I'm yours

I'm yours
Hari bahagia



Leon terus menatap kearah pintu utama aula itu. Dia mulai gelisah karena mempelai nya belum juga muncul.


15 menit kemudian. Marta membawa sang mempelai memasuki ruangan tempat pernikahan itu di mulai.


Perubahan di wajah Leon langsung terlihat saat melihat sang mempelai wanita muncul dari balik pintu itu.


Senyumnya tersungkur dan dia mulai bernafas dengan lega. Dia sangat takut jika mimpi nya ini akan gagal.


Namun prasangka buruk itu terpatahkan saat Lea muncul dan berjalan kearah nya. Senyum cantiknya membuat semua orang tampak terpesona dengan sang pengantin.


Leon menatap kagum dengan kecantikan wanita yang sebentar lagi akan menjadi istrinya itu. Senyum tampan nya merekah dan pandangan mereka bertumpu.


Leon mengulurkan satu tangan nya pada Lea dan wanita itu langsung menerima nya. Kini mereka sedang mengucap janji suci pernikahan.


Semua tampak bersorak dan bertepuk tangan saat mereka sudah sah menjadi sepasang suami istri.


Leon memegang pinggang ramping Lea. Dia mencium kening nya dengan sangat dalam dan Lea menutup mata nya merasakan ketulusan saat pria itu menciumnya.


Lalu Leon mencium seluruh wajah Lea karena saking bahagianya. Dan yang terakhir dia mencium bibir yang dulu pernah menjadi candunya.


Lea memejamkan matanya dan membalas ciuman itu. Semua tamu bertepuk tangan melihat adegan itu, bahkan Leangga pun turut bahagia dengan melompat ria.


Lea mencubit pinggang Leon ketika pria itu tak kunjung melepaskan ciumannya. Hingga membuat Leon terpaksa menghentikan pagutannya.


Dia mengusap bibir Lea yang basah dan lipstik nya yang mulai luntur. Wanita itu tersipu dan tak berani menatap wajah pria yang sudah resmi menjadi suami nya itu.


Marta sampai menetas kan air matanya saat melihat pernikahan sang putra yang sudah sangat di tunggu selama beberapa tahun lamanya.


" Akhirnya kebahagiaan menjadi milik mereka, aku sangat senang melihat nya," kata Marta.


Thoy merangkul bahu sang istri dan mengusap pelan lengan nya. Dia melihat kearah Erka yang tengah menatapnya.


Dan mereka saling melempar senyum smirk nya. Bahkan Edrick dan Belle turut bahagia menyaksikan pernikahan itu.


Edrick terus menggendong sang cucu karena anak itu tak henti-hentinya melompat ria. Belle juga memeluknya dan mereka terlihat bahagia.


Edrick dan Belle sudah lega karena cucu mereka kini mendapat kan seorang Daddy yang sangat mencintai sang cucu.


" Kau bahagia, sayang?" tanya Belle pada Leangga.


" Ya. Aku sangat bahagia, Nenek. Dan aku akan langsung meminta seorang adik dari Momy dan daddy," sahut Leangga yang membuat semua tertawa mendengar permintaan cucu tampan nya.


.


Kini Lea dan Leon sedang berdansa di tengah lantai dansa, setelah semua keluarga sudah mengucapkan selamat pada sang pengantin.


Leon terus menatap wajah cantik sang istri hingga membuat Lea tersipu.


" Kenapa? kau malu pada ku?" sahut Leon sambil terus menatap wajah Lea.


" Tidak. Aku hanya __"


Ucapan Lea menggantung saat mendengar suara dari sahabat nya yang sangat dia kenal.


" LEAA!!!" teriak Alina menghampiri pengantin baru itu.


Wanita itu melepaskan rengkuhan Leon pada sang istri dan langsung memeluknya.


" Kau tak adil, Lea. Kau menikah sudah 2x tapi kau tidak sama sekali," kata Alina dalam pelukan nya.


Lea tertawa mendengar perkataan sahabat nya itu. Dia melepaskan pelukannya dan menatap kearah wajah cantik Alina.


" Hey ... kau pikir pernikahan itu sebuah lomba?" sahut Lea.


" Tidak. Hanya saja, disini sangat terlihat jika aku adalah wanita yang tak laku," sahut Alina yang membuat Lea dan Leon tertawa.


" Huuffft ... Kelian kompak menertawakan ku. Menyebalkan!" sahut Alina.


" Sebaiknya kau buang jauh-jauh sikap manja mu itu, Al. Agar ada pria yang mau mendekati mu," sahut Leon.


" Bukan karena itu yang membuat mereka tak mau mendekati ku. Tapi lihatlah disana."


Alina menunjuk kearah dua bodyguard yang selalu mengikuti nya kemana pun.


Lea dan Leon terus tertawa.


" Jadi Dev masih saja memberi mu bodyguard?" tanya Leon yang memang sudah mengenal Dev. Kakak Alina yang sangat protektif pada sang Adik.


" Bukan hanya itu. Bahkan kakak meneror setiap pria yang mendekati ku, dan itu sangat menyebalkan," sahut Alina yang terus membuat Lea tertawa.


" Kita mengobrol disana saja. Aku sudah capek karena terus tertawa," kata Lea sambil memegang perut nya yang mulai kram.


" Apa Dev tak datang kemari?" tanya Leon.


" Disana ... kakak terus memantau ku dari sana," tunjuk Alina kearah pria yang tengah menatapnya.


Leon tertawa sambil menggelengkan kepalanya.


" Aku akan menemui Dev dulu."


Lea mengangguk cepat dan terus berjalan kearah kursi. Sementara Leon langsung berjalan kearah Dev yang tengah menatap kearah nya.