I'm yours

I'm yours
Leangga dan Moana



Kini Lea dan Alina kembali ke tempat dimana acara pesta pernikahan yang masih berlangsung.


Alina sudah merasa lebih tenang setelah menceritakan semua keluh kesahnya pada sang sahabat. Dan seperti biasa, Lea selalu bisa membuat nya merasa lebih tenang dengan setia nasehat yang dia berikan pada Alina.


Tidak ada yang tahu tentang apa yang di rasakan Alina termasuk Dev yang sangat protektif menjaga nya.


Wanita itu hanya mau menceritakan semua rasa sakit hati nya itu pada Lea. Bahkan pada Zea, kakak iparnya pun Alina tak berani untuk mencurahkan isi hati nya.


Mereka melangkah kan kakinya menuju aula besar masih terdapat banyak tamu yang berdatangan.


Pandangan Lea tertuju pada Leon yang tengah menggendong seorang anak perempuan yang sangat cantik.


Pria itu menyadari kehadiran Lea dan dia lekas memberi kode pada sang istri agar lekas menghampiri nya.


" Aku kesana dulu," kata Lea pada Alina sambil menunjuk kearah Leon.


" Baiklah. Aku akan menemani aunty dulu disana, siapa tahu aunty ingin memperkenalkan ku pada pria disini."


Lea tertawa mendengar perkataan Alina yang masih saja tidak jera dengan seorang pria meskipun dia sedang patah hati.


Lalu mereka berpisah. Lea berjalan menghampiri Leon dan teman-teman nya.


Sementara Alina berjalan menuju aunty Marta dan Mona yang sedang memanggilnya.


.


.


" Heii ... Kau sudah mengganti gaun mu?" tanya Leon saat melihat sang istri yang kini sudah mengenakan gaun yang berwarna pink nude.


" Hmmm ... Ini gaun yang tak terlalu berat seperti tadi," sahut Lea.


Lalu pandangan nya tertuju pada seorang anak yang masih menggenggam tangan Leon.


" Kenalkan, dia Moana. Anak yang selalu aku ceritakan pada mu," kata Leon mengenalkan anak cantik yang sudah berumur sekitar 10 tahun.


Lea tersenyum dan membungkuk. Tangan nya terangkat dan menyentuh pipi chubby anak itu.


" Haii anak cantik. Maukah kau berkenalan dengan ku?" tanya Lea dengan suara lembutnya.


Moana balas tersenyum. Dia melepaskan genggaman tangannya di tangan besar Leon.


Dia melangkahkan kakinya satu langkah hingga mendekat kearah Lea. Matanya menatap wajah cantik Lea dengan senyum yang tersungging di bibirnya.


" Haii Aunty. Aku Moana, aku kekasih hati Uncle Leon," sahut Moana dengan suara kecil nya yang masih menggenggamaskan.


Hingga membuat semua yang mendengar ikut tertawa.


" Wah ... Benarkah? Jadi kau kekasih hati suami aunty?" tanya Lea dengan nada yang pura-pura terkejut.


" Iya. Tapi mulai saat ini aku akan menyerahkan kekasih ku itu padamu, kau sangat cantik dan baik hati. Jadi aku akan mengalah padamu," sahut Moana yang berhasil membuat orang-orang kembali tertawa.


" Kau benar, dia sangat menggemaskan."


Leon merangkul bahu Lea dan mengecup keningnya.


Dari jauh, tampak Leangga menatap tak suka pada anak perempuan yang sudah berhasil merebut perhatian Momy dan daddy nya.


Dengan langkah kecilnya dia menghampiri anak itu dan melepaskan genggaman tangan Lea dari tangan mungil Moana.


" Heii ... Boy. Ada apa?" tanya Leon saat melihat wajah putranya yang terlihat menekuk.


" Momy dan daddy tidak boleh tertawa dengan anak ini!! aku tidak suka!!" tegas Leangga cemburu.


Dia memalingkan wajahnya dan bibirnya mengerucut. Tangan nya mendekap ke dadanya dan matanya memperlihatkan bahwa dia sedang merajuk.


Semua tampak tertawa melihat wajah menggemaskan itu. Termasuk Moana yang cekikikan.


" Jangan menertawakan ku!!" teriak Leangga tak suka.


Leon menghampiri sang putra yang tengah merajuk. Dia berjongkok dan meraih dagu Leangga agar bisa menatap kearah nya.


" Heii ... Putraku terlihat jelek saat merajuk seperti ini," ucap Leon dan membuat Leangga semakin cemberut.


" Dengarkan daddy. Bukankah kau belum mempunyai teman wanita? Kau bisa berkenalan dengan anak ini, sayang. Dan kalian bisa berteman. Bukannya itu ide yang bagus?" kata Leon membujuk Leangga.


Leangga menoleh dan kini melihat kearah anak perempuan yang baru saja membuat nya merajuk.


Moana tersenyum dan menghampiri Leangga.


" Haii ... Kau sangat tampan. Boleh aku berkenalan dengan mu?" kata Moana sambil mengulurkan tangannya.


Leangga tersenyum dan menyambut uluran tangan dari Moana.


" Aku Leangga, siapa nama mu?" sahut Leangga dengan gaya cool nya.


" Aku Moana. Jadi kita berteman?" tanya Moana.


" Hmmm ... tak masalah. Aku juga belum memiliki teman wanita," sahut Leangga.


Hal itu membuat orang tua keduanya tertawa menyaksikan acara perkenalan anak-anak mereka.


Leangga tampak menggandeng tangan Moana masuk kearea husus anak. Dan mereka terlihat sudah akur.


" Oouuhh ... Mereka menggemaskan sekali," kata Lea.


" Andai saja umur mereka tak terpaut begitu jauh. Aku seperti ingin menjodohkan mereka," ucap Momy Moana.


" Heii ... Mereka hanya terpaut usia 5 tahun. Bahkan di jaman sekarang banyak wanita yang berumur menikah dengan seorang berondong," sahut Leon.


Hal itu membuat mereka kembali tertawa. Lea melanjutkan berkenalan dengan beberapa teman dari Leon termasuk kedua orang tua Moana.