
🌸🌸
"Apaah? ..jadi gak ada yg tau ,bahkan keluarga mu?" tanya rini tidak percaya
"emmm,..Yang tau hanya kamu dan suamiku" ucap Anita
"issshh...kamu ya benar benar" rini menggeleng kan kepalanya.
Anita telah menjelaskan kepada rini, bahwa dia menulis novel kisah anak remaja itu sudah lama, dan ternyata wildan sudah membaca,dan bahkan wildan lah yang membuat novel itu dalam versi cetak, anita merasa itu hanya kisah anak remaja yang tak ada menariknya nya jika dibaca pada orang tua, itu sebabnya anita enggan memberi tau orang tuanya bahkan mungkin anita juga akan merasa malu jika abangnya yudi membacanya, mengingat sebagian yang ditulis anita berawal dari kisah remaja nya sendiri.
_______
Anita menemui para team, pendukung yang sudah banyak membantu proses pencetakan novel pertama nya, juga ada beberapa team revisi gambar, bahkan novel karangan anita sudah dilirik untuk dijadikan the series, wildan tidak bisa menemani Anita, karena pada saat itu wildan disibukkan dengan klien klien nya yang datang dari luar negeri..
acara itupun berjalan dengan lancar,Anita berjalan jalan untuk melihat lihat deretan rak buku yang berjajar rapi, anita tidak pernah menyangka bahwa salah satu diantara ribuan buku itu ada karya nya sendiri,, anita tersenyum memegang buku novel karya nya AAF.the Queen.
mata anita tertuju pada luar jendela menatap wanita yang sedang duduk memegang ponselnya, Anita merasa sesak dan takut, tapi ada rasa keingin tahuan anita, anita terus memikirkan cara agar bisa mendekati wanita itu tanpa harus membahayakan dirinya,
Anita menoleh kearah lain mencari sosok lelaki yang selalu mengikutinya ketika dia tidak bersama wildan, Anita pun tersenyum dan melangkah menghampiri dua orang lelaki itu.
"hei,...kalian itu siapa?.. kenapa kalian selalu mengikutiku?"tanya Anita berpura
"maaf non, kami hanya mengikuti perintah tuan muda wildan, untuk menjaga keselamatan nona" ucap salah satunya
sudah kuduga , dia menyuruh orang mengawalku, tapi dia sendiri tidak dikawal bahkan berangkat kerja aja dengan motor matic nya, hei anak bangsawan itu kamu bukan aku.
gumam Anita protes
"oke aku ingin ngetes kalian, apa benar kalian menjaga ku" ucap anita tersenyum dan pergi menghampiri wanita yang hampir saja mencelakainya..ketika waktu dia di rumah sakit kala itu..
"hai kak mike,...gimana kabarnya?" tanya Anita dengan perasaan yang sulit untuk dia artikan, mengingat. mike pernah membekap nya dengan bantal dan hampir membuatnya kehabisan napas.
mikeh menatap nya tajam.
"Kenapa kak mikeh menatap ku seperti itu, apa aku pernah berbuat salah?" tanya Anita, sebenarnya anita takut jika mikeh menyerang dan akan menyakitinya, tapi mengingat pengawal yang mengikutinya membuat anita berani dan percaya diri.
"kamu bertanya apa salahmu, hah, munafik. semenjak kehadiranmu, sofyan mengabaikan ku bahkan melupakan ku, padahal selama ini dia selalu ada bersamaku, dan jika kamu tidak ada mungkin aku lah yang akan dinikahinya," ucap mikeh dengan suara bergetar emosi
"yang ku tahu kak mikeh hanya sahabat dan juga tangan kanan kepercayaan nya, dia tidak punya perasaan apa apa selain itu" ucap Anita menjelaskan
"diam kamu" bentak mikeh
"Kenapa membentak ku, ...
bahkan sofyan sekarang telah tiada,
apa yang membuat kak mike ingin mencelakaiku ketika dirumah sakit?"ucap Anita mengingatkan kembali...anita memang melihat mike sekilas waktu itu,..sebelum mike berlari keluar dari ruangan anita
"karena kamu memang pantas mati, dan asal kamu tau adikku di penjara itu karena ulah abang mu dan juga sepupu mu itu" ucap mikeh melototin anita
mikeh meraih leher anita ,hingga anita merasa sesak ,napas nya tersengal karena cekikan tangan mikeh begitu kuat...
kedua pengawal itu menyadari kalau anita dalam keadaan bahaya, mereka langsung meraih tangan mikeh yang masih mencekik leher anita,..
"lepaskan breng***.."ucap mikeh emosi kepada kedua pengawal yang sudah berhasil melepaskan cengkeraman tangannya.
bersambung