Love In Silence

Love In Silence
Menantang Bahaya



💕💕💕


"ssshhh,,...akh" keluh anita meringis kesakitan karena bekas cengkeraman di leher nya,


pengawal itu sudah membawa mikeh ke pos jaga untuk diamankan,


"Anitaaaaa...." teriak wildan berhambur memeluk istrinya.


"kamu tidak apa apa? kenapa kamu nekat menemuinya?" cecar wildan bertanya sambil menangkup wajah Anita memeriksa pipi kiri dan kanan


"Aku gak kenapa napa, cuma perih bekas cengkeraman nya di leherku" ucap anita sambil memegang lehernya


"astaghfirullah,..hayo sayang kita harus periksa kerumah sakit" ucap Wildan langsung berdiiri bersiap untuk membopong tubuh istrinya


"Aku gak apa apa, gak usah berlebihan sayang, lagian kan ada pengawal yang menjagaku" ucap Anita yang kini berada dalam gendongan wildan, mereka pun bersiap meninggalkan tempat itu.


"ckk, aku menyuruh mereka mengikutimu karena aku gak ada bersamamu, bukan untuk membuatmu menantang bahaya" ucap Wildan sedikit kesal


"Ya maaf sayang, aku hanya penasaran, kenapa kak mikeh ingin mencelakaiku ketika dirumah sakit" ucap Anita sendu


"tadi dia bilang selain sofyan yg menolaknya dan memilihku,dia juga bilang abang dan sepupuku sudah memenjarakan adiknya,maksudnya siapa?" tanya Anita lagi


"baiklah nanti di mobil akan aku ceritakan, ayok" ajak wildan


wildan pun menceritakan semuanya, yang menjadi penyebab anita dan sofyan kecelakaan kala itu, bahwa adiknya yang menyabotase mobil sofyan, karena sofyan sudah menolak mikeh dan memilih anita, mikeh koma karena ingin bunuh diri,memang selama ini mereka sengaja tidak memberi tau anita karena takut anita drop lagi,


"kasian sekali, mereka kakak beradik yang saling menyayangi, tapi cara yang mereka lakukan sangat keterlaluan" gumam Anita


jemari anita dan wildan saling berkaitan, mata wildan tak ada puas jika menatap wajah istrinya,


"sayang" lirih anita


"hmm" saut wildan


"boleh aku ingin bertemu dengan adiknya, aku merasa mereka itu terlalu nekat, ada apa sebenarnya yang membuat mereka seperti itu?" ucap Anita


"ya sudah,..pak ayok kita kekantor polisi?"perintah wildan pada supirnya


"ya tadi pengawalku mengirim potomu ketika ingin menghampiri mikeh,aku panik, aku menyuruh asistenku yang menggantikanku, aku langsung tancap gas menemuimu" ucap Wildan


"panik?..kenapa..?" tanya Anita


"sebenarnya aku sudah tau kalau mikeh yang mau mencelakai mu waktu dirumah sakit, tapi aku gak memberitau mu, karena takut menjadi beban pikiran mu." ucap Wildan terus menatap bola mata istrinya, wildan menarik Anita agar bersandar didadanya, anita pun bersandar di dada suami nya,, mengalungkaan tangan nya di perut suaminya, wildan terus mengecup kening anita di Sepanjang jalan hingga mereka sama sama tertidur,...


"pak bos, kita sudah sampai" ucap sopir membangunkan mereka


"oh iya ...ayo sayang bangun kita sudah sampai" lirih wildan perlahan membangun kan anita


saat anita terbangun wildan memberikan air mineral botol untuk mencuci muka biar kembali segar,..setelah melihat wajah cantik istrinya segar dan tampak berseri wildan pun tersenyum,..


"Kenapa" tanya Anita heran melihat wildan tersenyum


"istriku tambah cantik aja" ucap Wildan menggoda


"ikh,..apaan sih?" ucap Anita mencubit perut suaminya


mereka pun menghampiri petugas polisi untuk minta izin bertemu erwan adiknya mikeh,..setelah menunggu beberapa menit di bangku ruang tunggu erwan pun muncul diantar salah seorang polisi,..


erwan duduk berhadapan dengan anita dan wildan..erwan tampak terkejut melihat Anita.begitu juga anita tak menyangka kalau erwan adiknya mikeh.


"Anita kamu anita kan? kenapa kamu ada disini bersamanya?" tanya erwan tak menduga akan bertemu anita.


"kak erwan.. berarti kak erwan adiknya kak mikeh?,.." anita balik bertanya


"iyaa,..emang nya ada apa dengan kak mikeh, dan kamu belum menjawab pertanyaan ku tadi" ucap erwan gak sabar


Anita pun menceritakan kalau barusan dia bertemu dengan mikeh dan mikeh lagi lagi ingin menyakiti anita, semua itu karena berawal dari hubungan Anita dan sofyan.


"jadi kamu tunangan nya sofyan, dan aku hampir membuat mu celaka?" tanya erwan, mukanya tampak frustasi dia mengacak kepala nya tertunduk sedih diatas meja yang menjadi pembatas mereka


wildan hanya diam, menebak ada hubungan apa diantara anita dan erwan sebelum nya..


bersambung