Love In Silence

Love In Silence
Hukuman



"hei..!" bentak Bu Fiona mengejutkan seluruh siswa yang berada di kelas.


"kalian memang gak ada kerja lain ya, asik berpelukan ja?"tanya Bu Fiona yang terus melototkan matanya terhadap duo ladies itu.


mereka kaku dan baku tanpa sepatah kata pun terlontar dari mulut mereka.


"ma..maafkan kami Bu. ini salah kami, tidak memperhatikan apa yang ibu jelaskan di depan." Rika menjawabnya dengan terbata-bata tanpa menoleh kearah Bu Fiona.


"tau pun salah, kenapa buat?" Bu Fiona terus bertanya-tanya dengan kepala sekali-sekali turun naik kebawah.


"ka..kami.." Rika mencoba melanjutkan penjelasannya, tapi Bu Fiona lebih dulu memotongnya.


"macam biasalah. Sekarang kalian pilih, tidak masuk pelajaran saya, atau bersihin toilet." Bu Fiona memberi pilihan pada duo ladies itu karena telah melakukan kesalahan di jam pelajarannya.


"kami pilih bersihin toilet aja bu." saut Rika lemah.


mereka berdua mulai melangkah menuju ke arah toilet. mengerjakan apa yang sepatutnya mereka kerjakan.


°°°°°°°


"kenapa kek gini sih jadinya. kalo kek gini terus, malas ah sekolah." Erlyn mulai frustasi dengan hukuman yang diberikan oleh Bu Fiona.


" Lyn, kita gak boleh kek gitu. bagaimanapun juga dia guru kita. kita harus menghargainya."


Rika mencoba menenangkan Erlyn dengan nasehatnya. karena ia tau Erlyn bukan orang yang suka emosi, tergantung terhadap orang yang bersikap kepadanya.


"kenapa sih ka, kamu baik banget sama Bu Fiona. kamu gak ingat ya, kek mana Bu Fiona buat ke kamu. kamu sampe jatoh tau di toilet, gara-gara hukuman yang absurd ini." Erlyn menceritakan kembali kejadian yang telah menjadi masa silam terhangat bagi Rika.


"aku tau Lyn. apapun yang terjadi, Bu Fiona tetap guru kita. dia buka jahat, Bu Fiona hanya ingin yang terbaik untuk siswa-siswinya." tambah Rika.


"ya sudahlah. ayo kita buat, nanti Bu Fiona datang membebel lagi."


Rika meraih mop lantai yang tergantung di belakang pintu toilet.


mereka muali membersihkannya, tak ketinggalan sedikitpun celah-celah kecil yang kotor, semuanya telah bersih dengan mulus. walaupun awalnya ogah-ogahan, mereka ingat akan setiap nasehat yang pernah didengar.


"huff...finally ka." Erlyn merasa lelah sekali sampai tak merasakan tetesan keringat mengalir di pelipisnya.


"iya Lyn. Alhamdulillah ya, akhirnya."


mereka merasa puas melihat hasil kerja keras mereka. walaupun itu hanya hukuman tanpa gaji.


" ngapain kalian disini. "


suara itu mengagetkan dua gadis yang sedang beristirahat di kursi depan toilet.


"kak Ryan, mengagetkan saja. kami sedang di hukum kak sama Bu Fiona."


terang Rika pada Ryan yang terus memperhatikan mereka dengan mata kasihannya.


Ryan terkejut dari wajah senangnya menjadi berkerut dahi mendengar perkataan Rika.


"iya kak."


Erlyn hanya memperhatikan sejoli itu berbicara. mendengar tanpa memotong pembicaraan orang lain, itu yang selalu diingatkan oleh Rika padanya.


"mau dibantuin gak?"


Ryan meraih mop lantai yang berada di tangan Rika.


"eh..eh..eh..eh.. gak usah kak, udah bersih kok semua. ni kami pun baru selesai ngebersihinnya." saut Rika meraih kembali mop lantai dan meletakkannya di tempat semula.


"kalo gitu kami permisi dulu kak ya." Rika dan Erlyn berpamitan pada Ryan. melangkah meninggalkan Ryan berdiri mematung di tempatnya.


"oke, baiklah. hati-hati di jalan." Ryan membalikkan badannya menghadap kearah Rika dan Erlyn dengan senyum manisnya yang menampakkan ketampanannya.


Rika dan Erlyn melangkahkan kaki menuju ke arah kantin. sudah 2 jam mereka berada di dalam toilet dengan kerongkongan yang sudah mengering.


mereka melihat-lihat sekitar mencari kursi yang masih kosong untuk mereka tempati.


"kamu tunggu disini aja dulu ya, biar aku yang pesan."


Erlyn menyuruh Rika tetap duduk di tempatnya menunggunya yang mau memesan minuman dan makanan untuk dimakan.


"hei Rika, sendirian aja. mana best friend kamu tu yang sok kebangetan." tanya Jasmine sinis.


pertanyaan Jasmine mengejutkan Rika yang termenung sambil melihat sekitar. Jasmine teman sekelas Rika. Rika tau yang dimaksud oleh Jasmine adalah Erlyn.


" maksud lo, gue?" tanya Erlyn mengejutkan Jasmine dan kawan-kawannya yang telah duduk mengelilingi Rika.


.


.


.


.


.


.


jangan lupa tinggalkan vote dan likenya ya😊


saya sangat berterima kasih atas like dan vote kalian semua.