
Sejak yudi memberi tahukan ke wildan mereka langsung menuju rumah sakit, memeriksa cctv-nya,lama mereka berkutik di depan layar monitor itu, tayangan demi tayangan gak ada yang mencurigakan,
"apa itu cuma perasaan anita aja?"tanya yudi
"gak tau juga tapi kita sudah periksa gak ada yang masuk ke kamar anita" ucap wildan
"tapi kenapa bagian cctv yg belakang tidak bisa di buka ?"ungkap Yudi
"bisa jadi dia lewat situ" jawab Wildan
""""""""""""""
Ketika malam harinya, pak randy menelpon pak arief, menanyakan kabar anita,dan juga mengabari kalau mereka akan datang esok hari ,lama mereka bicara dan kemudian telpon pun berakhir.
wildan dan yudi baru pulang dari masjid, mereka pun menceritakan ke pak arief tentang penyelidikan mereka di rumah sakit
"Apa aku boleh bicara dengan Anita?" ungkap Wildan meminta izin
Yudi terdiam " Emang nya ada apa Dann? tanya Yudi karena merasa kalau Wildan akan berbicara serius dengan Anita,
"Ada yang ingin Aku sampai kan" ucap Wildan berusaha tetap tenang
"Owh mau di panggil in? tanya Yudi
"Aku aja yang manggil" ucap Wildan
"owh oke lah" ucap Yudi karena dari tadi papa Arief sudah memberi kode agar Yudi segera meng iya kan nya
di balkon kamar anita.
"Assalamualaikum Anita," sapa Wildan di pintu kamar Anita yang terbuka
"waalaikum salam, ada apa bang, gak biasa nya kesini menemui ku?" tanya Anita heran karena baru kali ini Wildan Menaiki lantai 2 di mana kamar Anita berada.
"Iya maaf Aku lancang tapi Aku udah minta izin, dan sudah di izin kan sama Yudi dan pak Arief" ucap Wildan dengan nada lembut nya
"ada apa bang, bicara aja ,gimana apa kalian sudah tau siapa yang ingin mencelakakan ku?"tanya anita yang memang ingin tau tentang siapa orang nya
"justru itu,, kami tidak menemukan bukti apa apa,tapi memang cctv yang menghadap pintu belakang memang lagi rusak
"aku seperti mengenalinya tapi....Siapa ya?"gumam anita mengingat ingat.
Wildan menoleh Anita,terdengar helaan napas wildan,
"Abang kenapa? apa ada hal penting lain yang ingin Abang sampaikan?" tanya Anita kembali, Anita melihat ada sedikit ketegangan di wajah tampan Wildan
lama hening..............
"Anita sebenarnya,...Aku- Aku- " Wildan seperti kehilangan kata kata begitu saja
Anita masih saja menatap Wildan menunggu apa yang di sampaikan pria tampan itu pada nya.
"Ada apa sih bang?" tanya Anita penasaran
"kenapa abang bertanya seperti itu, mungkin aku akan membuka hati ku jika Abang lah orang nya" batin Anita
"kenapa Abang bertanya seperti itu?, gini yah klu aku melupakan nya ,itu tidak mudah bahkan aku bersama nya di detik terakhir nya,..klu untuk membuka hati, mungkin tidak untuk sekarang" ucap Anita
"Tapi Anita Apa yang harus aku lakukan, agar kamu kembali membaik, tidak drop lagi dan agar Vinny pergi jauh dari kehidupan ku " ucap Wildan memberi alasan
"apa hubungannya" tanya Anita bingung
"anita tadi siang aku sudah bertemu vinny, aku ribut dengannya, dia sengaja mempengaruhimu untuk membenciku, dia masih seperti dulu terobsesi padaku,berusaha agar aku mau menikah dengannya, tapi itu tidak mungkin"ucap Wildan kesal mengingat wanita pengacau itu
" terus apa yang bisa ku bantu?" tanya Anita lagi
"Besok ayah akan kesini, dan setelah ayahku kesini maka kamu akan tau, apa yang bisa kamu bantu " ucap Wildan
Anita hanya terdiam,mencoba mencari tau arti dari ucapan Wildan..
wildan melihat anita yang tampak bingung menatap nya
"ayah ingin aku segera menikah, agar vinny tidak mengejarku terus,
hening............. Anita membelalakkan matanya
"apa jadi abang akan menikah terus siapa wanita beruntung itu?" bermonolog dlm hati
"Anita jika ayah ku melamar mu jadi menantunya, apa kamu mau?" wildan menatap jalanan di bawah, tak ingin melihat tatapan tajam anita yang seperti memintanya berhenti bicara.
"maksudnya,......melamarku gimana,abang gak salah bicarakan?"tanya Anita
"aku tau kamu masih mencintainya kan, aku akan sabar menunggu, sampai kamu menerimaku dan mencintai ku" ucap wildan mulai serius ,tapi masih menunduk melihat jalanan, jika dia menatap anita sedikit saja isi kepalanya akan berhamburan nervous.
"aku masih belum percaya kenapa pak randy memilihku, bukan kah abang punya pilihan sendiri, wanita yang sudah lama abang cintai" tanya anita
"hmm, ayah ku lebih tau mana yang terbaik untuk ku" ucap wildan tersenyum manis
wildan beranjak dari tempatnya, dan melangkah keluar menatap anita sekilas, dan tersenyum ketika diambang pintu.
Anita yang melihat nya pergi begitu saja ,menggepal kan tangan
"ukkkhh bisa bisa nya pergi gitu aja, itu benaran Abang atau cuma bayangan nya aja sih, susah banget mempercayai nya" geram Anita gemas lagi lagi hatinya seperti terbang di udara
Anita masih terdiam,seperti sebuah mimpi, Anita tidak menyangka, perasaan nya yang pernah ada untuk Wildan akan kah jadi kenyataan
Anita membayangkan jika wanita yang akan mendampingi wildan adalah sosok wanita dewasa yang sempurna,bukan seperti Anita Gadis biasa.
epilog
setelah Wildan memberi tau ayahnya randy, tentang keadaan Anita, pak randy mengingat Ancaman vinny, pak randy meminta Wildan Agar segera menikahi Anita, untuk menjaga nya extra ketat, Wildan sangat setuju mungkin dengan mereka menikah, vinny akan berhenti mengganggu Anita
bersambung