
"Iya,...apa abang gak pernah cerita?"Tanya Anita
"Apa nya yang dia katakan, melihat ku saja Dia.....,Dia justru mengatakan kalau kamu adalah mantan kekasih nya" Ririn memaksa tersenyum
"Apa?? abang parah yah..?"Anita langsung menyubit Yudi
"Sampai segitu Dia ingin menolak ku, hingga Anita adiknya sendiri diakuinya mantan pacarnya" batin Ririn sedih Dia merasakan Cintanya hanya bertepuk sebelah tangan.
"aaww,...Anita sakit ikh"rintih yudi
"Owh,...kamu cantik banget Anita" puji Ririn pada adik iparnya untuk mengalihkan perasaannya.
"Terimakasih Kakak juga Cantik"balas Anita memuji
Dan acara pernikahan pun kini Di mulai..
"Saya Nikah kan Engkau Yudistira pranata dengan putri ku RiRin kirana binti Riandra dengan mas kawin satu set perhiasan emas dan seperangkat Alat sholat dibayar tunai" Suara Pak riandara mulai bersemangat untuk menikah kan putri kesayangan satu satunya itu..
"Saya terima Nikahnya Ririn Kirana binti Riandara dengan mas kawin tersebut di bayar tunai"
"Sah....sah...sah.." ucap yang lain nya serentak
Hingga Acara pernikahan itu pun Berjalan lancar ..pada malam harinya mereka menginap dirumah sakit itu, menemani ibunya Ririn Yudi pun ikut menginap karena esok harinya pak Riandra akan berangkat keluar negeri Untuk menjalani operasi yang hanya Akan ditemani Istrinya, sedangkan Ririn harus tetap Tinggal Untuk mengurus perusahaan Ayahnya.
Pagi harinya Yudi pun ikut mengantarkan Ayah mertuanya itu kebandara,
"semoga cepat sembuh pak,seperti sebelumnya" ucap yudi pada pak Riandra
"Terimakasih Yudi, kamu harus terbiasa memanggil ku Ayah"ucap pak riandra
"Owh iya pak eh Ayah" ucap yudi gugup
pak Rindra tersenyum dan geleng geleng kepala..
Puas rasa hatinya Kini putri kesayangan nya Sudah benar benar berada pada lelaki yang tepat ,,Yudistira Pranata.
Ririn pun memeluk Ayahnya Menangis..
"Hei gadis kecilku hapus Air mata mu"ucap pak Riandra menatap Ririn lembut
"Sudah sayang doa kan terus kesembuhan ayahmu yah, dan patuh pada suami mu, Dia itu lelaki yang baik jangan kecewa kan Dia" ucap ibunya sedikit berbisik,..Ririn hanya menganggukkan kepalanya.
setelah dari bandara Yudi langsung mengantarkan Ririn pulang kerumah..
"Kak Yudi mau kemana?"Tanya Ririn pada yudi Karena yudi hanya memarkir kan mobilnya dipinggir jalan depan Rumah Ririn.
"Oh iya Aku mau Ambil Tab ku yang ketinggalan di kantor"ucap yudi
"Bukan sengaja untuk menghindari ku kan?" seketika itu terlontar begitu saja dari mulut Ririn
"Maksud nya?" Tanya yudi bingung
Ririn justru Diam dengan matanya yang berkaca kaca, dan berlari memasuki Rumah nya
"Huuuu,..kenapa Ririn begitu sensitif ya?"gumam yudi menghela napasnya.
yudi pun kembali memarkir kan mobilnya di bagasi rumah Ririn, dan masuk kedalam rumah Mencari keberadaan Ririn.
"Rin...Ririn..kamu dimana?" Tanya yudi Karena belum tau dimana kamar Ririn
"Non Ririn ada di kamar nya, lantai atas" ucap bibi pelayan dirumah Ririn
"owh iya bi, makasih" ucap Yudi dan menaiki tangga
tok tok tok
"rin,..buka pintu nya...rin boleh aku masuk?"Yudi terus memanggil Ririn agar dia bisa bicara dengan ririn
Dengan rasa malas Ririn pun membuka pintu kamarnya..Yudi pun masuk kekamar Ririn Untuk pertama kali nya,
Yudi tersenyum memperhatikan kamar Ririn, ternyata kamar itu dihias seperti kamar pengantin.
"kenapa tersenyum, ini bukan aku yang hias,aku justru baru tau" ucap ririn dengan nada sedikit ketus, kamar Ririn memang dihias tanpa sepengetahuan Ririn, Ibunya lah yang menyuruh bibi pelayan dirumah itu yang menghias nya bak kamar pengantin.
"sama suami gak boleh ketus gitu," ucap yudi sembari memeluk Ririn dari belakang.
Bersambung