
* 10 menit kemudian
Tak butuh waktu lama Rika sampai di depan rumah neneknya. Sesampainya dihalaman depan, Rika turun dari taksi menuju ke pintu rumahnya masuk kedalam.
Tok...Tok...Tok...Tok...( Mengetuk pintu )
Rika langsung disambut oleh neneknya nek Ida yang memakai jilbab warna merah maroon.
" Kamu sudah pulang nak, kenapa lama sekali. kamu pergi kemana sayang?" tanya Nek Ida dengan perasaan cemas terhadap cucu semata wayangnya.
" Tidak kemana-mana kok nek.." Rika berjalan menuju dapur berniat meletakkan belanjaan yang sempat ia beli disupermarket di atas meja yang berada di dapur.
" Tapi kenapa lama sekali?" sang nenek mengikutinya dari belakang menuju ke dapur.
" Nanti saja nek ya Rika ceritain. Rika mau masuk ke kamar dan mandi. Rasanya badan Rika terasa lengket semua.." Rika berjalan menuju kamarnya.
" Ya sudah, pergilah mandi dulu. Setelah itu turun dan makan bersama nenek..!" pinta Nek Ida.
" Baiklah nek.." sambung Rika.
Rika pun berlalu pergi meninggalkan neneknya di dapur menuju kamar untuk mandi. karena dia merasa badannya lengket sekali setelah seharian pergi.
Sesampai di kamar, Rika meletakkan tas jinjingnya dia atas meja yang berada disamping tempat tidurnya. Kemudian langsung mengambil handuk yang tergantung di gantungan baju menuju ke kamar mandi.
" Huhhh.... Rasanya lelah sekali..." Rika mengeluh kelelahan sambil berjalan ke kamar mandi.
* 20 menit kemudian
Setelah mandi, Rika langsung keluar dari kamarnya menuju ke dapur. Melihat neneknya yang sedang duduk di kursi depan, Rika menegurdan memanggilnya untuk makan malam bersama.
" Nenek, ayo kita makan..!" ajak Rika.
" Kamu sudah selesai mandi nak?" tanya Nek Ida.
" Sudah nek.." saut Rika menarik kursi untuk neneknya duduk.
" Kenapa nenek tidak makan duluan saja tadi?" tanya Rika.
" Nenek menunggumu nak, nenek ingin makan bersamamu." jawab Nek Ida.
" Seandainya Rika tadi tidak pulang bagaimana?" tanya Rika lagi.
" Nenek akan tetap menunggumu sampai kamu pulang." jawab Nek Ida lagi.
" Lain kali tidak usah menunggu Rika pulang nek! " pinta Rika dengan tangan memainkan nasi di piringnya.
" Apakah kamu tega membuat nenekmu khawatir..? " tanya Nek Ida dengan mata sendunya.
" Tidaklah nek. Mana mungkin Rika membiarkan nenek sendirian di rumah. Arika pasti pulang kok nek. " jelas Rika memegang tangan neneknya dengan tangan kanannya.
Mereka pun berbincang-bincang sambil makan malam dan menceritakan apa yang Rika lakukan tadi siang.
* keesokan harinya dirumah
Pagi ini Rika bangun lebih awal dari biasanya.
" Pagi nenek...! " sapa Rika pada neneknya yang sedang berkomat kamit di dapur memakai celemek birunya.
" Pagi sayang... " Balas nek Ida dengan tangan masih mengaduk-aduk nasi yang sedang ia goreng.
" Nenek lagi masak apa? " tanya Rika mendekati neneknya.
" Memasak nasi sayang.. " jawab nek Ida dengan suara lembutnya.
" Tumben kamu awal bangun pagi ini? " tanya Nek Ida keheranan.
" Emangnya salah ya kalau Rika awal bangun ? " tanya Rika sedikit kesal.
" Tidak nak. Malah nenek senang kamu bangun awal. " jelas nek Ida menyunggingkan senyumannya.
" Kalau begitu biar Rika bantu nek ya! " pinta Rika berdiri di belakang neneknya.
" Tidak usah nak, kamu tunggu sarapan selesai saja. Biar cepat sekolah.. " jelas nek Ida pada Rika.
" Rika kan cuma mau bantu nenek.. " imbuh Rika dengan suara lirih dan mulut moncongnya.
" Kamu kan belum terbiasa di dapur sayang. " balas nek Ida mengangkat kan nasi yang telah ia goreng dari kompor.
" Rika kan mau ikut lomba memasak Minggu depan, jadi harus belajar dulu dari nenek. Nenek tidak ingat ya? " tanya Rika menarik kursi yang berada di dekat meja dapur.
" Oh iya, nenek lupa sayang. Mari sini nenek mengajarkanmu memasak sambal balado. " ajak nek Ida untuk menyiapkan bahan-bahannya.
Rika pun mencoba memasak yang dituntun oleh neneknya di dapur. Perlahan-lahan ia ikuti langkah-langkah yang diberikan oleh neneknya.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
jangan lupa like dan comentnya💌 ya teman-teman.
Maaf ya semua novelnya aku ubah. Karena banyak kata yang tak sesuai dengan alur ceritanya.
Mohon maaf sekali lagi ya teman-teman 😚😊