I'm yours

I'm yours
09 ( LDR )



" Sudahlah, dia pasti sedang ada di pesawat saat ini, Lea. Jangan khawatir, besok dia pasti akan menghubungi mu," kata Alina bangkit dari ranjangnya.


" Al ... apa tugasmu sudah selesai?" tanya Lea bangkit dari ranjang itu.


" Tidak perlu pura-pura bertanya, aku tahu apa maksud dari pertanyaan yang tak penting itu," kata Alina.


Lea tertawa mendengar jawaban dari Lea dan menghampiri nya, lalu memeluk nya dari belakang.


" Lalu??" tanya Lea manja.


" Ck, iya iya. Aku akan membantu mu menyelesaikan tugas mu, dasar manja!!" tegas alina.


" Heii, kau yang manja!! kenapa jadi aku yang di Katai manja?" kata Lea melepaskan pelukannya.


Alina tampak tertawa mendengar perkataan Lea dan berkata.


" Aku manja hanya pada kakak dan Momy ku, Lea."


" Ck, sama saja. Ayo kita makan, Al. Aku sudah sangat lapar," kata Lea mengambil Coat dan tasnya.


" Baiklah baiklah," sahut Alina lalu mengambil tasnya dan menyusul Lea.


.


.


Kini Leon sudah tiba di Korea Selatan, dia langsung turun dari jet pribadi nya dan berjalan menuju mobil yang sudah menunggu nya di bawah sana.


" Leon ... tunggu aku!!" teriak Keylin berlari di belakang Leon sambil menggeret koper nya.


Leon tak menggubrisnya, dia terus berjalan cepat tanpa menoleh kearah Keylin.


Lalu leon berhenti tepat di depan pintu mobilnya.


" Kau sudah menumpang jet pribadi ku, apa kau harus menumpang ke mobilku juga?" kata Leon tanpa menoleh kearah Keylin.


" Ya tentu, ini sudah malam. Jadi tak mungkin ada taksi di daerah sini, bukan?" sahut Keylin.


Lalu Keylin menyuruh supir Leon untuk memasuk kan koper nya kedalam bagasi. Dan tanpa menunggu persetujuan dari Leon, Keylin langsung masuk kedalam mobil itu.


" Hufft ... sepertinya aku salah sudah memberi nya tumpangan gratis." Lalu Leon masuk kedalam mobilnya.


Kemudian mobil itu berjalan keluar dari area bandara. Setelah sekitar 30 menit perjalanan, Mobil itu akhirnya berhenti di depan gedung apartemen mewah.


" Pak, antarkan wanita ini," kata Leon lalu membuka pintu mobilnya.


"Terimakasih atas tumpangannya, Leon." Keylin langsung keluar dari mobil itu dan mengambil kopernya sendiri.


Leon mengerutkan keningnya melihat Keylin keluar dari mobilnya, dan itu artinya wanita itu akan tinggal di gedung yang sama dengan nya.


Keylin berjalan memasuki gedung itu dengan menggeret koper nya. Dia memang sengaja membeli apartemen di gedung yang sama dengan Leon, agar dia bisa lebih dekat dengan pria itu.


" Sepertinya dia sengaja tinggal di gedung yang sama dengan ku," gumam Leon.


Lalu dia keluar dari mobilnya dan berjalan memasuki gedung apartemen itu.


Kini Leon sudah berada didalam apartemen nya, dia langsung masuk kedalam kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.


Dia mandi dengan cepat, lalu keluar dari kamar mandi dengan sudah mengenakan celana training pendek dan tanpa memakai baju.


Leon langsung mengambil ponselnya dan mengaktifkan kembali benda pipih itu.


Senyumnya tersungging saat melihat banyak pesan dan panggilan dari sang calon istri.


" Apa kau sudah menyadari ke egoisan mu, Lea?" gumam Leon sambil melihat wallpaper ponselnya yang terpajang foto Lea disana.


Lalu Leon membalas pesan dari Lea, dia memang sengaja tak langsung menelponnya, karena dia ingin tahu apa yang akan dilakukan Lea setelah dia membalas pesannya.


.


