vinny
"hmm sikapku biasa aja sih apanya yang berubah...., , aku gak bisa menolaknya, dia selalu datang padaku"ucap anita
"terserah kamu tapi ingat pesanku jangan pernah terpengaruh" ucap wildan , Wildan menatap gadis yang dicintai nya masih dengan kesibukan nya,memotong daun daun yang menguning dan meleburkan tanah yang mulai mengeras dalam pot...ingin sekali rasanya dia meraih gadis itu kesisinya ,tapi dia harus bisa menahan dirinya hingga saatnya nanti.
kemudian wildan pamit berangkat kuliah sore
******
keesokan harinya seperti biasanya vinny datang menemui anita,
kali ini vinny bercerita bagaimana wildan memperlakukan nya sangat baik, sehingga vinny jatuh cinta dan orang tua mereka ingin menjodohkan mereka.
vinny meminta anita agar membujuk wildan mau melanjutkan perjodohan itu, kini vinny sudah jauh dari keluarga nya hanya karena ingin bisa hidup bersama wildan,
lagi dan lagi perasaan anita seperti tercabik cabik.
setelah bertemu vinny ,anita pulang dengan perasaan kosong, pemikiran nya beterbangan entah kemana, hanya sesekali terucap istighfar dari bibirnya untuk menguatkan hatinya..
dia membaringkan tubuhnya,,dan tertidur