Love In Silence

Love In Silence
Kedatangan Keluarga WILDAN



Anita mengingat ingat kembali, "apa kah abang wildan pernah mencintai ku tapi sejak kapan ,? apa semenjak dia melihat keadaan ku yang rapuh, ya ampun Anita halu banget sih, lelaki sesempurna dia mencintai mu itu sulit di percaya, tapi bodi amat lah, semoga saja benar pak Randi akan datang dan membuktikan ucap Abang Wildan tadi" bermonolog sendiri


Anita bergumam sendiri di kamarnya, terkadang tersenyum,mengingat wajah lelaki nya yang berkata akan sabar menunggu Anita mencintai nya.


gregetan sendiri mengingatnya. Anita tersenyum dan menggeleng gelengkan kepalanya,


Anita merasa seakan Dia jatuh Cinta lagi, dengan orang yang sama,


Anita gak sadar dari ambang pintu kamarnya, yudi sudah tersenyum mendengar anita bergumam dan meengoceh sendiri.


Anita melotot dan melempar bantalnya ke arah yudi, yudi pun tertawa terpingkal pingkal...


"Abang apaan sih" ucap anita manja pada yudi, dia pun pergi meninggalkan kamar nya dan melewati Yudi yang tersenyum mengejek nya, dia keluar kamar menuju dapur hendak membantu bu pebry memasak.


"anita kamu gak usah ikut masak, berdandan lah yang rapi, keluarga wildan akan kesini silaturahmi"ucap bu pebry


karena pak randy yang mengatakan kalau dia datang dengan keluarganya bersilaturahmi melihat keadaan anita.


"ooowh iya maah,"ucap anita tidak


bertanya dan langsung kembali ke kamarnya.


Anita mengambil ponsel nya dan mengetik pesan


"bang" pesan dari anita


"iya " seketika di balas wildan


cepat amat balas nya. batin anita


Anita menatap layar ponsel nya beberapa detik, ragu bertanya, suasana hatinya memang sedang tidak stabil.


kemudian ponselnya berbunyi panggilan dari wildan...


berdering beberapa detik baru diangkat,


"halo kenapa nelfon" tanya anita dengan suara perlahan


"tadi kamu chat, mau bertanya apa? tugas kuliah?" tanya wildan berpura


"benar keluarga abang akan datang kesini?" tanya anita


"iya sayang...sebentar lagi tunggu aja.." jawab wildan pelan dan lembut, membuat raut wajahnya Anita merona


"oowh ya sudah, emmm- sejak kapan ada sayang sayang an" ucap anita protes


"sejak sekarang,...anita udah sarapan?"wildan masih bertanya seperti tidak ada beban


"sudah,.. .abang kenapa gak ikut sarapan?"anita balik bertanya


"tadi sarapan ketoprak simamang, mau ngajak anita pasti gak akan mau" ucap wildan seakan tau


"ikh mau banget," ucap anita


"yakin nanti deh ku ajak?"ucap wildan


"kamu nelfon siapa? nelpon anita?" tanya yudi kepo


"ngapain telponan tinggal samperin kerumah sebelah"ucap yudi


"lebih seru telponan"ucap wildan tersenyum,,..


kemudian bersiap untuk wudhu, melaksanakan sholat dhuha,


yudi menggeleng dan tersenyum


"wah kejantanan mu sudah tidak kuragu kan lagi Ndan! jangan sampai terlambat lagi" yudi tertawa senang dia tau persis bagaimana Wildan memendam perasaan nya selama ini pada Anita.


.


.


.


keluarga randy pun sampai, pak randy, bu mia dan rangga abang sulung wildan ikut datang.


mereka berkumpul di ruang tengah.


Anita keluar dari kamarnya, kakinya yang berjalan tertatih karena belum terlalu pulih,, tapi kecantikannya yang menonjol orang lupa akan kekurangan nya itu.


"sini anita dekat ibu" ajak bu mia menepuk sofa di dekatnya,dengan senyuman bahagia yang terpancar diwajah bu mia.


anita pun tersenyum dan duduk di sebelah bu mia.


"Anita,,,,.. ini rangga abang sulung wildan"ucap bu mia memperkenalkan


"oh iya,..aku anita" menoleh ke rangga


"Hai Anita cantik banget, kamu sehat sehat ya" sapa rangga ramah, Rangga benar benar kagum, "pantas Wildan menyukai Anita, dia gadis yang sempurna" batin Rangga


"hmm" Anita mengangguk


wildan dan yudi pun datang,masih menggunakan sarung,lepas sholat dhuha ,wibawa seorang ustadz muda itu sangat terlihat.


wildan memeluk rangga,mereka seperti 2 jagoannya pak randy, postur tubuhnya hampir sama, ada sedikit kemiripan, sama sama tampan bak pangeran.


yudi menghampiri mereka,menyalami dan duduk bersama.


sekilas wildan melihat anita yang sedikit tampil beda, polesan make up tipis membuat wajah Anita lebih segar dan berseri, Anita menggunakan kerudung warna abu muda, membuat kecantikannya sangat sempurna.


"terlambat sedikit lagi kamu melamar nya, siap siap bakal direbut orang" ucap rangga berbisik rangga memperhatikan kekaguman Wildan pada Anita dan berniat untuk sedikit menekan dan menakuti adik kesayangan nya itu.


wildan terdiam


"memang benar aku pernah lengah dan anita di lamar orang lain, itu rasanya sangat sakit.." batin wildan


"terimakasih banyak abang rangga ikut datang kesini, secara kan pengacara selalu sibuk"ucap wildan meledek, mengalihkan perasaann tentang rasa menyesal karena anita pernah di lamar orang lain.


"aku pasti meluangkan waktuku untukmu, tapi kakak iparmu gak bisa ikut karena lagi hamil"ucap rangga


"owh alhamdulillah kaka hamil" ucap wildan senang


Bersambung