
hari hari setelah itu anita hanya beraktivitas di atas kursi rodanya, wajah nya tampak pucat, kini dia sudah kembali ke rumah.
namun dia hanya banyak diam, melihat keadaan yang seperti ini, anita berpikir telah terjadi sesuatu dengan tunangannya sofyan.,
mereka hanya berusaha agar anita tidak bersedih,tidak ada yang memberitau anita, bu nurul pun belum sanggup untuk menemui anita dan memberi tau kebenaran kalau sofyan sudah meninggal.
anita menatap keluar jendela, pikirannya hanya kosong, sesekali istighfar terdengar lirih dari mulut anita..
karena semalam wildan tidak enak badan, dia istirahat di rumah.
saat melihat anita dia pun mendekatinya.
"hai anita, assalamualaikum" ucap wildan sambil berjalan kearah jendela dan duduk di sofa tidak jauh dari anita
"waalaikum salam," jawab anita
"gimana keadaanmu, bagaimana kalau kita ngobrol di luar sambil berjemur matahari pagi" ajak wildan
"aku baik baik aja, gak usah bang sini aja,repot nantinya jika aku keluar rumah" ucap anita
"kata siapa repot, ayo biar aku dorong" ucap wildan yang langsung berdiri di belakang anita, wildan pun mendorong kursi roda anita menuju taman di halaman rumah,
wildan duduk di bangku taman dan anita duduk di kursi roda nya.
"bang aku tau papa ,mama dan abang yudi tidak mau mengatakan sesuatu yang harus aku ketahui,mungkin mereka tidak ingin aku bersedih" ucap anita
"maksud kamu apa?" tanya wildan
"aku memang terpejam dalam waktu yang lama di rumah sakit, tapi aku mendengar apa yang terjadi saat saat itu" ucap anita
"artinya kamu tau kalau sofyan..?" ucap wildan terhenti
"iya aku tau, aku mendengar suara tangisan saat itu, tapi aku hanya tidak bisa membedakan saat yang ku dengar ,itu semua mimpi atau nyata."ucap anita
"bang kenapa abang diam, apa aku boleh kesana melihatnya?"tanya anita
"maksud kamu jiarah ke makam nya?" tanya wildan untuk memastikan kalau anita memang benar tau kalau sofyan sudah meninggal.
anita pun mengangguk kan kepalanya, dengan deraian air matanya.
"besok saja dengan yudi, kamu masih pucat hari ini istirahatlah yang cukup, aku juga semalam agak meriang" ucap wildan menolaknya halus
untung lah anita tidak membahas apa yang ku katakan waktu itu. batin wildan
sudah hampir setengah jam berjemur sambil ngobrol di taman,wildan pun mengajak anita kembali masuk ke dalam rumah,..
"aku mau kekamar ku "ucap anita
"iya istirahat lah" ucap wildan
setelah mengantarkan anita kekamar nya, wildan pun kembali ke ruang kerjanya..dia pun menelpon yudi, dan mengatakan bahwa anita sudah tau semuanya.
📞"apa anita sudah tau, bagaimana dia tau, apa kamu memberi taunya? trus apa sekarang dia baik baik aja?" tanya yudi khawatir
📞"saat koma, dia mendengar semua yang terjadi,
anita baik baik aja, memang dia tampak sedih, dia ingin jiarah ke makam sofyan, tapi aku menolaknya, besok kamu aja yang menemani nya"ucap wildan
📞"iya besok aku akan menemaninya jiarah, tapi tolong pastikan anita tidak kenapa napa, aku tau dia selalu diam dan murung, terima kasih ya, kamu sudah membuatnya bisa mengeluarkan isi hati nya" ucap yudi
📞"iya sama sama, sudah ya aku mau sholat dhuha dulu, dan kamu jangan lupa dhuha nya" ajak wildan setelah di jawab yudi telpon pun terputus..
bersambung