
wildan akan memasuki ruangan anita, berpapasan dengan bu pebry yang akan mau keluar,
"eh wildan, kamu gak apa apa nemani anita, ibu mau sholat dulu ke musholla soalnya tadi lupa bawa mukena"
"iya gaak apa apa bu" jawab wildan
wildan masuk, dan langsung menyapa anita,
"anita gimana keadaan mu,"wildan
"alhamdulillah bang, agak baikan" anita
"oh ya anita, aku mau ke rumah sakit vinnyta, apa ada pesan buat ku sampaikan ke vinny temanmu itu?" wildan
"oh gak ada bang, titip salam aja, jangan bilang kalau aku sedang di rawat" pesan anita
"kenapa dia gak boleh tau,kata mu dia teman mu, " wildan terus berharap agar anita cerita
"kalau dia tau pasti dia akan kesini, aku lagi malas bertemu dengan siapa pun, aku ingin sendiri" ucap anita
"oh pantas aja dari tadi kamu tidak menoleh sedikit pun, kehadiran ku pasti mengganggu mu" ucap wildan
"hee, maafin anita bang, segera lah bertemu vinny, kemarin dia bilang ada yang ingin dia bicarakan ke abang" ucap anita
"bicarakan apa" tanya wildan
"mana ku tau," ucap anita
"anita apa yang dia katakan padamu, dia membuat drama apa lagi, apa kehaluan nya tentang pernikahan atau perjodohan membuat mu risih, yaudah nanti aku akan bicara padanya, aku pasti kan dia tidak akan mengarang cerita lagi" wildan
"iya bang lakukan lah, terimakasih sudah peduli dengan ku"ucap anita tanpa memikirkan maksud ucapan wildan.
"sayang mama lihat kamu agak lebih ceria sekarang tidak seperti tadi murung terus, apa yang wildan bicarakan? " tanya bu pebry meledek
akh apa iya, di pikir pikir iya juga sih semenjak ada abang wildan ,pikiran ku sedikit tenang, beban yang terasa berat seakan hilang. batin anita
"gak bicara apa apa, cuma aku senang aja, katanya dia mau bertemu vinny hari ini, jadi aku gak perlu menyampaikan pesan vinny, untuk membujuk abang wildan agar mau menikahi vinny," ucap anita dengan senyum lebar yang sulit diartikan..
bu pebry pun kaget, mengerutkan dahi "apa apaan, haduh kenapa hubungan anita dan wildan hanya terus seperti ini, berharap ada kejelasan ke tahap berikutnya malah jadi gini" batin bu pebry
""""""""""""""""
wildan menemui vinny di RS milik nya, melihat kehadiran wildan raut wajah vinny langsung sumringah senang, tapi wildan dengan wajah tanpa ekspresi ,meskipun begitu ketampanan nya tetap terlihat.
"vinny, apa kemarin kamu bertemu anita?" wildan
"iya kenapa, dia baik yah, sholehah,sopan dan lembut ,aku ingin seperti dia" jawab vinny berbasa basi
"apa saja yang kamu bicarakan, apa kamu masih mengarang cerita perjodohan dan pernikahan?" bertanya sinis tapi dengan nada lembut.
"kamu tau kan aku disini agar kita bersama dan menikah, lagian orang tua kita setuju, apa kurangnya aku" jawab vinny
"maafkan aku vinny, dari dulu aku sudah bilang tidak akan menikah denganmu, karena aku punya pilihan sendiri" ucap wildan berharap vinny mengerti
"apa dia anita" tanya vinny
"kamu tau sebenarnya, apa itu sebabnya kamu mempengaruhi nya agar membenci ku" tanya wildan
mendengar pengakuan wildan membuat vinny gak bisa menahan amarah nya,dia pun menangis berteriak melempar semua yang ada di mejanya..
bersambung