
kriing....kriing...kriing...(suara alarm yang berasal dari kamar Rika)
" Rika bangun nak..? "
Suara teriakan wanita itu memang terdengar jelas di telinga Rika, tapi ia sengaja tak menggubris asal suara tersebut yang tak lain suara neneknya. Rika tinggal bersama neneknya sejak kedua orang tuanya meninggal dunia akibat kecelakaan yang sangat tragis.
" iya, iya nek! " Rika langsung beranjak dari kasurnya menuju ke kamar mandi untuk membersihkan diri, lalu keluar kamar untuk sarapan bersama neneknya. Setiap pagi neneknya sudah memasakkan makanan yang sehat untuknya. Ia tak pernah menyuruh cucu semata wayangnya itu untuk kedapur apalagi memasak. Nek Ida mengerjakannya semua sendiri. Ya, nama neneknya Aida,,,
" Pagi nenek! " Rika menyapa nek ida sambil mencium pipi kiri milik neneknya. " Pagi sayang, kemarilah sarapan bersama nenek. " Nek Ida menyuruh Rika duduk bersamanya untuk sarapan bersama sambil menanak nasi ke piring cucu kesayangannya.
" Harum sekali masakan nenek?masakan nenek memang tiada duanya dari yang lain. " memuji masakan neneknya sambil mengunyah makanan yang ada dalam mulutnya.
" Kau ini memang selalu memuji masakan nenek. Biasa kalau begitu, pasti ada maunya!!" Nek Ida menyindir Rika sambil meliriknya. Rika pun tak bergeming dari duduknya sambil menundukkan mukanya ke arah piring yang masih berisi penuh dengan makanan lezat itu.
" Bukan begitu nenekku sayang, masakan nenek memang enakkkk sekaliii. " Rika memang ahli dalam merayu neneknya. Iya akan berusaha semaksimal mungkin agar neneknya luluh dengan rayuannya.
Nek ida memang sangat menyayangi cucunya, apapun yang Rika minta selalu dipenuhi...
Apabila ada kelebihan apapun, ia pasti memberikan kepada cucunya ketimbang untuk dirinya...
" Ada apa ini, hemm? " tanya sang nenek kepada cucunya dengan kepala sedikit mendongak kearahnya. " Apa Rika boleh meminta sesuatu nek? " Rika menjawab dengan suara lembut dan sopan berharap neneknya mengabulkan permohonannya.
" Sesuatu apa, bicara yang jelas dong sayang. Nenek mana tau kemauanmu? " (meminum air)
" Apa aku boleh ikut lomba memasak nek, karna di sekolahku sedang diadakan lomba memasak. " Nek Ida diam sejenak untuk memikirkan permintaan cucunya."Kenapa nenek diam..? " ia bertanya sambil mengunyah nasinya yang tersisa sedikit lagi.
" Apa kamu yakin ingin mengikuti lomba memasak, sedangkan ke dapur saja kamu tidak pernah, apalagi memasak sayang?? "
Ia terlihat sedih sekali saat mendengar jawaban dari neneknya itu. karna Rika yakin bahwa neneknya memang tidak akan pernah mengizinkanya mengikuti lomba memasak, sebab ia takut terjadi yang bukan-bukan kepada cucunya..
" nenek kumohon? " Rika memohon kepada neneknya dengan telapak tangan berhadapan satu sama lain, berharap dirinya diizinkan oleh neneknya untuk ikut lomba memasak.
" iya, iya nenek mengizinkanmu. Asalkan kau menjaga dirimu baik-baik saat memasak." sambil menunjukkan telunjuknya kearah Rika..
*sore hari
Rika yang sedang berada di kamarnya, tiba-tiba terlintas dikepalanya untuk belajar memasak terlebih dahulu sebelum mengikuti lomba tersebut.
*30 menit kemudian...
Rika keluar dari kamarnya menuju kamar neneknya untuk meminta izin ke supermarket.
Tok... tok... tok...(mengetuk pintu)
" nenek...!! buka dong pintunya," Rika memanggil neneknya dari seberang pintu berharap neneknya membukakan pintu untuknya. " iya nak sebentar!" saut sang nenek dari dalam kamar yang jelas terdengar ditelinga Rika.
" Ada apa sayang? " tanya sang nenek kepada cucunya sambil membuka pintu dan handuk dikepalanya. Rupanya dia baru keluar dari kamar mandi.
" nek aku mau ke supermarket ya?"
" mau ngapain nak?"
" kan aku mau mengikuti lomba memasak, jadi aku berniat untuk belanja sedikit bahan makanan yang bisa aku gunakan untuk memasak."
" lombanya kan bukan besok sayang."
" bukan begitu nenek, aku belanja bahannya untuk belajar memasak dari nenek. Kalau aku gak belajar, bagaimana aku bisa ikut lomba memasak??" jelas Rika sambil menaikkan sedikit bulu keningnya kearah nenek.
" emm ya sudahlah, nenek izinkan. tapi hati-hati di jalan." imbuh sang nenek yang mengizinkannya untuk pergi.
" makasih nek..." Rika berlalu meninggalkan neneknya di kamar menuju pintu depan setelah mencium tangan nenek kesayangannya itu.
.
.
.
.
.
jangan lupa like and comentnya ya:)♥️