
"kami sudah, mencari bukti penyebab kecelakaan itu, namun sepertinya saat ini bukan waktu yang tepat untuk memberitahukannya," ucap wildan
"apa penyebabnya" tanya pak arief
"seperti dugaan kita, kalau memang ada seorang yang sengaja, tadi kami sudah memberikan rekaman nya ke polisi" ucap yudi
"siapa orang itu, apa maunya?" tanya pak arief
"kami juga tidak tau mungkin keluarga sofyan ada yang kenal" ucap wildan
" ya sudah besok saja kalian tanyakan, sekarang bantu bu nurul, dan pak hadi, papa dan mama tetap disini menjaga anita" ucap pak arief
pak arief gak tega jika meninggal kan bu pebry dengan anita ,karena saat ini dia sangat terpukul dengan kepergian sofyan,.
yudi dan wildan ikut membantu pemakaman sofyan, yudi meminta maaf karena papa dan mamanya gak bisa ikut,pak hadi dan bu nurul pun memaklumi nya.
setelah acara pemakaman selesai, mereka kembali pulang ke rumah masing masing.
keesokan harinya polisi pun memberi kabar, kalau orang yang menyebabkan kecelakaan itu sudah tertangkap..
yudi menelpon bu nurul dan pak hadi untuk datang kekantor polisi,dia memberi tahukan kalau orang yang menjadi penyebab kecelakaan itu sudah tertangkap.
dan mereka pun langsung datang.
bu nurul sangat kaget saat melihat pemuda yang menjadi tersangka itu.
"haa kamu , kenapa kamu mencelakai anakku, apa salahnya katakan erwan" bentak bu nurul
erwan pun hanya diam dan menunduk, mereka yang melihat nya pun sangat geram, ingin rasanya yudi menghabisinya.
polisi pun mulai bicara,
"dia mengaku dendam dengan sofyan, karena sudah menolak kakak nya mike, dan bertunangan dengan perempuan lain, mike tidak terima berkali kali di tolak, dan sofyan malah bertunangan dengan wanita lain, mike mencoba bunuh diri,dan sekarang dia sedang kritis itu lah sebabnya dia tidak terima melihat kakaknya menderita dia pun mencari cara untuk membuat sofyan menderita,"ucap polisi memberi penjelasan
" itu bukan salah sofyan, dia tidak menyukai mike, kamu tidak hanya membuatnya menderita namun sudah membuatnya meninggal, pak polisi hukum dia seberat berat nya" ucap bu nurul histeris
setelah itu mereka pun kembali ke rumah sakit,untuk melihat keadaan anita, berbagai cara dilakukan agar anita sadar namun tetap gak bisa sadar.
seminggu berlalu,
wildan mencoba bersalawat, membaca beberapa ayat suci Alquran di dekat ranjang anita berharap anita terbangun,
"ayo lah anita bangun, banyak yang merindukan ke hadiran mu di majlis, lihat lah mamamu setiap hari menangis,begitu juga papamu,abangmu yudi sangat sayang dengan mu, apa kamu tega melihat mereka sedih" ucap wildan sambil menatap anita yang terbaring
"saat kamu bertunangan dengan nya, Aku sudah berusaha untuk ikhlas ,se ikhlas ikhlas nya, karena apa??? karena Aku ingin lihat kamu bahagia"
"oh ya anita asal kamu tau, aku belum sempat mengatakan sesuatu, yang sejak lama ku pendam, kalau aku...... , kalau aku,.. sebenarnya memendam rasa cintaku padamu" ucap wildan tertunduk dengan linangan air matanya.
kemudian terdengar swara
twwitt.. twiiiitt... twittt...
detak jantung pada grafik monitor tiba tiba berbunyi ,pertanda anita merespon kata kata wildan,
wildan pun segera berlari keluar memanggil dokter,
yudi yang baru kembali setelah menebus obat pun..kaget
"wildan ada apa, anita kenapa?" tanya yudi
" anita sadar, "ucap wildan singkat
"alhamdulillah" ucap yudi
dokter pun segera memeriksa keadaan anita, anita butuh penanganan dan harus istirahat, mereka baru akan bisa menemui anita dalam beberapa jam berikutnya
bersambung