
Leon tiba di suatu tempat. Lea tampak mengedarkan pandangannya ke tempat yang belum pernah kunjungi sebelumnya.
Leon keluar dari mobil dan berjalan kearah pintu mobil di sampingnya lalu membukanya.
Lea keluar dan menatap heran pada Leon.
" Dimana ini?" tanya Lea menatap sebuah bangunan yang menyerupai mansion yang bernuansa putih dengan halaman yang begitu luas.
Leon tak menjawab. Dia hanya terus menggandeng tangan Lea untuk masuk kedalam bangunan itu.
Lea menatap takjub bangunan itu serta interior nya yang sangat cocok dengan nya. Dia terus mengedar kan pandangannya ke segala arah dalam mansion itu.
" Kau menyukai mansion ini?" tanya Leon terus menggandeng tangan Lea menaiki tangga.
" Ya. Mansion ini sangat indah dan tak terlalu besar, ku rasa aku ingin membeli mansion ini untuk Leangga," kata Lea sambil terus menatap setiap sudut di mansion itu hingga tak memperhatikan jalannya.
Tiba-tiba Lea tersandung saat sudah tiba di lantai dua. Dengan sigap Leon menangkap tubuh Lea yang hampir saja terjatuh.
" Kau terlalu fokus menatap mansion ini dan tak memperhatikan jalan mu. Jangan lakukan itu karena akan sangat berbahaya!" kata Leon khawatir.
" Hmmm ... sorry. Aku terlalu semangat untuk mengitari mansion ini," kata Lea melepaskan tangan Leon yang ada di pinggang nya dan meneruskan jalannya.
Leon hanya bisa menatap nya sambil menggelengkan kepalanya. Lalu dia menyusul langkah Lea yang menuju beranda besar yang ada di lantai 2.
Senyum cantik Lea merekah saat melihat pemandangan yang sangat indah di hadapan nya. Dia merentangkan kedua tangannya dan menghilangkan udara yang masih asri di sana karena mansion itu berada di dekat bukit.
Leon menghampiri nya dan memeluk nya dari belakang. Lea terkejut dan langsung melepaskan tangan Leon yang melingkar di perut nya.
" Maaf ..." ucap Lea.
" It's Oke. Aku mengerti," sahut Leon tersenyum.
Lea kembali menatap pemandangan indah di depannya dengan senyuman di bibir nya.
Leon menatap kearah wajah cantik Lea dan ikut tersenyum.
" Ya. Disini sangat indah dan aku sangat suka udaranya. Pemandangan nya, suasananya. Aku akan sangat betah tinggal di mansion ini," sahut Lea sambil terus menatap pemandangan indah di depannya.
Senyum nya selalu tersungging dan itu membuat perasaan Leon menghangat.
" Jadilah Nyonya di mansion ini, jika kau memang ingin tinggal disini," kata Leon yang langsung membuat senyum di bibir Lea menghilang.
Wanita itu menatap kearah Leon yang tengah menatapnya. Pria itu mengambil sesuatu dari dalam saku jasnya dan berlutut di hadapan Lea.
Wanita itu mengerutkan keningnya dan dia merasa de Javu. Dia mengingat saat dulu Leon melamarnya.
Dia otomatis memundurkan langkahnya. Leon menatap heran dan dia mengerti ketakutan Lea.
" Kali ini aku melakukan ini karena permintaan putraku," kata Leon.
" Dia bukan putra mu!" tegas Lea.
" Dia putra ku sejak dia lahir ke dunia!" tegas Leon. Dia mengingat saat dirinya menemani Lea saat melahirkan Leangga.
Lea tak menjawab. Dia berbalik dan ingin pergi dari tempat itu namun dengan cepat Leon menarik tangan Lea.
" Beri aku kesempatan karena aku benar-benar ingin memberikan keluarga yang utuh untuk Leangga. Kau boleh mengabaikan ku, aku akan menerima semua syarat dari mu agar kau mau menerima lamaran ku," kata Leon berlutut di hadapan Lea.
Lea menatap lekat mata Leon. Dia melihat kesungguhan dari tatapan mata itu.
" Lupakan masa lalu mu dan aku sebelum nya. Kau sudah menghukum ku dengan langsung meninggalkan aku serta menikah dengan Angre. Kau tak tahu betapa aku menderita saat mendengar kau bahagia dengan pria lain dan ternyata takdir berkata lain. Tuhan memberikan aku kesempatan dengan menemani mu melahirkan dan membuat aku mempunyai ikatan dengan putra mu. Tujuan ku hanya satu, Leangga memiliki keluarga yang utuh, itu saja."
Lea terdiam mendengar perkataan Leon. Dan tak terasa air matanya menetes. Leon pun sama, dia juga meneteskan air matanya.
Mereka saling menatap. Setelah lama mereka terdiam, Lea menarik tangan Leon agar bangkit dan berdiri di hadapannya.
" Aku menerima mu. Aku melakukan ini juga demi Leangga," sahut Lea menundukkan kepalanya.