
"Aahh ... aku sangat kenyang," gumam Alina sambil mengusap perutnya yang tak buncit.
Mike kembali di buat menganga saat melihat piring yang bertata rapi di meja itu kini sudah kosong dan tanpa sisa.
' Tubuhnya memakai mungil, tapi makannya tak sebanding dengan tubuh nya,' batin Mike terkekeh.
" Apa yang kau pikirkan, Tuan menyebalkan?" tanya Alina saat melihat ekspresi wajah Mike yang sepertinya sedang menahan tawa nya.
" Tidak. Aku hanya heran saja, kau makan begitu banyak bahkan seperti tak makan selama beberapa hari. Tapi lihat tubuh mu? Lalu kemana perginya semua makanan itu hingga tak membuat tinggi badan mu bertambah sedikit pun?"
PLETAKK
" Bingo!!!"
Alina bersorak saat melempar kan satu sumpit kearah wajah Mike yang sedang menertawainya.
Dan sumpit itu tepat mengenai kening Mike, hingga membuat pria itu meringis sambil mengusap keningnya.
" Dasar Gadis kecil yang menyebalkan," ucap Mike dan Alina tak menghiraukan nya.
Wanita itu hanya menyandarkan punggungnya ke sandaran kursi. Dia menatap kearah lain dan sempat melihat bayangan seseorang yang seperti nya sedang mengintip kearah nya.
Tiba-tiba dia berdiri dan berjalan bayangan tersebut secara diam-diam.
" Heii ... Al! mau kemana? aku ingin membicarakan sesuatu dengan mu!" teriak Mike sambil beranjak dari kursinya.
" Sssttt." Alina menoleh dan meletakkan jarinya di bibirnya seakan menyuruh pria itu untuk diam.
Mike menghela nafas nya, dia memanggil pelayan dan meminta bil untuk membayar makanan yang di pesan Alina.
Setelah selesai membayar, Mike langsung pergi dari tempat itu untuk menyusul Alina.
.
.
" Apa ada yang menarik disana, Nona?" tanya Alina yang kini sudah berada di belakang seorang wanita yang sedang mengintip kearah tempat nya duduk tadi.
" Ssst ... Diamlah. Pergilah dan jangan menggangguk," sahut wanita itu yang masih mengamati tempat duduk Alina yang sudah kosong.
" CK. Kemana mereka? aku jadi kehilangan jejaknya, kan," gumam wanita itu kesal.
Dia berbalik dan betapa terkejutnya dia saat melihat Alina sudah berdiri di hadapannya.
" Wait ... bukankah kau tadi ada di sana?" ucap wanita itu keceplosan.
Alina hanya tersenyum smirk sambil mendekap tangan di dadanya.
' Ups, aku keceplosan," batin wanita itu sambil menutup mulutnya dengan telapak tangan nya sendiri.
" Al ... sedang apa kau disini?" tanya Mike yang kini sudah tiba disana.
Pria menoleh dan menatap wajah seorang wanita yang tadi sempat di temuinya.
"Kau ... Brity? sedang apa kau disini?" tanya Mike heran.
" Hanya mengintip kita, Mike." potong Alina.
" What!! mengintip? untuk apa?" sahut Mike terkejut.
" Tidak, Mike. Dia hanya mengada-ada," sahut Brity menyangkalnya.
" CK, What ever!"
Alina pergi dari sana dan menarik tangan Mike.
Pria itu masih menatap tajam kearah Brity sambil melangkah kan kakinya mengikuti Alina.
" Sial ... sepertinya wanita itu sangat dekat dengan Mike. Aku tak boleh membiarkan ini terjadi," gumam Brity kesal sambil menatap kearah Mike dan Alina yang mulai menjauh dari pandangan nya.
.
.
Kini Alina dan Mike berada di lantai paling atas di bagian kapal pesiar itu. Kapal besar nan mewah itu hanya berjalan dengan perlahan hingga menimbulkan angin sepoy - sepoy.
" Kau mengenal wanita tadi?" tanya Alina melepaskan genggaman tangannya dan mendekap tangan nya sendiri di depan dadanya.
Matanya tertuju kearah hamparan laut lepas yang ada di hadapannya. Lalu biru yang independen dan menenangkan.
Mike menoleh dan melihat kearah wajah cantik Alina.
" Ya, dia wanita yang membuat aku terpaksa ikut di pelayaran ini," sahut Mike.
Alina terkekeh dan menoleh kearah Mike yang masih menatapnya.
" Jadi kau ikut pelayan ini hanya karena ingin bertemu dengan wanita itu? wanita aneh menurut ku," sahut Alina sambil memalingkan wajahnya.
Mike menghela nafasnya panjang.
" Inilah yang ingin aku bicarakan dengan mu," sahut Mike yang kini juga ikut menatap kearah laut lepas.
" Wait ... kau ingin membicarakan tentang wanita itu dengan ku? apa hubungannya? bahkan aku tak tahu menahu tentang wanita itu," celetuk Alina.
" Dengarkan dulu pembicaraan ku," sahut Mike.
" CK. Aku tidak punya banyak waktu untuk itu," ucap Alina dan berbalik ingin pergi dari sana namun Mike langsung menarik lengannya.
" Please ... Alina. Aku ingin bebas dari semua ini," ucap Mike memohon.
Alina menoleh dan melihat wajah tampan itu yang tengah memohon pada nya.
" Lagi pula aku sudah mentraktirku mu, kan?" lanjut Mike.
" Aku akan mengganti uang mu," sahut Alina lalu menghempaskan tangan Mike yang memegang lengan nya.
Dia melangkahkan kakinya menjauhi Mike.
" AKU INGIN KAU MENJADI PERTNER SEUMUR HIDUPKU!!" teriak Mike yang berhasil membuat Alina menghentikan langkahnya.