
Beberapa hari berikutnya ,di pagi hari itu Ririn terbangun dan selalu melihat tempat tidur disebelah nya kosong,
"Hah, kenapa dia selalu pergi sebelum aku bangun, apa dia sengaja, apa segitu sibuk nya,aku yakin semalem dia pulang ,jelas jelas aku memeluknya" lirih Ririn cemberut.
Ririn pun bergegas keluar kamarnya, menanyakan kepada bibi pelayan di rumah nya.
"Bii ,bii?"
"ya non, ada apa?"
" Apa kak Yudi semalem pulang kesini?" tanya Ririn
" iya non, tapi pas azan subuh dia pergi lagi , katanya abis solat subuh mau langsung ketempat kerjaan" ucap bibi
"Hmm, si bibi malah lebih tau di banding kan aku,aku kan kangen ,pengen denger suaranya dari kemaren pulang nya tengah malam terus,"gerutu Ririn kesal
"yaudah deh bii, aku mau nyusul kekantor nya aja,"ucap Ririn kembali ke kamarnya bersiap siap
🏙️
gedung kantor WAP
" kak Ririn" teriak Anita di depan gedung milik suaminya itu,
"Hai Anita" sapa Ririn pada adik kesayangan Yudi suaminya
"Kak tumben ada disini? ayok kita masuk, kak Yudi baru aja pergi, katanya ke kantor pak Riandra" ucap Anita memberi tau Ririn
"owh kak Yudi kekantor ayah? klu gitu aku langsung kesana aja deh." ucap Ririn ingin segera pamit.
"loh kan kak Ririn baru sampe masa langsung pergi lagi, apa serindu itu ya, perasaan masih pagi deh,"ledek Anita.
wajah Ririn seketika melow, tampak ada rasa rindu ,setelah selesai cuti menikah, Yudi benar benar sibuk dengan pekerjaan nya,yang mengharuskan nya bolak balik antara perusahaan milik Wildan dan ayah mertuanya itu.
"kenapa kak,..apa kalian berantem? " tanya Anita heran
"jangan kan berantem, buat dengar suara nya aja, aku gak bisa,selama dua hari ini, dia pulang kerja setelah aku tidur, dan berangkat kerja ketika aku masih tidur"lirih Ririn sedih
"owh ternyata kak Yudi masih aja gila kerja, yang sabar kak, yaudah kakak, susul deh, pasti udah rindu berat?" ucap Anita tersenyum untuk menghibur kakak iparnya itu, Ririn pun mengangguk tersenyum dan langsung pamit pada Anita.
setelah sampai di gedung perkantoran milik ayahnya nya itu, Ririn langsung menanyakan ke resepsionis , suaminya itu bekerja di bagian apa Ririn belum tau, resepsionis pun berkata kalau Yudistira pranata bekerja sebagai GM. dan Ririn pun langsung menaiki lift ke ruang an yg dia tujuh.
"siang Mbak kak Yudi koq gak ada diruangan nya?" tanya Ririn pada salah satu staf yg ada di dekat ruangan Yudi, karena Ruang an Yudi tampak kosong.
" owh itu, pak Yudi lagi ada pengecekan di bagian gudang" jawab staf wanita itu
" owh" ucap Ririn kembali mencari keberadaan Yudi di gudang yang dimaksud
Ririn terus menyusuri lorong perkantoran itu, hingga sampai lah dia di gudang yang dia tujuh namun Yudi gak ada disana,
"kak,. kak . Yudi,..." panggil Ririn, masuk ke gudang barang yang bertumpuk banyak nya kardus berisi segala macam produk yg mereka keluar kan,dan sudah siap untuk di kirim,
"koq gak ada orang satu pun, kak dengar gak sih?..kak yudiii? teriak Ririn sebal
Ririn mendengus sembari terus berjalan kebelakang gudang
disisi lainnya
"haloo, ada apa?"saut Wildan pada orang di sebrang ponsel nya
"Wildan apa Ririn ada disana?" tanya Yudi
"gak Ada, disini cuma ada Anita" jawab Wildan
"Eh tadi ada kak Ririn didepan tapi dia langsung menyusul kak Yudi kekantor pak Riandra" ucap Anita memberi tau
"sekitar setengah jam yang lalu"sambung Anita
"hah Ririn menyusul kekantor?"Yudi menepok kepalanya dan langsung mematikan hp nya .
dia berlari ke ruangan nya dan menyanyakan kepada staf nya ,dan staf nya bilang Ririn mencari nya kegudang.
"Ririn....." teriak Yudi dipintu gudang,
namun tak ada sautan
"apa mungkin Ririn masuk ke gudang , lampu gudang sedang mati dan gelap" batin Yudi
Yudi terus menyusuri gudang hingga kebelakang
terdengar ada suara tangisan
"Ririn...."teriak Yudi ,seketika itu langsung memeluk istrinya yang ketakutan
Yudi pun langsung menggendong istrinya yang masih menangis.
"kenapa kamu kesini, aku sudah bilang aku yg mengecek kantor ayah, jadi kamu gak boleh kekantor dulu" ucap Yudi pada Ririn
"Aku kesini bukan untuk ngecek keadaan kantor, aku tau paman Tio pasti bisa meng handle semua nya" ucap Ririn menjelaskan
"terus kenapa kesini, sampai mencari ku ke gudang" ucap Yudi
"itu tau aku mencari kak yudi"
"iya tapi kenapa mencari ku,?"
"setelah kembali bekerja kenapa gak ada waktu untuk ku, walaupun hanya sekedar cerita atau bicara" lirih Ririn sendu
"Iya Maaf yah, apa kamu kangen,?"tanya Yudi pertanyaan konyol
Ririn hanya tertunduk
"kenapa dia bertanya seperti itu, apa hanya aku yang kangen dengan nya" gumam Ririn lagi
Yudi langsung mengantarkan Ririn pulang kerumahnya,
"kak kenapa aku gak boleh bekerja?" tanya Ririn
sebenarnya Ririn tidak begitu suka dengan kesibukan perkantoran, hanya saja dia pikir dengan begitu dia bisa terus bersama suami nya.
"nanti saja kamu kerja kembali setelah ayah sembuh" ucap Yudi
"Aku berangkat dulu yah, kamu jangan keluar rumah,"ucap Yudi mencium kening istrinya
"tapi aku masih kangen" lirih Ririn
Yudi pun tersenyum menghampiri Ririn,
Yudi dengan spontan nya mencium bibir mungil istrinya itu, bukan hanya sampai disitu kedua nya saling melepas rindu, hingga puncak percintaan mereka lepas bersama siang hari itu,...
setelah selesai Yudi pun membersihkan tubuh nya, dan kembali kekantor untuk melanjutkan kesibukan nya
bersambung