
Anita masih asik berbincang dengan bu mia,...
kemudian pak randy memulai obrolan seriusnya, semua mata pun tertuju padanya,
"oh ya semuanya, arief ,pebry, yudi dan anita, terimakasih atas jamuan nya luar biasa enak" randy tersenyum memuji masakan yang sudah disajikan mereka
"syukurlah keadaan anita sudah membaik,saya berharap silaturahmi kita akan tetap terjalin selama nya, maka demi itu kami ingin anita menjadi bagian dari keluarga kami, mungkin saya harus mengatakan tujuan saya sekeluarga kesini, bukan hanya silaturahmi dan melihat keadaan anita ,namun ada maksud lain juga,.. maksudnya kami ingin melamar anita untuk wildan"ucap pak randy
degg...
jantung anita berdetak kencang, tanpa di sadari air matanya jatuh tanpa permisi,dia segera menghapus air matanya dan menoleh kearah wildan yang ternyata sedang melihatnya, mata mereka saling tatap, beberapa detik dan saling menunduk mengalihkan pandangan.
pak arief dan bu pebry, terkesiap dengan ucapan pak randy, mereka awalnya hanya berpikir kalau randy silaturahmi untuk melihat keadaan anita.
"apa,kamu yakin ran? masalahnya keadaan anita belum stabil"ucap pak arief
"maka nya, setelah menikah nanti wildan yang akan mendampingi anita berobat keluar negeri"ucap randy
"kalau saya jujur saja,...saya gak punya alasan untuk menolak" ucap pak arief tersenyum, wildan adalah tipe menantu idaman buat mereka
"gimana pebry, yudi?"tanya pak randy
"sangat setuju" ucap bu pebry
"aku setuju aja, seharusnya aku yang duluan nikah kan aku abang" ucap yudi sok sedih
"ya sudah biar yudi yang duluan, penasaran juga dengan calon istrinya"ucap wildan santai
"uhuuk,"yudi tersedak,
"Hahaha"wildan tertawa puas
"ya sudah kalau sudah ada calon nya kita tinggal lamar aja"ucap pak arief serius
"biar anita aja duluan pah, aku masih ingin fokus bekerja dan menabung"ucap yudi
"alasan" saut wildan
"awas kamu ya" balas yudi
semua tergelak dengan ulaah yudi dan wildan,
lamaran mendadak itu masih seperti mimpi, anita menjadi calon istri wildan, hampir semalaman anita gak bisa tidur ,berpikir bagaimana bisa wildan memilihnya,
"wanita yang jadi cinta pertama nya gak mungkin itu aku" gumam anita.
malam pun makin larut,rasa kantuk yang datang seketika akhirnya membuatnya tertidur juga.
ketika pagi hari anita bersiap untuk membantu mamanya di dapur, tapi langkah kakinya berhenti ketika dering ponsel nya berbunyi,
"halo, kenapa bang?"tanya anita
"katanya mau sarapan ketoprak,buruan aku tunggu di tempat simamang"ajak wildan
Anita minta izin pada mama nya untuk sarapan di luar dengan wildan, dan sudah pasti mamanya dengan senang hati mengizinkannya.
dari jauh anita sudah terlihat anggun, rok warna coklat ,baju pink senada dengan kerudung,wajah mulus dan imut seperti boneka.
wildan tersenyum memperhatikan nya.
Anita duduk di sebrang meja berhadapan dengan wildan, biasanya dirumah mereka makan ramai,tapi kali ini hanya berdua.
"melihat kalian berdua ada disini,aku seperti kedatangan tamu artis"ucap si mamang
Anita dan wildan terkekeh...
dua porsi ketoprak sudah terhidang, anita sudah gak sabar ingin memakannya..
"habisin, jangan lupa baca doa" ucap wildan
"mmmhh" ucap anita kemudian diapun membaca doa makan,...
mereka berdua melanjutkan sarapannya hingga habis.
"terimakasih mang" ucap wildan setelah selesai membayar sarapan mereka berdua.
"anita kamu mau langsung pulang, atau ikut denganku?"
"abang mau kemana?"
"ayolah ikut aja, kamu gak repotkan di rumah?" tanya wildan anita pun menggeleng mengatakan tidak
berjalan kearah sebuah taman, saat melihat penjual nasi uduk dipinggir jalan,wildan menghampirinya.
"bu nasi uduknya seperti biasa" ucap wildan
"kan tadi kita sudah makan" ucap anita
"bukan untuk kita"
"eeh nak wildan, ini siapa ,calon istri nak wildan ya ,kok aku kayak kenal" ucap ibu penjual nasi uduk
"iya bu in shaa Allah calon istri,dia anita, doakan semuanya lancar ya" ucap wildan
"pasti nak wildan ,masya Allah calon istrinya cantik banget" ucap si ibu tak terasa nasi uduk sudah terbungkus
"berapa semuanya bu"
"tiga puluh lima ribu"
wildan mengeluarkan uang limapuluh ribuan
"gak usah dikembalikan bu" ucap wildan kemudian dia menarik tangan anita agar mengikutinya
bersambung