Love In Silence

Love In Silence
berduka



keesokan harinya,mereka pun mencoba mendatangi polisi ,untuk menanyakan penyebab kecelakaan mobil yang di kendarai sofyan..


di lorong rumah sakit bertemu dengan kk dira,


"kamu abangnya anita kan? dimana dia, dimana sofyan,mereka gak apa apa kan?" tanya dira khawatir


"sofyan ada di ruangan 101 dan anita diruangan 102 mereka belum sadar" ucap yudi


dira pun melebarkan langkah kakinya agar segera menemui adiknya.


"""""""""""""""""""""""


sesampainya di kantor polisi, yudi dan wildan menanyakan langsung penyebab kecelakaan itu, dan ternyata benar kalau memang ada orang yang ingin mencelakai mereka, karena ada bekas potongan di kabel rem nya..


hari kedua anita dan sofyan di rawat, namun mereka belum sadar juga.


Ibu pebry gak henti henti nya menangis,,


"sayang bangun nak, sadar lah anita" ucap bu pebry


namun anita belum sadar juga, dira masuk ke ruangan anita,


setelah melihat keadaan sofyan dira pun melihat keadaan anita


"anita adikku bangun lah , apa kalian berdua hanya bisa tertidur ,baru kemarin kalian datang ke tempat kakak, pernikahan kalian tinggal sebulan lagi" ucap dira


ketika sore hari nya, yudi pun masuk keruangan anita, dan Dira pun masih berada di situ menemani Anita


"kak dira apa sofyan punya musuh" tanya yudi


"musuh? maksudnya apa?" tanya dira


" iya kecelakaan mereka memang seperti di sengaja rem mobilnya sengaja di putus" ucap yudi


" haa, gak mungkin, sofyan gak punya musuh, dia sangat baik, dia gak sombong, aku yakin dia gak ada musuh, kemarin dia dari restoran kakak" ucap dira


"kak apa mungkin mereka kecelakaan setelah dari restoran kakak?" tanya yudi


"kak apa di restoran kakak ada cctv, bagaimana kalau kita cek" tanya yudi


"Ada kalian datang lah ke restoran, " ucap dira.


kemudian yudi dan wildan pun segera memeriksa cctv di restoran milik dira.


dan benar ada seorang pria yang mendekati mobil sofyan, dan melakukan sesuatu di bagian bawah mobil. mata yudi dan wildan pun terbelalak


"siapa dia" ucap mereka serentak


akhirnya yudi dan wildan menyalin rekaman cctv itu ke hp nya.kemudian mereka langsung menemui polisi.


tiga hari dirawat keadaan sofyan makin memburuk, akhirnya dokter menyerah, sofyan sudah tidak bisa tertolong.


ibu nurul sangat histeris,, teriakan nya sampai terdengar ke kamar anita,


ibu pebry yang mendengarnya langsung berlari ke kamar sofyan,..


"ada apa bu nurul, sofyan kenapa?"tanya bu pebry yang ikut menangis karena melihat bu nurul yang dari tadi memeluk anaknya dan menangis meraung,..


namun bu nurul gak sanggup mengucapkan satu kata pun,.dia hanya menangis,semua yang ada di ruangan itu pun menangis..


sofyan sudah tiada dan anita juga belum sadar, bu pebry pun ikut menangis histeris, kemudian pak hadi mencoba membujuk dan memberi kekuatan ke istrinya bu nurul,begitu juga pak arief,dia membawa bu pebry ke ruangan anita


saat itu wildan dan yudi pun datang, ingin menunjukkan rekaman cctv, namun mereka sangat kaget ketika melihat sofyan sudah meninggal, yudi merasa lemas,


"anita bagaimana dengan anita" kemudian yudi langsung berlari kekamar adiknya...


"pah, mah, anita baik baik aja kan" tanya yudi mendekati anita, betapa sayang nya dia dengan adiknya anita


"anita baik baik aja namun belum sadar juga,"ucap bu pebry sedih


"sabar mah anita pasti bisa melewatinya, dia anita, dia anak yang kuat" pujuk pak arief


bersambung