
keadaan anita sudah mulai membaik, dia sudah tidak memakai kursi rodanya, tapi dia tetap pakai kruk penyangga untuk menopang kaki kiri nya,
dia pun sudah kembali ke kampus,
hari itu di kampus mereka akan mengadakan baksos, dan akan ada tamu penting anak pejabat sebagai donatur utama akan memimpin acara baksos itu,..
semua sudah berkumpul di lapangan, anita berdiri paling belakang,anita tidak menyangka bahwa anak pejabat yang mereka maksud adalah wildan,
saat mc memanggil wildan ke atas panggung, wildan berdiri dengan dirinya yang sangat sempurna, semua mata terpukau melihatnya.
wildan mengatakan, bahwa ayahandanya randy akbar tidak bisa hadir karena sedang berada di luar kota, untuk dana baksos yang akan mereka salurkan pak randi sudah menyerahkan nya ke wildan,
wildan langsung mengeluarkan amplop coklat tebal dari saku switer nya,
"dari kemarin saya belum membuka amplop ini, saya juga tidak tau seberapa isinya, ayah berharap agar uang ini bisa membantu mereka yang kesulitan,semoga keadaan disana cepat membaik dan ini dari saya "ucap wildan sambil mengeluarkan satu buah amplop lagi
orang orang yang melihat nya pun langsung terkagum²
"wah sempurna banget,tampan, baik lagi"
"dia juga seorang ustadz tau"
"akh idaman bAnget"
"anak pejabat lagi"
"siapa ya wanita beruntung yang jadi istrinya"
"dengar dengar belum punya pacar"
"nama nya ustadz mana mau pacaran"
bla bla....
anita yang mendengar nya hanya diam, "akh brisik" batin anita
wildan selesai menyerah kan amplop ke ketua panitia baksos dia pun langsung turun dari panggung,
dan acara selanjutnya pun masih berlangsung, mahasiswa mengumpulkan barang bekas layak pakai dan apa saja yang masih bisa digunakan.
anita tidak bisa berdiri lama lama dia segera meninggalkan kerumunan, dengan perlahan dia akan menduduki bangku taman yang tidak jauh dari kerumunan,
wildan akan segera meninggalkan tempat itu, dia pun akan diantar oleh ketua panitia menuju parkiran,
***
"anita kenapa kamu sendirian" sapa wildan saat melihat anita duduk di bangku taman
"ah iya, tadi aku kecapean berdiri lama maka nya aku kesini," ucap anita
"iya jangan terlalu capek kamu masih dalam pemulihan" ucap wildan
ketua panitia tiba tiba datang tergopoh².
"wildan ini ada telpon dari pak randi" ucap nya
"iya ada apa ayah?" tanya wildan
"akh sukurlah akhir nya kamu benaran datang ke sana, bla bla mereka bicara panjang lebar.
dan anita pamit masuk ke kelas nya,
wildan dan ketua panitia itu pun berbincang tentang apa yang di katakan pak randi di tlpn tadi.
wildan akan menggantikan ayahnya jika ada baksos setiap bulannya. tapi wildan tidak janji untuk bisa ikut ke lokasi karena kerjaan nya yang tidak bisa ditinggal.
kemudian pembicaraan mereka beralih tentang anita.
"anita sangat beruntung bisa dekat dengan orang orang hebat seperti bang wildan dan pak sofyan, yah dia memang cantik dia gadis yang lembut, dulu aku sangat berharap bisa mendapatkan nya, saat tau pak sofyan mendekati nya dan akhirnya bertunangan akh aku sadar aku gak ada apa apanya" ucap ketua panitia
"oh jadi kamu menyukainya?" tanya wildan
"saya rasa lelaki normal mana pun pasti suka melihat ke cantikan dan ke baikan anita," ucap ketua panitia itu
"ya sekarang apa ada yang berubah dari anita setelah kepergian tunangannya?" tanya wildan
"ya aku rasa anita tetap lah anita, meskipun sekarang dia berjalan pakai alat, dia tetap cantik, semangat nya se akan menunjukkan kalau dia bukan wanita yang rapuh" ucap ketua panitia itu
"oh sukurlah" jawab wildan
"bang aku pernah kepoin Igeh kalian berdua, ternyata fansnya kalian sangat berharap agar kalian berjodoh" ucap ketua panitia
wildan hanya tersenyum..
bersambung