Love In Silence

Love In Silence
ROMANTIS



Wildan kembali duduk disebelah Anita, menatap anita lewat sudut matanya.


"Kenapa menangis"tanya Wildan


"Sedikit terharu" jawab Anita nyengir


"Hahaha,biasa aja sih sayang" wildan tertawa mencubit pipi kiri dan kanan Anita mesra dan mengacak acak kerudung Anita hingga berantakan


"Abang tega ikh, sakit tau, krudung ku jadi berantakan" protes Anita lembut sembari membenarkan jilbab nya dibantu Wildan..


Bunda Mia terkekeh melihat kelakuan Anak menantunya,..begitu juga pak randy.


"Anak ini benar benar, virus bucin nya gak bisa dia tahan di depan orang banyak" gumam pak randy melihat kelakuan anak lelaki nya itu


Kini Wildan benar benar bersama dengan wanita yang dicintainya.


Gadis sederhana namun bisa mengalihkan dunia nya..penantian panjang wildan selama ini tidak sia sia.


sebelum acara selesai Anita dan Wildan pulang lebih awal,karena keesokan paginya mereka harus pulang kerumah orangtua Anita,


***


Rumah ortu Anita.


Wildan langsung bersiap untuk berangkat kantornya.


"Baru saja kita sampai,apa abang gak capek?"tanya Anita


"Aku harus kekantor kasian yudi, diakan gak cuma meng handle pekerjaanku aja, dia juga punya tanggung jawab,pada proyek villa yang sedang mereka bangun"ucap Wildan


"ya sudah yang semangat kerjanya,


oh ya pakaian mu mau taro disini atau tetap di rumah sebelah?"tanya anita


"taro disini lah, masa iya setiap ganti pakaian aku harus kesana dulu"jawab Wildan


"kamarku sempit tau, gak sebesar kamar mu" ucap Anita karena mengingat kamar wildan yang luas, kamar anita hanya separoh dari kamar wildan.


"iya tau, nanti kita beli rumah yah, kalau tabunganku cukup"ucap wildan


"hmm" jawab Anita tersenyum


"kamarku beruntung bisa jadi saksi saat malam pertama kita" ucap Wildan "untung kamarku kedap suara" tambah wildan lagi "tapi tenang aja, kamarmu juga akan jadi saksi malam malam hangat kita berikutnya"tambah wildan lagi menggoda Anita


"Abaaaang....dasar ikh..mesum,..


ustadz mes***"ucap anita sebal mencubit perut wildan,.. bisa bisanya Wildan menggodanya habis habisan


"Hahaha,,aww sakit sayang" Wildan terus menghindari gerakan tangan anita yang ingin mencubitnya


"aku berangkat kerja yah"ucap wildan sembari menciumi wajah istrinya


"ya yang semangat kerjanya" ucap Anita menyemangati


"Selalu semangat karena mu" ucap Wildan


"karena Allah" balas Anita


"ralat,karena Allah dan juga karena mu" ucap Wildan lagi


sesampainya dikantor Wildan disambut tumpukan berkas yang akan di tanda tangani nya,...


disela kesibukan nya dering ponsel nya menghentikan aktivitas kerjanya,..notifikasi khusus dari sang istri


"Abang Aku minta izin keluar rumah bersama Rini" pesan chat Anita


"Mau kemana?" tanya Wildan


"paling ke mall nyari buku"


"oh ya sudah,..hati hati, cepat pulang"


anita dan rini pun pergi ke mall terdekat dikota itu..


"kamu mau nyari buku apa?" tanya Anita


"aku mau beli novel online yang sudah ada dalam versi cetak" ucap rini


"judulnya?" tanya anita


"Remaja yang dicinta" ucap rini


"uhuuuk" anita langsung tersedak air yang baru dia teguk


"ikh anita kamu kenapa?"ucap rini sembari mengusap punggung anita.


"kenapa kamu baru beli, itukan novelnya sudah terbit sepuluh hari yang lalu" ucap Anita


"koq kamu tau, jangan jangan kamu salah satu yang menyukai karya AAF.the Queen, yah? tanya rini


"iyup" jawab Anita


"Andai saja Aku bisa bertemu dengan penulis nya itu, kebayang senang banget kan, ikh andai...saja" ucap rini membayangkan betapa senang nya jika bertemu dengan penulis idolanya.


anita yang melihat rini seperti itu hanya menggeleng kan kepalanya,


"jika kamu bertemu kamu mau apa?" tanya Anita


"Aku ingin foto bareng dan minta tanda tangan nya" jawab rini


"kirain kamu mau ngasih apa gitu,,biar aku menemani mu menemuinya"ucap anita


"kamu juga ingin bertemu dengan nya, please ajak Aku" rayu rini


"iya tapi kamu mau ngaasih apa ketika kamu ketemu dengannya"tanya Anita lagi


"Aku akan bikin Fizza buatan ku dan minuman red velvet untuk nya" ucap rini semangat,


rini yakin jika Anita mau bertemu dengan penulis itu pasti akan mudah, mengingat sahabatnya itu sekarang sudah menjadi menantu orang nomor satu dikota mereka.


"benarkah, ok ." anita antusias mendengar ucapan rini, Fizza buatan rini sudah menjadi makanan favorit dikampus mereka, begitu juga dengan berbagai aneka minuman segar yang dijual rini lewat online ataupun yang mereka jual sendiri di kantin kampus,


"dan satu lagi tolong bayarkan punyaku" ucap Anita memberikan novel yang sama dengan novel yang rini beli..


"siap,...janji ya mengajakku" ucap rini kembali


"ok nanti malam aku kabari" ucap Anita