Lea sedang berada di depan televisi besar di ruang tengah, di apartemen Alina. Dia sedang fokus mengerjakan tugas kampus nya dengan di bantu oleh Alina, setelah selesai makan malam dari restoran dekat gedung itu.


Drt drt


Senyumnya tersungging saat mendapatkan pesan dari tunangan nya.


" Maaf, aku tak sempat menghubungi mu karena aku sangat sibuk seharian ini." Tulis Leon dalam pesan singkat itu.


Alina melihat wajah Lea yang senyum-senyum sendiri, dan dia tahu apa yang membuat Lea tersenyum.


" Leon pasti sudah membalas pesan mu," kata Alina sambil fokus dengan laptopnya.


" Al, tugasku hampir selesai dan hanya tinggal menambahkan ini saja. Tolong teruskan ya, Please ....," kata Lea sambil memohon.


" Huuuft, baiklah." Lalu Alina mengambil alih tugas Lea.


" Ooohhh ... Terimakasih Alina ku sayang, aku akan menghubungi pujaan hatiku dulu," kata Lea mencium pipi alina dan pergi kearah balkon.


" Ck, apa semua orang yang sedang jatuh cinta akan bersikap seperti itu?" gumam Al melihat tingkah Alea.


.


Lea langsung menelpon Leon ketika sudah ada di area balkon. Wanita itu sangat senang saat Leon sudah membalas pesannya ketika seharian tadi tidak ada kabar.


" Hallo," kata Leon dari seberang sana.


" Hallo, Honey. Apa kau sudah sampai?" tanya Lea.


" Hmmm, aku baru sampai. Dan aku sangat lelah," kata Leon sambil merebahkan tubuhnya di atas ranjang.


" Emmm, apa aku mengganggu mu?" tanya Lea lirih.


" Tidak, tapi bisakah kau mematikan panggilan ini? Kita bisa lanjutkan lagi besok. Aku hanya ingin tidur," kata Leon cuek.


Lea begitu kecewa mendengar ucapan dari Leon, dan air matanya kembali menetes.


" Baiklah, I Miss you. Maaf jika aku menggangu istirahat mu, I love you," kata Lea sendu.


" Hmmm, I love you to." Lalu Leon langsung memutuskan panggilan itu.


Sebenarnya Leon tidak tega saat mendengar suara Lea yang terdengar sendu, tapi dia hanya ingin Lea tahu apa yang dia rasakan malam itu.


Lalu dia menaruh ponsel nya di atas meja nakas, dan memejamkan matanya. Leon memang sangat lelah seharian ini setelah menyelesaikan cukup banyak pekerjaan di perusahaan nya tadi sebelum dirinya pergi.


.


.


Lea tampak menatap kearah langit yang begitu banyak bintang, dia menghapus air matanya yang menetes lagi.


Alina menghampiri Lea, dan menepuk bahunya.


" Sepertinya dia sangat kecewa padaku," kata Lea tanpa menoleh pada Alina.


" Kau yang membuat nya kecewa, Lea. Jadi kau harus meminta maaf pada nya. Agar hubungan kalian tak merenggang."


Alina berdiri di sebelah Lea dan menatap langit yang begitu indah di malam itu.


" Besok aku akan menghubungi nya lagi. Ya, aku harus memperbaiki hubungan ini," kata Lea.


" Dan jangan lupa meminta maaf padanya, Lea." sahut Alina.


Lea tersenyum, lalu merangkul bahu sahabat nya itu. " Aku sangat beruntung memiliki sahabat yang sangat pengertian seperti dirimu," kata Lea melihat kearah Alina.


" Ya, dan kau harus bersyukur untuk itu. Karena tak akan ada sahabat terbaik di dunia ini selain aku," kata Alina membanggakan dirinya sendiri.


" Iiish ... sepertinya aku sudah salah berkata seperti itu," kata Lea lalu masuk kedalam dan meninggalkan Alina yang masih berdiri di balkon.


Alina tertawa pelan tanpa melihat kearah Lea yang meninggalkan nya.


" Oh God, aku harap kau tak memberikan ku percintaan yang rumit seperti Lea," kata Alina.


Lalu menyusul Lea yang sudah masuk kedalam kamarnya.