Love In Silence

Love In Silence
Biar jadi rahasia



Ketika malam harinya Anita pun mengabari Rini, sesuai janjinya.


"Rin kamu coba chek, di balik sampul belakang novel yang kita Beli tadi, dan perhatikan tandatangan nya,Besok pagi pun kamu bisa bertemu dengan nya,,tapi jangan lupa janjimu yah, ..


bye Rini Aku mau tidur dulu," ucap Anita tertawa sudah berhasil mengerjai sahabat nya itu kemudian dia menonaktifkan ponsel nya


"Ada apa yank, kenapa tertawa? " tanya wildan heran, wildan menghentikan aktivitas laptopnya dan kemudian menghampiri Anita.


Anita menunjukkan novel yang dia beli tadi pada wildan,


"Kenapa dengan novel ini? apa ada yang salah?"tanya wildan lagi


"Rini ingin sekali bertemu dengan penulisnya, aku bilang besok pagi dia pasti bisa bertemu "ucap Anita tertawa, wildan pun ikut tertawa sambil mencubit hidung istrinya gemas.


"jadi kamu belum memberi tahu nya?" tanya Wildan


"Sudah barusan, mungkin subuh dia sudah datang kesini dan membawa kan pesanan ku" ucap Anita tertawa


"oh ya sekarang katakan siapa remaja lelaki yang tidak disebut kan nama nya itu, kenapa kamu tidak memberikan nama pengganti aja" tanya wildan mengomentari novel karangan anita


"remaja lelaki yang kutulis itu adalah Rahasia" ucap Anita berbisik seakan takut ada orang lain yang mendengar, kemudian Anita menunjukkan senyum manis nya..


"fiuuhh...gitu ada rahasia rahasia an" wildan, menampakkan wajah tampan nya seakan mengatakan sehebat apa orang itu, apa lebih hebat dari nya.


Melihat suaminya yang berlagak percaya diri Anita pun ingin tambah menggoda nya,


"yang jelas dia Adalah lelaki yang paling sempurna, yang pernah ku kenal di dunia ini" ucap Anita bangga


raut wajahnya Wildan makin terlihat memanas, istri tercinta bercerita tentang lelaki lain


"Apa dia Sofyan" bertanya dengan nada getir


Anita menggeleng


"terus siapa"Wildan mulai gak sabar


"Emang kenapa ingin tau, cemburu yah?" tanya Anita bermanja di atas dada suaminya


"ngapain mikirin masa lalu yang penting sekarang kamu udah jadi milikku" berkata menang dan bangga


"owh berarti gak guna donk Abang tau siapa dia, dia itu punya tempat yang sangat spesial tau dihatiku" pancing Anita


Wildan pun melototi Anita tajam,


"awas kamu Anita berani nya kamu bermain hati, kamu pikir ada lelaki yang mencintai melebihi aku," gumam Wildan geram


Wildan merasa Anita berhasil mempermainkan perasaan nya saat ini,


-------diam dengan tatapan menyorot nya


"Abang serem ikh" ucap Anita yang mulai tau kalau suami cemburu dan marah


"yank..." Anita


-------Diam


"Abang, gitu aja marah, Abang gak sayang beneran yah, cuma tau gitu aja aku dah cuekin" keluh Anita , karena melihat Wildan memejamkan matanya


"yakin Abang bisa tidur nyenyak ?". Anita tau kebiasaan suaminya semenjak menikah, Wildan gak akan bisa tidur sebelum mencumbui Anita terlebih dulu


Anita tertawa dan berbisik


"Lelaki yang sempurna itu dan lelaki yang spesial itu adalah Wildan Akbar putra Randi Akbar" ucap Anita dengan lembut dan manja


wildan segera bangkit dari tidurnya kemudian menindih dan menciumi istrinya gemas,...


"Abang ikh.... libur dulu...orang kerja aaja pasti ada libur nya walaupun sekali seminggu" ucap Anita menyindir wildan


"owh mau protes" ucap Wildan sembari membuka kaos yang dia pakai dia menggelitiki perut anita hingga anita terus tertawa


"Hahaha...iya..iya...Aku gak protes" ucap Anita ,.. malam itu menjadi hangat kembali, dua insan yang saling mencintai melepas hasratnya,..


wildan menciumi anita dan memeluk tubuh istrinya yang terlihat lelah tak bertenaga...karena percintaan malam indah mereka yang tak pernah libur setelah seminggu menikah...sudah pasti lelah namun indah, karena dilakukan bersama pasangan halal yang sangat kita cintai


"Terimakasih sayang sudah mencintai ku" bisik wildan


"hmm.." jawab Anita membalas ciuman dipipi suaminya..


"mau lagi" goda wildan karena senang dapat ciuman dipipi nya.


"abang ikh..." ucap Anita sambil mendorong tubuh suami nya agar menjauh..


"Hahaha..kan kamu yang mancing mencium ku" goda wildan


"apa salah nya mencium suami sendiri "ucap Anita


"ya sudah cium lagi sini,...ini...ini..ini...ini...belum" ucap Wildan menunjukkan semua bagian wajah nya dan menolehkan wajahnya ke anita


"ya,...tapi langsung tidur " ucap Anita terus mematuhi keinginan suaminya,..mencium semua bagian wajah suami nya, wajah sangat tampan wanita manapun takkan sanggup menolaknya...


kemudian mereka bersiap tidur setelah membersihkan diri terlebih dahulu..


*****


keesokan paginya anita bersiap menggandeng lengan wildan keluar rumah, dan ternyata saat membuka pintu sudah ada rini yang berdiri menunggu pintu dibuka.


"akh rini" ucap Anita bersembunyi dipunggung wildan


"Anita kamu yah..." ucap rini tertahan ,antara sebal dan senang


wildan yang melihat dua sahabat itu hanya tertawa,...sedangkan rini langsung memasang wajah cemberut,...


"sayang aku berangkat dulu,..kalian selesaikan masalah kalian" ucap Wildan tersenyum pergi,biasanya dia mencium kening anita terlebih dulu,namun karena ada rini, wildan hanya mengusap pucuk kepala Anita.


"ya hati hati suamiku" ucap Anita,..


kemudian anita menoleh sahabat nya rini, Rini masih memperhatikan wildan yang memasang helm nya..


"hey..dia sudah punya istri" ucap Anita menegur rini


"iya aku tau...istri nya itu sahabat ku,..tapi sayang sahabatku menjadi tidak jujur setelah menikah" ucap rini menyindir


"Hahaha" anita tertawa dan mengajak rini masuk kerumah nya, anita akan menjelaskan semua nya ke rini tentang ketidak jujurannya


bersambung