Love In Silence

Love In Silence
Ingin Selalu bersama nya



Seminggu sudah Wildan sibuk di kantornya.


"Sayang nanti bisa kan kekantor ku?" tanya Wildan


"Iya tapi abis zhuhur yah" jawab Anita


"iya gak apa apa" ucap Wildan senang


sesampai di kantor


Anita tertegun,... ruangan kerja Wildan di tata ulang ,meja kerjanya pun lebih besar dan lebih bagus dan ada dua kursi kerja berjajar,..


tiba tiba dari belakang Anita ,ada tangan yang melingkar di perut nya, membuyarkan lamunannya.


"Abang" teriak Anita sembari cemberut


"kamu suka gak dengan ruang an baru kita?"Wildan bertanya seenaknya


"Ruang kerja kita? Aku kan gantian Abang Yudi kenapa aku gak diruangan nya?" tanya Anita meledeknya


Anita tau kenapa suaminya itu mengajak nya kerja, agar Anita bisa tiap hari ada bersama nya, karena belakang Yudi sudah jarang kembali ke kantor Wildan, jadi Wildan sangat sibuk dan akan pulang larut malam, Dia pun mengajak Anita agar ikut dengan nya mengganti kan pekerjaan Yudi, tapi Anita tau semua yang dia kerjakan hanya lah kerjaan yang ringan ringan saja, memeriksa dokumen atau file dan laporan keuangan saja. mungkin hanya sedikit mengurangi pekerjaan Wildan,


"Yudi kan tetap pada jabatan nya, apa kamu ingin Yudii resign dari kantor ku" balas Wildan meledek


"Kan Abang udah ada kerjaan baru di kantor mertuanya, dengar dengar disana dia bakal diangkat jadi CEO" balas Anita lagi


" Iya tau ,tapi ini kan tetap kantor nya juga, gimana pun juga kami membangun nya bersama, pastilah dia akan kesini" ucap Wildan menjelaskan.


"Sayang kamu udah makan? udah sholat?" tanya Wildan yang kini sudah duduk di kursi dan meja baru mereka


"Sudah" jawab Anita


"Owh gitu aku mau sholat sebentar, tadi gak sempet, soal nya ada tamu yang survey" ucap Wildan ingin segera keluar ruangan nya..


"hmm, ok" jawab Anita


kemudian Wildan kembali lagi padahal tadi sudah menutup pintunya,


"Ada apa" tanya Anita


"Ada yang lupa_ Cup" Wildan pergi lagi setelah mencium pipi istrinya


Anita hanya tertawa....


selama Anita bekerja dengan nya , pasti lah Wildan berlaku seenaknya pada Anita, seperti hari-hari sebelumnya setiap kesempatan mencium Anita menjadi kebiasaan nya, entah kenapa semangat nya menjadi berlipat lipat..


"Abang" teriak Anita kesal


"apa sih sayang " jawab Wildan tanpa dosa


Anita mengerucut kan bibir nya, Wildan yang melihat nya pun tertawa... "hahaha"


" Abang itu pelecehan....bisa gak Abang tuh fokus bekerja, biar kerjaan cepat selesai kita bisa pulang cepat" kesal Anita pada suaminya yang jail nya gak ketulungan itu,


Selalu aja curi kesempatan buat mencium nya, kadang pipinya , kadang kepalanya dan kadang memeluk nya dari belakang,


"Iya sayang ini lagi fokus..." mengotak Atik laptop nya seakan gak terjadi apapun


" ini orang Untung aja suami ku, oh ya tadi aku yang di jailin, sekarang gantian" tiba tiba Anita ada ide


Anita berdiri dan berjalan keluar ruangan


"hei mau kemana ?" tanya Wildan


"mau bikin kopi" ucap Anita


"Gak usah alasan, duduk disini" perintah Wildan Wildan sudah hapal gerak gerik istri nya


"cuma ke pantry doank sayang" ucap Anita beralasan


"duduk, biar aku yang bikin kopinya" Wildan berjalan keluar dan tersenyum mengejek Anita


"dasar suami ku, baru mau ngerjain dia...hmm" Anita bergumam


beberapa saat Wildan kembali dengan kopi buat an nya sendiri,...


Disisi lain


"bosen juga di rumah terus,..apa aku suruh Anita kesini aja yah" kemudian Ririn meraih hapenya dan menghubungi Anita


"assalamualaikum,..ada apa kak" tanya Anita


"Waalaikum salam anita kamu sibuk gak, aku bosen nih temani sini donk" ajak Ririn


"Aku lagi di kantor, besok kan Weekend gimana klu besok, Aku juga kangen Abang Yudi udah seminggu gak ketemu" ucap Anita memelas, Dia dari kecil selalu bersama ,jika berpisah walaupun hanya sebentar pasti Anita akan merasa kangen dengan Abang satu satunya itu.


"Ok klu gitu ,aku tunggu besok deh" ucap Ririn senang, dia tau bagaimana suaminya itu menyayangi Anita, itu lah yang membuat Ririn juga dekat dan juga sayang dengan Anita...


Bersambung