Love In Silence

Love In Silence
Belum Waktunya



* Sesampainya di rumah Bu Selly


" Sudah sampai sini saja pak!" cegah Bu Selly kepada supir taksi agar berhenti di depan sebuah rumah mewah yang tak lain adalah rumahnya


Mereka pun turun dari taksi tersebut. Bu Selly memasuki pagar rumahnya diikuti oleh Rika dibelakangnya.


" Wah...(sambil melihat-lihat sekitar)..mewah sekali rumah Bu Selly. Sepertinya dia orang kaya."


Rika dan Bu Selly pun berjalan saling bergandengan menuju ke pintu rumah Bu Selly. Bu Selly langsung mengeluarkan kunci cadangan rumahnya yang ia bawa dari dalam tas jinjingnya.


" Masuklah nak, ini lah rumah ibu!" Bu Selly menyuruh Rika masuk dengan tangan nya yang masih di gagang pintu rumah yang berwarna cokelat itu.


" Baik Bu, terima kasih." Rika pun masuk dengan langkah kaki kanannya dan mata yang masih melihat sekelilingnya begitu mewah.


" Ibu tinggal sendirian dirumah?" tanya Rika sambil menuju ke ruang tamu.


" Tidak nak, ibu tinggal bersama anak dan pembantu ibu." jawab Bu Selly


" Bibi...!" Bu Selly memanggil seorang wanita yang berada di dapur untuk menyuruhnya membuatkan 2 cangkir air.


Tak lama kemudian, Bi Romlah pun datang menemui nyonyanya dan tamu didepan.


" iya nyonya, ada yang bisa saya bantu?" tanya bi Romlah kepada Bu Selly dengan sedikit menundukkan kepalanya kepada Bu Selly dan tetamu Bu Selly yang tak lain adalah Rika.


" Tolong buatkan air untuk tetamu kita!" Bu Selly menyuruh bi Romlah membuat air untuk Rika tetamunya.


" Baik nya. Saya permisi ke dapur dulu." patuh bi Romlah dengan menundukkan kepalanya dan permisi kedapur untuk membuatkan air.


" Tidak usah repot-repot Bu." Rika mencoba menolak air yang ingin dibuatkan oleh bi Romlah.


" Tidak kok nak, tidak merepotkan sama sekali. Seharusnya ibu yang terlalu merepotkan kamu nak. Kamu baik hati sekali telah mau mengantarkan ibu sampai ke rumah. Apa ibumu tidak mencarimu nanti...?" tanya Bu Selly.


Tiba- tiba ia teringat kepada neneknya, bahwa ia tidak memberitahu neneknya ia telat pulang dari supermarket.


" Oh iya Bu. Saya lupa memberitahu nenek saya." saut Rika sambil meraih ponsel miliknya dalam tas jinjing yang berada disampingnya.


" Oh kamu tinggal bersama nenekmu...?" tanya Bu Selly.


" iya Bu, saya tinggal bersama nenek saya sambil mengetik nomor neneknya untuk menghubunginya.


Tut...Tut...Tut...( menelpon neneknya )


" Hallo nek.." Rika memanggil neneknya dari seberang.


" Kamu lagi dimana nak? jam segini kok belum pulang..?" tanya sang nenek dari seberang karena khawatir cucunya belum pulang.


" Saya lagi dirumah seorang ibu nek, tadi saya menolong dia. lalu saya mengantarkannya pulang sampai kerumah karena kakinya terkilir di supermarket.


" Dimana rumahnya nak, biar nenek bisa kesana untuk menjemputmu?" Nek Ida merasa khawatir karena cucunya belum pulang dengan kening sedikit berkerut.


" Tidak jauh kok nek dari supermarket." saut Rika


" Kapan kamu pulang nak?" tanya sang nenek lagi.


" Sebentar lagi nek.." jawab Rika dengan suara lirih.


Tut...Tut...Tut...


Nek Ida pun menutup panggilannya dari seberang.


Tak lama kemudian, bi Romlah datang dengan membawa nampan berisikan dua cangkir teh hijau diatasnya.


" Silahkan diminum non..." bi Romlah mempersilahkan Rika untuk minum sambil meletakkan minuman tersebut diatas meja kaca.


" Terima kasih bi..." imbuh Rika dengan suara manisnya.


" Sama-sama non, saya permisi dulu nyonya non." Bi Romlah pun berlalu pergi ke dapur setelah meminta izin.


" Pasti nenekmu sangat mengkhawatirkanmu nak Rika?" tanya Bu Selly.


" Iya Bu. nenekku memang begitu." jawab Rika dengan telpon yang masih ditangan kanannya.


" Apakah kamu tinggal dengan nenekmu dirumah?" tanya Bu Selly lagi.


" iya Bu.." jawab Rika lagi..


Terjadilah percakapan panjang diantara mereka sampai waktu menunjukkan pukul 18:00 sore hari.


" Kalau begitu Bu, saya minta izin pulang dulu ." imbuh Rika meletakkan cangkir yang berisikan teh yang telah habis diminum.


" Apakah kamu tidak makan malam dirumah ibu?" tanya Bu Selly berniat mencegah Rika agar tidak pulang dulu.


" Tidak apa-apa Bu. saya pulang saja. kasihan nenek saya makan sendiri dirumah." imbuh Rika lirih.


" Kalau kamu makan disini, nanti bisa ibu perkenalkan sama anak ibu."


" Tak apa Bu. Mungkin lain kali saja Rika kemari lagi untuk makan malam bersama." Rika pun meminta izin pulang dan mencium tangan Bu Selly.


" Baiklah nak, hati-hati dijalan."


Bu Selly bangun dari duduknya dan mengantarkan Rika sampai ke depan pintu rumahnya.


Rika pun keluar rumah berjalan ke jalan raya untuk mencegat taksi dengan tangan kirinya memegang beberapa kantung kresek belanjaan miliknya. Setelah mendapatkan taksi, ia langsung masuk dan menyuruh supir taksi menuju ke arah rumahnya.


.


.


.


.


jangan lupa like dan comentnya 💌 ya teman-teman...


Maaf ini sebenarnya dua episod. Tapi sudah saya jadikan satu episod..


😊😊